- Satgas PKH Diminta Bongkar Dalang Klaim Kebun Eks PT SAL di Rakit Kulim
- Pelajaran dari Masa Lalu untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia menuju New Paradigm Tata Kelola Dunia
- Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Enok dan stakeholder serta Pihak Perusahan Tanam Ja
- APBD Kepulauan Meranti 2026 Disahkan Rp 1,162 Triliun
- Bupati Meranti Asmar Bagikan 1.800 Takjil Ramadan di Tiga Titik Kota Selatpanjang
- RAPP Tegaskan Komitmen Cegah Karhutla di Riau Melalui Sistem Kesiapsiagaan Terpadu
- Syahrul Aidi Buka Rumah Aspirasi, Targetkan Wadah Pengembangan Komunitas dan Keahlian
- Batin Model: Suku Talang Mamak Dukung Penuh Operasional Kebun Agrinas di Eks PT SAL
- Tim Raga Beraksi Berantas Premanisme dan Genk Motor di Pelalawan
- Sinergi Pemkab dan Swasta, Bupati Asmar Resmikan Jalan Batang Malas–Tenan Sepanjang 1,8 Km
Spanyol Naikkan Batas Usia Maksimum Penerima Vaksin AstraZeneca

vaksin-AstraZeneca/kabar24
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Spanyol menaikkan batas usia maksimum bagi para penerima vaksin AstraZeneca dari 55 menjadi 65 tahun. Vaksin ini sempat ditolak oleh sejumlah negara di Eropa karena masalah keamanan.Saat AstraZeneca disetujui oleh regulator Uni Eropa untuk digunakan pada Januari lalu, Spanyol menyatakan vaksin itu hanya akan digunakan pada mereka yang berusia di bawah 55 tahun karena kurangnya data uji coba pada kelompok usia yang lebih tua.
Namun sejak itu, lebih banyak data uji coba telah menunjukkan kemanjuran vaksin, dan negara lain telah memperluas penggunaan vaksin untuk orang tua."Batas usia yang ditetapkan 55 tahun dihapuskan dan batas tersebut diperpanjang menjadi 65 tahun," kata Menteri Kesehatan Carolina Darias dikutip saat konferensi pers menyusul pertemuan dengan departemen kesehatan regional.Keputusan itu diambil dua hari sebelum Spanyol akan melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca setelah regulator obat UE menganggap suntikan itu aman dan efektif.Senin sebelumnya, Spanyol dan beberapa negara Eropa lainnya menyatakan akan menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Keputusan ini diambil setelah ada laporan yang mengaitkannya dengan pembekuan darah pada sejumlah kecil orang.
(AFP/pmg)Berita Terkait :
- AS Sanksi Pejabat China atas Pelanggaran HAM0
- Pangeran William Anggap Harry Menghina Ratu Elizabeth0
- Malaysia Dukung Presiden Jokowi Untuk Rapat ASEAN Soal Myanmar0
- Palestina Data Partai Peserta Pemilu0
- Filipina Menuding China Melakukan Invasi0
_Black11.png)









