- Dari Desa untuk Negeri, Polsek Kelayang Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Sambang Petani
- Bibit Sampai ke Panen, IPTU Andi Purba Kawal Jagung Teluk Sungka Bersama Warga
- Cabe Sungai Iliran Disambangi Aipda Andromik, Produktivitas Warga Jadi Fokus Polsek GAS
- Bhabinkamtibmas Desa Sungai Pasir Putih Tinjau Kesehatan dan Produktivitas Ternak Sapi Warga
- Dari Bibit ke Panen, Bhabinkamtibmas Tanjung Harapan Gasskan Program Cabe dan Selada
- Briptu Pirima Kawal Jeruk Kuala Gaung, Polsek GAS Pastikan Ketahanan Pangan Tumbuh Subur
- Pemkab Kuansing Undang Qari Internasional di Pembukaan MTQ Riau
- Sekretaris Dinas Kominfo Kuansing, Apresiasi Respons Komunikasi Antara TVRI dan Pemkab Terjalin Baik
- Jelang MTQ ke-44 Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Perbaiki Lampu Penerangan Jalan
- Pawai Budaya dan Islami Jadi Andalan Kuansing Sambut MTQ Riau ke 44 Libatkan 4 Ribu Unsur Masyarakat
Starlink Dapat Izin Hadirkan Jaringan Internet Di Kapal Dan Pesawat AS

Jakarta, VokalOnline.Com - Starlink yang merupakan bagian dari perusahaan luar angkasa SpaceX milik Elon Musk, diizinkan menghadirkan layanan internet di kapal, kapal selam, hingga pesawat yang ada di Amerika Serikat setelah mengantongi restu dari Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS.
Jaringan internet yang digunakan pada berbagai moda transportasi itu berasal dari satelit-satelit milik Starlink. Perusahaan itu merupakan penyedia layanan internet untuk daerah perdesaan serta para perusahaan otomotif.
"(FCC) Mengizinkan terminal kelas baru untuk sistem satelit SpaceX sehingga dapat memperluas jangkauan kemampuan broadband untuk memenuhi permintaan pengguna yang terus meningkat terutama bagi yang memerlukan konektivitas saat bepergian," kata FCC seperti dilansir dari Reuters, Senin.
SpaceX sejak 2019 terus meluncurkan sekitar 2.700 satelit Starlink ke orbit rendah Bumi dan telah mengumpulkan ratusan ribu pelanggan. Dengan biaya berlangganan 110 dolar AS per bulan (Rp1,6 juta) untuk internet dan biaya awal pemasangan terminal secara mandiri sebesar 599 dolar AS (Rp8,9 juta).
Starlink dengan potensinya menghadirkan internet di medan-medan yang tak terjangkau kabel optik pun melebarkan upayanya untuk menggaet lebih banyak pasar. Termasuk dalam beberapa tahun terakhir merayu para maskapai penerbangan untuk menyediakan layanan internet.
Mereka juga mengajukan izin kepada regulator supaya jaringan internetnya bisa terpasang di kendaraan-kendaraan komersial yang sulit terjangkau sistem internet konvensional.
CEO SpaceX Elon Musk menyebutkan, Starlink diharapkan bisa menyediakan layanan internet untuk kendaraan-kendaraan umum berukuran besar seperti pesawat, kapal, truk besar, dan kapal. Dengan demikian Starlink bisa bersaing dengan kompetitor seperti OneWeb serta proyek Kuiper besutan Jeff Bezos. **Fira
Berita Terkait :
- Mesin ADM Akan Difungsikan Oleh Kantor Disdukcapil Kampar 0
- Fitur Baru Di Grup Facebook, Bisa Buat Kanal Obrolan Baru0
- LG Electronics Masuki Bisnis Pengisian Daya Kendaraan Listrik0
- Kemarin, Transaksi Digital Naik Hingga Penundaan Pajak Karbon0
- Twitter Uji Coba Fitur Notes, Bisa Cuit Lebih Dari 280 Karakter0
_Black11.png)









