- KMP Jayapura diresmikan, Wabup Siak : Harga Produk di Jual Lebih Rendah dari Harga Pasar
- Buka Festival Telaga Air Merah, Bupati Asmar Apresiasi Kolaborasi Desa dan Perusahaan Bangun Wisata
- Progres Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Polres Meranti Tuntas 80 Persen
- Bupati Asmar Minta DPR RI Turun Tangan Cari Solusi Penutupan Panglong Arang di Meranti
- Iptu Bambang Sutriyanto: Panen Raya Ini Bukti Polri Tidak Tinggal Diam Soal Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas Polsek Keritang Jadi Jembatan Petani dan Negara Untuk Indonesia Yang Berdaulat Panga
- BSAL Perkuat Budaya Peduli Lingkungan, Daur Ulang 46 Ton Sampah dan Miliki 776 Nasabah
- AKP Yosi Marlius Turun Ke Lahan: Ketahanan Pangan Dimulai Dari Gotong Royong Desa
- Polres Inhil dan Warga Bahu Membahu Bangun Jembatan
- Polres Inhil Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Lewat Panen Raya Jagung Serentak
Tampilkan Desain Bangunan Gerai UMKM di Kawasan Istana Siak Mendatang Bacabup Irving Kahar

SIAK, VokalOnline.Com - Bakal Calon Bupati Siak Irving Kahar Arifin menaruh rasa empati mendalam kepada para pelaku UMKM di sekitar kawasan Istana Siak. Sebab ia melihat, hingga saat ini UMKM di sekitar kawasan istana belum mendapatkan tempat permanen dan gerai yang layak.
“Kami inigin meningkatkan keberlanjutan UMKM, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan destinasi wisata di kawasan istana,” kata Irving, Kamis (12/9/2024).
Irving yang berpasangan dengan Sugianto, dikenal ISO, dalam misinya akan menata kawasan UMKM di sekitar Istana Siak tersebut. Lokasi yang direncanakan adalah pangkalan mobil pemadam kebakaran (Damkar) BPBD di sebelah kawasan istana Siak.
“Sedangkan pangkalan Damkar nantinya kita direlokasi ke arah kampung Rawang Air Putih, di sekitar gedung kantor DPRD Siak,” katanya.
Ia mendesain Rencana Tata Bangunan Lingkungan kota Pusaka (RTBL) mengakomodir pola ruang di lokasi tersebut. Akibatnya masyarakat UMKM dapat meningkatkan perekonomian mereka.
“Penapaan kawasan UMKM ini akan ditata dengan elegan sehingga terlihat seperti kawasan- kawasan heritage di luar negeri, sama halnya seperti Royal Palace di Amsterdam,” ujarnya.
Ia menambahjan, bangunan Kutab yang berada di samping istana merupakan bangunan tua. Bangunan itu merupakan Latifa school, dan dapat dimanfaatkan sebagai Pusat Informasi Wisata.
“Gerai UMKM yang akan dibangun dibuat minimalis, modern, berjejer dengan seragam, dengan adanya kursi dan meja di bagian depan, sehingga menarik perhatian pengunjung,” katanya.
Selain itu, kawasan untuk penataan UMKM ini cukup strategis, dekat dengan pintu keluar istana Siak. Begitu wisatawan keluar istana, langsung terbawa arus ke gerai UMKM yang ada di sebelahnya.
“Jadi UMKM di sekitaran istana Siak tertata dengan baik, nyaman dan aman bagi wisatawan untuk berbelanja dan membeli oleh-oleh,” katanya.
Berita Terkait :
_Black11.png)









