AKP Yosi Marlius Turun Ke Lahan: Ketahanan Pangan Dimulai Dari Gotong Royong Desa

Publisher Vol/Arya Daerah
17 Mei 2026, 14:57:50 WIB
AKP Yosi Marlius Turun Ke Lahan: Ketahanan Pangan Dimulai Dari Gotong Royong Desa

KERITANG - Di Dusun Sungai Beringin Besar, Desa Kuala Keritang, Kecamatan Keritang, tanah seluas 1,5 hektar milik Bumdes Kuala Keritang kembali dihidupkan. Minggu 17 Mei 2026 pukul 09.00 WIB, Polsek Keritang bersama PPL Pertanian, Bumdes, dan masyarakat menanam 10 kg benih jagung hibrida sebagai langkah nyata mendukung swasembada pangan nasional 

Penanaman dilakukan di lokasi dengan titik koordinat https://goo.gl/maps/EkX3L6FvHUtjiXtW8. Kegiatan ini bukan sekadar menebar benih, tetapi menebar harapan agar desa mampu berdiri di atas hasil tanahnya sendiri tanpa bergantung pasokan dari luar.

Kapolsek Keritang AKP Yosi Marlius S. Sos., MH menyampaikan, kegiatan ini adalah bentuk gotong royong Polri bersama seluruh stakeholder untuk mewujudkan ketahanan pangan sesuai program Asta Cita Presiden RI. “Ketahanan pangan dimulai dari tanah desa yang digarap bersama. Polri hadir untuk memastikan proses ini berjalan dan memberi manfaat langsung ke masyarakat,” ujarnya.

Bagi AKP Yosi, pemanfaatan lahan produktif seperti ini menjadi cara memajukan kesejahteraan warga melalui hasil pertanian dan peternakan mandiri. “Kami ingin masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok dari hasil sendiri. Kalau desa kuat, kecamatan kuat, maka Indonesia juga ikut kuat,” katanya.

Jenis jagung hibrida dipilih karena memiliki produktivitas tinggi dan menjadi salah satu komoditas penting bagi ketahanan pangan. Dengan lahan yang dikelola Bumdes, hasil panen nantinya diharapkan bisa kembali berputar untuk kebutuhan desa dan memperkuat lumbung pangan lokal.

Turut hadir dalam kegiatan Ps Kanit Binmas Polsek Keritang, Bhabinkamtibmas Desa Pebenaan, Bhabinkamtibmas Desa Kayu Raja, Babinsa Desa Kuala Keritang, Direktur Bumdes, PPL Desa Kuala Keritang, serta masyarakat setempat. Kebersamaan mereka menjadi bukti bahwa swasembada pangan tidak bisa dikerjakan sendiri.

AKP Yosi berharap, langkah kecil di Sungai Beringin Besar ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di pelosok Nusantara. “Kami ingin membangun lumbung pangan dari desa, mengurangi ketergantungan impor, dan mempercepat swasembada pangan yang kuat di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Bagi warga, kehadiran Polri dan petugas lapangan di tengah kegiatan menanam memberi semangat baru. Mereka merasa didampingi, bukan hanya diawasi. Setiap lubang tanam yang dibuat adalah langkah menuju kemandirian.

Di bawah langit Keritang, 10 kg benih jagung hibrida kini tertanam. Jika dirawat dengan baik, ia akan tumbuh menjadi hasil yang menghidupi. Dan lebih dari itu, menjadi bukti bahwa ketika Polri, pemerintah desa, dan masyarakat bersatu, swasembada pangan bukan lagi wacana, tapi kerja nyata yang dimulai dari tanah sendiri. (*)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment