- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
Tanah Pensiunan Guru Ini Dikuasai Orang Lain, Kini Digadaikan Untuk Pinjaman di Bank

Bagansiapiapi, VokalOnline.Com - Sahanip (59) pensiunan PNS warga Jalan Bakti Panipahan,Kecamatan Pasir Limau Kapas Rohil kaget mengetahui seberapa dang tanahnya telah digadaikan orang.
Tanah terletak di Jalan Dusun Sungai Agas,SK 2 Kepenghuluan Teluk Piyai Pesisir Kecamatan Kubu Rohil inipun kini jadi jaminan pinjaman kridit Bank.
Berdasarkan surat milik Sahanip seluasnya 80 Meter X 420 Meter dibelinya beberapa tahun lalu.
Sahanip menelusuri kebenaran hal ini dan mencari informasi karena tidak terima tanahnya digadaikan.
Lalu ia meaporkan kejadian ini ke Polsek Kubu pada17 Desember 2024,Tahun lalu.
Borokpun terbongkar ,ternyata tanah kebun milik Sahanip sebelum pemekaran Kecamatan berada di wilayah Kecamatan Pasir Limau Kapas ini dikuasai orang lain.
Kepada Reporter media ini,pensiunan PNS ini menceritakan,Senin (20/2/2025) tanah miliknya telah dikuasai secara ilegal dan dibuat SKT oleh AWR lewat Penghulu saat itu, AY ketika menjabat Kepenghuluan Teluk Piyai Pesisir Kubu.
Setelah punya SKT, oleh AWR di gunakan untuk jaminan pinjaman ke Bank Rohil (BR) atas nama MKA,anaknya.
Kridit atas nama MKA cair 90 juta rupiah atas agunan (jaminan) SKT yang dibuat diatas lahan Sahanip tersebut.
" Saya membeli lahan itu,suratnya ada, tahu-tahu telah dikuasai orang lain,saya membuat laporan polisi di Polsek Kubu, " Aku Sahanip.
Pensiunan guru ini menambahkan dirinya sudah di BAP oleh penyidik dan sudah berkali-kali ke Polsek Kubu.
" Aneh juga saat memposting status di medsos,ada oknum pegawai Bank minta menghapus postinganya " Aku Oemar Bakri ini menunjukan nomor handpone pegawai Bank.
Kini Sahanip berjuang atas haknya,nenunggu proses hukum dan penyelidikan Reskrim Polsek Kubu yang tengah berjalan.
" Laporan saya diterima Kapolsek Kubu,Iptu Kodam F Sidabutar SH.MH,dan Kanit Reskrim Bribka Herdiansyah,proses sedang berjalan,semoga ada titik terangnya, " Harap Sahanip. (HY)
Berita Terkait :
_Black11.png)









