- Sosialisasi Bahaya Narkoba untuk Remaja: Dampak Jangka Panjang pada Otak dan Kesehatan Mental
- ASITA Riau Harap PLT Gubernur Riau Bisa Realisasikan Bandara Udara Baru di Riau
- Business Matching: Rakerda ASITA Riau Hadirkan Pengusaha Wisata Malaysia 2026
- Amerika Bergolak dan Penuh Demonstran; Matinya Seorang Penyair Wanita, Dituduh Sebagai Teroris Domes
- Parisman Ihwan Resmi Buka Forki Riau Open Championship
- Peresmian Kantor SpektrumID.com: Langkah Baru PT Delif Mitra Sejahtera dalam Dunia Digital
- HUT ke-55 ASITA: Mewujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045
- Syahrul Aidi Tinjau Pembangunan Jalan Koto Damai-Suka Menanti yang Berasal dari Inpres 2025
- Bupati Asmar Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag, Tegaskan Kerukunan Sebagai Energi Pembangunan
- Polres Inhil Gelar Zoom Meeting dan Panen Raya Jagung Kuartal I 2026 Dukung Swasembada Pangan
Terkait Kasus Cacar Moyet Pemda Meranti Nyatakan Belum Ada Kasus Baru

Meranti, VokalOnline.Com - Terkait Kasus Cacar Monyet, Pemkab Kepulauan Meranti Pastikan Tidak Ada Penularan Kasus Baru Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan bahwa kasus suspek Monkeypox (Mpox) yang sempat menggegerkan masyarakat beberapa hari terakhir, tidak menimbulkan penularan tambahan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan bahwa kasus suspek Monkeypox (Mpox) yang sempat menggegerkan masyarakat beberapa hari terakhir, tidak menimbulkan penularan tambahan.
"Kepastian ini Kami Sampaikan langsung dalam konferensi pers berlangsung Pagi Kepada Semua Pihak Agar Jelas,“ujar Wakil Bupati Muzamil Saat Press Release Suspect Monkeypox” di Ruang Rapat Melati, Kantor Bupati, Senin (22/9/2025).
Dikatakan Wabup Muzamil Pula, dari dua santri Pondok Pesantren Darul Fikri yang sempat menjalani perawatan intensif, satu di antaranya memang dinyatakan meninggal dunia. Namun hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan Dinas Kesehatan memastikan tidak ada penyebaran lebih lanjut.
“Alhamdulillah, kita pastikan hingga saat ini tidak ada tambahan kasus penularan. Masyarakat tidak perlu panik, yang terpenting tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat,” kata Muzamil.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin SM MM, Memastikan Bahwa pemerintah daerah jika kasus suspek cacar monyet (Monkeypox/Mpox) kembali bertambah. Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar soal kesehatan, tetapi juga menyangkut keamanan dan ketenteraman masyarakat.
“Kalau hari ini yang tertular jumlahnya bertambah, maka tentu kita akan lebih risau. Namun hingga kini kita pastikan belum ada penambahan pasien di lingkungan pesantren,” ujarnya.
Muzamil kemudian menarik ingatan ke masa kecilnya. Ia mengaku pernah mengalami sakit cacar, penyakit yang oleh masyarakat Meranti sering disebut penyakit buah kayu karena kerap muncul saat musim buah.
“Kalau cacar, saya sendiri juga pernah. Setiap musim buah seperti durian, manggis, cempedak, rambutan, masyarakat Melayu lokal menyebutnya cacar buah kayu. Tapi kali ini berbeda, karena ada tambahan gejala yang menurut tim kesehatan mirip Monkeypox. Itu yang membuat kita lebih waspada,” jelasnya.
Sekedar Informasi, Kegiatan pers release ini dihadiri lintas unsur Forkopimda dan tokoh daerah. Tampak hadir Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Wakapolres Kepulauan Meranti, Pabung Kodim 0303 Bengkalis Danpos TNI AL Selatpanjang, Kepala Kantor Kemenag, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur UPT RSUD, Kalaksa BPBD, hingga Pimpinan Ponpes Darul Fikri. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen bersama dalam memastikan penanganan dan pencegahan berjalan maksimal.(Bom)
Berita Terkait :
_Black11.png)









