- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Terkait Ratusan Ekor Ternak Masyarakat Mati, Sekda Kampar Buka Secara Resmi Sosialisasi PMK

Sekda Kampar Drs. H. Yusri, M.Si, Senin (19/9/2022) Pada saat membuka kegiatan sosialisasi penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang diadakan di ruang rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar di Bangkinang.
BANGKINANG KOTA,VokalOnline.Com-Sebanyak 278 ekor ternak terpapar akibat serangan penyakit mulut dan kuku, penyakit Septicaemia Epizootica (SE).Dari 278 ekor yang terpapar penyakit PMK dan SE 102 Ekor ternak Kerbau dan sapi mati.
Terakait Penyakit PMK dan SE, Tim Satgas PMK Provinsi Riau dan tim Satgas PMK Kampar mengambil tindakan dengan mengisolasi ternak yang saat ini masih sehat.
"Karena virus berkembang begitu cepat ditambah lagi dengan penyakit Ngorok, ini rupanya lebih kencang dan cepat dibanding PMK, penyakit Ngorok ini merupakan kasus tertinggi di Kampar,"Katakan Sekda Kampar Drs. H. Yusri, M.Si, Senin (19/9/2022) Pada saat membuka kegiatan sosialisasi penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang diadakan di ruang rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar di Bangkinang.
Hadir rapat tersebut Tim Satgas dari Provinsi Riau Drh. Revalita Budhiani dari dinas peternakan dan kesehatan hewan Provinsi Riau, Kombes Wemdri Purbiantoro Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau, Kepala Dinas Perkebunan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar Syahrizal, Kepala Dinas, Instansi terkait, Wakapolres Kompol Rachmat Muchamad Salihi, SIK, MH , Camat se Kabupaten Kampar.
Dikatakan Yusri, Saat ini Jumlah Sapi dan Kerbau yang sudah terdampak sebanyak 278 Ekor dan sebanyak 102 Mati akibat PMK dan Ngorok.
"Penyakit Ngorok (tagere) atau nama lainnya penyakit Septicaemia Epizootica (SE) merupakan penyakit yang sering menyerang hewan ternak ruminansia khususnya sapi dan kerbau yang sifatnya akut atau fatal.
"Untuk Kabupaten Kampar paling banyak terjadi di Kecamatan XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu, begitu juga dengan Kecamatan lain seperti Kuok dan Salo serta Kecamatan lainnya namun tingkat kematian masih rendah" Kata Yusri lagi.
PMK Ini telah kita antisipasi sebelumnya termasuk dengan pendirian Posko Ternak di beberapa lokasi masuk Kampar, namun virus lain Ngorok lebih berbahaya dari PMK " Tegas Yusri.
Harapan kita kepada Provinsi Riau terhadap pemilik Sapi dan Kerbau yang mati dapat dispensasi dari pemerintah walau sedikit namun ini dapat membantu peternak" Pinta Yusri.
Bahaya Ngorok tiga hari terjangkit ternak sudah mati, sementara PMK seminggu masih dapat bertahan" Kata Yusri lagi.
Sementara itu tim Satgas dari Provinsi Riau Drh. Revalita Budhiani dari dinas peternakan dan kesehatan hewan Provinsi Riau menyatakan bahwa kasus PMK merupakan kasus yang telah terjadi di Indonesia, namun untuk Ngorok ini Kampar merupakan kasus pertama di Riau" Singkat Revalita.
Hal senada juga dikatakan, Tim Satgas PMK Riau Kombes Wemdri Purbiantoro, Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau dalam arahan menyampaikan bahwa sosialisasi PMK di Kabupaten Kampar dapat berjalan dengan baik dan lancar.
PMK ini bisa membunuh hewan, kami dari kepolisian mengharapkan kerjasama untuk dapat bahu membahu untuk memberikan pengertian kepada masyarakat sebagai perpanjangan tangan Satgas bahwa ini harus di obati dan di vaksin ikuti aturan pemerintah" Minta Wemdi Purbiantoro.
Syahrizal Kepala Dinas Perkebunan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar menyatakan, bahwa hari ini tim Satgas PMK Provinsi Riau dan Kabupaten Kampar melakukan sosialisasi kepada pemangku kepentingan, Instansi dan OPD terkait" Inbun Syahrizal.***Vol3.
Berita Terkait :
- Tim Volly BSC Ambil Piala Bergilir Haswinda, di Kampar Utara 0
- Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Deswita Kamsol Sambut Kunker TP-PKK Riau ke Kampar0
- Terkait Moratorium Pilkades 2023, Sekda Kampar Kunker ke Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa 0
- Densus 88 Tangkap Sejumlah Terduga Teroris di Riau0
- AET Travel Umroh dan Haji Khusus Cabang Kampar, Bertempat Desa Sungai Tarap Resmi Dibuka 0
_Black11.png)









