- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
Terkait Unjuk Rasa Tak Patut, MKA LAMR: Kita Inginkan Suasana Riau yang Kondusif

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf juga turut menyampaikan keresahannya terkait kondisi Provinsi Riau saat ini.
Marjohan Yusuf menegaskan, ia sepakat dengan apa yang telah disampaikan Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPR) Chaidir terkait unjuk rasa yang dilakukan sekelompok orang di depan Kantor Kejati Riau itu sangat keterlaluan.
Ia menginginkan Provinsi Riau ini menjadi provinsi yang aman dan kondusif, serta tidak ada gangguan yang memunculkan polemik di masyarakat.
"Saya kira apa yg telah disampaikan Ketua FKPMR sudah cukup jelas, karena kita juga sudah berkomunikasi berkaitan dengan hal tersebut. Pada intinya tentulah kita menginginkan suasana Riau yg "cool " dan kondusif," jelasnya, di Pekanbaru, Jumat (3/6/22).
MKA LAMR ini mengatakan, kalaupun ada proses penegakkan hukum yang sedang berlangsung, maka diberikan wewenang sepenuhnya kepada pihak berwajib untuk menyelesaikannya.
Terangnya, tidak boleh ada intervensi dan juga seolah-olah mendikte aparat yang berwenang. Apalagi dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas atau tidak santun di Negeri Melayu Lancang Kuning ini kepada orang yang dituakan, didahulukan selangkah ditinggikan seranting.
Ia menginginkan kejadian unjuk rasa tempo hari itu cukuplah sampai disitu saja dan jangan sampai terulang kembali di Provinsi Riau ini.
"Kalau dalam proses penegakan hukum, kita serahkan saja kepada pihak yg berwenang, tapi tidak boleh mengintervensi, juga seolah-olah mendikte aparat yg berwenang. Apalagi maaf dengan mengeluarkan kata-kata yang tak pantas, atau tidak santun di Negeri Melayu Lancang Kuning ini kepada orang yang dituakan, didahulukan selangkah ditinggikan seranting," tuturnya.
"Sekali lagi, cukuplah kejadian kemarin jangan sampai terulang kembali," tutupnya. **Fira
Berita Terkait :
- Menyongsong HUT Bhayangkara 1 Juli 2022, Polsek Kuantan Mudik berbagi sesama0
- Jelang HUT Nasional Serikat Perusahaan Pers ke-76, Gubri Bertemu Pengurus SPS Riau0
- Mayat Pria ditemukan Membusuk di Gudang Kosong Pekanbaru0
- Unjuk Rasa Tak Patut, Chaidir: Gubri Itu Pemimpin yang Didahulukan Selangkah, Ditinggikan Seranting0
- Kasat ResNarkoba Kuansing Ajak Mahasiswa Menjadi Agen Perubahan Dalam Memerangi Narkoba0
_Black11.png)









