- Legislator Dapil Riau Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
- Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis
- Vendor Security RS Awal Bros Dumai Diduga Tarik Uang Pelicin, Manajemen Sebut Sudah Berganti Vendor
- INPEST Inhu Soroti Dugaan Tipikor, Kades Talang Durian Cacar dan Ketua BPD Bakal Dilaporkan
- IPP Pekanbaru Buka Layanan Hapus Tato Gratis di Senapelan
- Selain Bantu UMKM, Hendry Munief Dorong Pelaku Industri Kembangkan Industri Halal
- Kabut Asap Menurun, PDIP Kuansing Turun ke Jalan Bagikan Masker
- DPR Janji Sahkan RUU Perampasan Aset Korupsi: Harus Tegas Hukuman Mati Efek Jera Untuk Koruptor
- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
Tiba di Bareskrim, Indra Kenz Bungkam terkait Kasus Penipuan Binomo

Indra Kenz diperiksa soal penipuan Binomo.
Jakarta, VokalOnline.Com - Influencer Indra Kesuma alias Indra Kenz memenuhi panggilan pemeriksaan yang dilayangkan oleh Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penipuan melalui aplikasi Binomo pada Kamis (24/2).
Pantauan CNNIndonesia.com mendatangi gedung Bareskrim sekitar pukul 13.12 WIB. Dia didampingi oleh sejumlah pengacara untuk menghadapi pemeriksaan tersebut.
Indra terlihat mengenakan pakaian topi dan kaos berwarna hitam. Dia pun bungkam dan tak memberikan pernyataan kepada awak media saat mendatangi markas polisi tersebut."Nanti ya, nanti. Terima kasih," ucap Indra kepada wartawan saat tiba.Ia langsung masuk ke dalam gedung untuk menjalani pemeriksaan.
Diketahui dalam kasus ini Indra dilaporkan oleh sejumlah korban dugaan penipuan lewat aplikasi tersebut lantaran merugi. Mereka diiming-imingi investasi menggiurkan lewat Binomo sehingga tertarik.
Kasus ini telah ditingkatkan sebagai penyidikan. Artinya, polisi menemukan dugaan pelanggaran pidana dalam peristiwa tersebut.Para korban mengaku terpikat investasi melalui aplikasi Binomo lantaran dijanjikan keuntungan hingga 85 persen.
Selain itu, para korban juga diduga terpengaruh oleh konten-konten promosi yang dibuat oleh Indra Kenz melalui YouTube, Instagram dan Telegram yang mengatakan bahwa Binomo merupakan aplikasi legal dan resmi di Indonesia.
Kasus tersebut saat ini sudah ditingkatkan menjadi penyidikan. Artinya, kepolisian menemukan dugaan pelanggaran pidana dalam perkara tersebut. Namun belum ada tersangka yang dijerat saat ini.
Terkait konten Binomo, Indra Kenz telah meminta maaf secara terbuka melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @indrakenz pada Kamis (17/2).
Ia mengakui sempat keliru saat menyampaikan bahwa aplikasi trading binary option atau perdagangan opsi biner itu legal alias memiliki izin resmi dari badan pengawas keuangan di Indonesia pada 2019 lalu.**vol/jn
Berita Terkait :
- Wamenag: Tak Ada Niat Menag Bandingkan Azan dan Gonggongan Anjing0
- Jokowi Izinkan Badan Usaha Ikut Pengadaan Vaksin Covid-190
- Klarifikasi Kemenag: Menag Yaqut Tak Bandingkan Azan dan Suara Anjing0
- Tagar Tangkap Menteri Agama Menggema di Jagad Dunia Maya0
- Lima Ninja Sawit Digelandang ke Polsek Bonai Darussalam0
_Black11.png)









