- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
UNHCR Bersyukur RI Tampung 233 Rohingya usai Terapung di Laut Sebulan

UNHCR menyatakan kelegaan mereka melihat 233 pengungsi Rohingya akhirnya dievakuasi otoritas Indonesia ke pantai Aceh dengan aman awal pekan ini.
Jakarta, VokalOnline.Com - Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) bersyukur Indonesia bersedia menampung kelompok Rohingya usai terombang-ambing di laut selama satu bulan.Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa (27/12), UNHCR menyatakan lega melihat 233 pengungsi di bawa ke pantai Aceh dengan aman pada Minggu (25/12) dan Senin (26/12)."Kami menyambut baik tindakan kemanusiaan ini oleh masyarakat lokal dan pihak berwenang di Indonesia," kata Perwakilan UNHCR di Indonesia, An Mayman.Ia kemudian berujar, "Tindakan ini membantu menyelamatkan nyawa manusia dari kematian, mengakhiri cobaan yang menyiksa bagi banyak orang (Rohingya) yang putus asa."UNHCR melaporkan para pengungsi yang diselamatkan mengalami dehidrasi setelah sebulan terombang-ambing di laut.Sejumlah penyintas yang tiba pada Senin mengatakan sekitar 26 orang tewas dalam perjalanan mereka. Puluhan pengungsi Rohingya itu meninggal karena kondisi yang memprihatinkan di atas kapal.UNHCR juga menerangkan kondisi mereka saat diselamatkan membutuhkan perhatian medis segera mungkin.Sepanjang 2022, badan pengungsi PBB itu melaporkan sekitar 2.000 orang melakukan perjalanan di Laut Andaman dan Teluk Benggala. Dari jumlah tersebut nyaris 200 orang meninggal.UNHCR juga menerima laporan satu perahu tambahan dengan sekitar 180 orang masih hilang. Semua penumpang juga disebut tewas. Namun, data itu belum bisa dikonfirmasi.Selama 1,5 bulan Indonesia telah membantu menyelamatkan 472 pengungsi Rohingya dari empat perahu.Menurut pernyataan UNHCR, tindakan itu menunjukkan komitmen dan penghormatan terhadap prinsip-prinsip dasar kemanusiaan bagi orang-orang yang menghadapi persekusi dan konflik.UNHCR juga mendesak negara-negara lain untuk mengikuti tindakan semacam itu. Banyak negara yang tak bertindak meskipun banjir permintaan."Negara-negara di wilayah tersebut harus memenuhi kewajiban hukum mereka dengan menyelamatkan orang-orang di kapal yang sedang dalam kesulitan untuk menghindari kesengsaraan dan kematian lebih lanjut," demikian pernyataan resmi UNHCR. **Syafira
Berita Terkait :
- Rusia Ultimatum AS Cs Tahan Diri Demi Cegah Perang Nuklir0
- Kenapa Serbia Ancam Kirim Pasukan dan Siaga Perang dengan Kosovo? 0
- Kejati Riau Sikat Pabrik Yang Mainkan Harga TBS Milik Petani Tahun 20230
- Kim Jong Un Gelar Pertemuan Penting Jelang Tutup Tahun0
- Xi Jinping Akui China Lagi Kesulitan Hadapi Tsunami Covid-190
_Black11.png)









