- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
Usai Tolak UU IKN, PKS: Lebih Baik Fokus Perhatikan Jalan dan Jembatan di Desa dan Daerah Terpencil

Teks Foto, Penolakan UU IKN oleh Fraksi PKS, Dr H Syahrul Aidi Maazat pada Kamis (5/10/2023).
JAKARTA,Vokalonline.Com-Fraksi PKS DPR RI menolak Revisi Undang-Undang Ibu Kota
Negara (RUU IKN). Fraksi PKS memberikan delapan catatan atas pengesahan UU IKN
tersebut.
Penolakan UU IKN oleh Fraksi PKS itupun didukung penuh
oleh Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan dan Pengembangan Desa, Dr Syahrul Aidi
Maazat yang juga anggota Komisi V DPR RI.
Dr Syahrul Aidi menilai, di saat negara lagi susah,
defisit APBN sementara kondisi infrastruktur nasional sangat tidak baik-baik
saja khususnya infrastruktur jalan dan jembatan di perdesaan. Dia mencontohkan
bagaimana kondisi berbagai desa di Riau sebagai dapilnya yang infrastruktur
jalan jembatannya sangat memprihatinkan.
"Selaku ketua DPP PKS bidang Desa dan anggota
komisi V DPR RI bidang infrastruktur, saya telah menemukan banyak persoalan infrastruktur di Perdesaan.
Sangat jauh berbeda dengan kawasan perkotaan. Ibarat langit dan bumi terutama
masalah jalan dan jembatan sebagai akses krusial" kata Dr. Syahrul Aidi
pada Kamis (5/10/2023).
Saat ini menurut Syahrul Aidi, banyak keluhan para
kepala daerah, kepala desa terkait pembangunan di Perdesaan. Dana desa dan dana
APBD tidak mampu lagi untuk mengakomodirnya. Maka peran pemerintah pusat sangat
penting.
Dia mencontohkan kondisi perdesaan di Riau seperti di
Kabupaten Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti yang bahkan mobil saja belum masuk
ke desa-desa tersebut. Bahkan akses antar desa yang melalui sungai dan laut pun
rusak bahkan tidak ada. Sehingga menyebabkan biaya hidup dan usaha di pelosok
Riau tersebut sangat tinggi.
"Sangat miris ketika kita temukan wilayah
perdesaan di pelosok, pesisir pantai yang akses kesehatan, pendidikan, energi,
air bersih, infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang sangat
memprihatinkan. Hampir semua desa di pesisir pantai yang sangat tertinggal.
Seperti di Inhil dan Meranti yang beberapa pulaunya tidak belum dapat "
tegas Syahrul Aidi.
Apalagi dia menyoroti adanya semangat yang digencarkan
dengan tagline 'Membangun Indonesia dari Desa'. Jangan sampai tagline ini
sekedar simbol. Nyanyian pulau kelapa dan janji manis bagi masyarakat desa.
"Kondisi saat ini kami menginginkan agar
pemerintah fokus membangun infrastruktur jalan dan jembatan khususnya di
Perdesaan. Tagline Membangun Indonesia dari Desa harus benar-benar
direalisasikan." tegasnya.
Beliau membandingkan betapa krusialnya dana APBN yang
seharusnya di gunakan memperbaiki jalan dan jembatan ketimbang untuk IKN.
"Pemerintah harus logis dan terukur dalam
mengeluarkan kebijakan. Bayangkan saja, dana APBN untuk IKN yang triliunan itu
dapat memperbaiki 3.848 KM jalan dan jembatan di Indonesia. Kemudian manfaatnya
dapat di rasakan masyarakat dan perekonomian dapat berputar kencang"
tandasnya.
Kemudian di kesempatan itu beliau juga menyampaikan pemerintah harusmemberikan perhatian khusus kepada Provinsi Riau sebagai daerah potensial memberikan sumbangsih pendapatan negara.
"Kemudian perlu diingat dan diperhatikan oleh presiden terhadap daerah potensial SDA seperti Riau yang merupakan salah satu daerah yang memberikan sumbangsih pendapatan negara terbesar. Dalam kenyataan hari ini terdapat 1867,98 kilometer jalan dan jembatan di Riau yang rusak dan segera harus diperbaiki" pungkas anggota Komisi V DPR RI.***Vol3. (rls)
Berita Terkait :
- Repdem : Mendagri Harus Anulir Hasil Seleksi Pejabat Pemkab Kampar Diduga Penuh Kecurangan0
- Repdem Kampar : PJ Bupati Kampar Serakah, Segera Berhetikan Dinilai Hanya Pentingkan Kroninya Saja0
- Mubes ke 2 IWO 2023,Ketua PW Riau Kavilah, Kandidat Caketum Pertama Mencalon 0
- 10 Penjabat Kepala Desa di Lantik, Karena 8 Orang Caleg, 1 Lulus PPPK dan 1 Meninggal 0
- TIM PPK Ormawa HIMABIO UMRI Laksanakan Pelatihan Teknik Pembibitan0
_Black11.png)









