- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
- Kapolres Meranti Kenalkan Green Policing di SDN 02 Selatpanjang
Ustaz Elviriadi Ajak Kenang Dialog Allah dan Nabi Muhammad
Perintah Salat Dalam Isra Mi\'raj

Rokanhulu, VokalOnline.Com - Ustaz kondang dari Provinsi Riau Dr Elviriadi (Elev) mengajak masyarakat untuk mengenang dialog Allah dan Nabi Muhammad SAW soal perintah salat.
Demikian disampaikan dalam tausiahnya saat mengupas tentang Isra Mi'raj pada Selasa (1/3/2022) malam di masjid Desa Surau Munai, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Disampaikannya, umat Islam saat ini sedang memperingati peristiwa Isra Mi'raj atau perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjid Al Aqsa di Yerusalem, yang kemudian berlanjut ke langit ke tujuh. Pada saat itu, Nabi Muhammad sampai ke hadapan Allah
"Sebagaimana yang ada di kitab Isra wal Mi'raj, beliau sampai ke hadapan Allah SWT, lalu mereka bercengkrama dan salah satu dari pada ungkapan keduanya diabadikan Allah dalam ucapan tasyahud pada salat," ujarnya,
Kalimat yang ada dalam tasyahud tersebut, kata Elev , bagian dari rangkaian obrolan antara Allah dan Nabi Muhammad.
Nabi Muhammad tidak menginginkan pertemuan malam itu segera berakhir.
"Beliau enggan untuk keluar dari tempat di mana Nabi Muhammad bertemu Allah, karena melihat zat Allah adalah nikmat paling tiada duanya," sampainya di hadapan jemaah.
Kendati begitu, Allah mengetahui isi hati Nabi Muhammad tidak mau pertemuan itu segera berakhir, di mana pertemuan itu terjadi pada tahun kesebelas kerasulan Nabi Muhammad.
Ketika itu periode Mekkah masih dua tahun lagi, ditambah dengan periode Madinah 10 tahun lagi. Artinya, masa 12 tahun itu membutuhkan Nabi Muhammad.
Allah mengabadikan suasana kejiwaan yang dirasakan Nabi Muhammad saat bertemu dengan mendirikan salat. Artinya, setiap rasul melaksanakan salat, dia merasakan apa yang telah dirasakannya saat malam Mi'raj.
Dr Elviriadi yang juga Pakar lingkungan Provinsi Riau itu juga menyampaikan pentingnya memahami peringatan Isra Mi'raj sebagai tanda tanda kebesaran Allah kepada hambanya.
Sepanjang Isra Mi'raj atau di dalam perjalanannya Nabi Muhammad harus menyampaikan dakwah untuk menyelamatkan umatnya dan malaikat memperlihatkan berbagai hukuman terhadap hamba-hambanya yang melakukan perbuatan dan dosa-dosa selama didunia.
Bahkan Ustadz Elviriadi pada kesempatan tersebut memberikan berbagai contoh tentang orang yang sabar dan bertawakkal tentang berbagai Cobaan.
Untuk itu, dia menghimbau seluruh Umat Muslim agar selalu mengambil hikmah peringatan Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari. (yus)
Berita Terkait :
- Proyek Tambal Sulam Jalan Provinsi di Rohul Menelan Korban0
- Koptan Sialang Sakti Desa Batas Bantu Masdjid Al-Jihat Rp150 Juta0
- Polres Rohul temukan 9,58 gram shabu dan 7,32 gram ganja kering di rumah warga0
- Polres Rohul tangkap Pelaku TP Narkotika jenis Shabu berat kotor 13,65 gram0
- Tim Asistensi Polda Riau Tinjau Vaksinasi di Puskesmas Tambusai Utara I0
_Black11.png)









