- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Ustaz Elviriadi Ajak Kenang Dialog Allah dan Nabi Muhammad
Perintah Salat Dalam Isra Mi\'raj

Rokanhulu, VokalOnline.Com - Ustaz kondang dari Provinsi Riau Dr Elviriadi (Elev) mengajak masyarakat untuk mengenang dialog Allah dan Nabi Muhammad SAW soal perintah salat.
Demikian disampaikan dalam tausiahnya saat mengupas tentang Isra Mi'raj pada Selasa (1/3/2022) malam di masjid Desa Surau Munai, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Disampaikannya, umat Islam saat ini sedang memperingati peristiwa Isra Mi'raj atau perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjid Al Aqsa di Yerusalem, yang kemudian berlanjut ke langit ke tujuh. Pada saat itu, Nabi Muhammad sampai ke hadapan Allah
"Sebagaimana yang ada di kitab Isra wal Mi'raj, beliau sampai ke hadapan Allah SWT, lalu mereka bercengkrama dan salah satu dari pada ungkapan keduanya diabadikan Allah dalam ucapan tasyahud pada salat," ujarnya,
Kalimat yang ada dalam tasyahud tersebut, kata Elev , bagian dari rangkaian obrolan antara Allah dan Nabi Muhammad.
Nabi Muhammad tidak menginginkan pertemuan malam itu segera berakhir.
"Beliau enggan untuk keluar dari tempat di mana Nabi Muhammad bertemu Allah, karena melihat zat Allah adalah nikmat paling tiada duanya," sampainya di hadapan jemaah.
Kendati begitu, Allah mengetahui isi hati Nabi Muhammad tidak mau pertemuan itu segera berakhir, di mana pertemuan itu terjadi pada tahun kesebelas kerasulan Nabi Muhammad.
Ketika itu periode Mekkah masih dua tahun lagi, ditambah dengan periode Madinah 10 tahun lagi. Artinya, masa 12 tahun itu membutuhkan Nabi Muhammad.
Allah mengabadikan suasana kejiwaan yang dirasakan Nabi Muhammad saat bertemu dengan mendirikan salat. Artinya, setiap rasul melaksanakan salat, dia merasakan apa yang telah dirasakannya saat malam Mi'raj.
Dr Elviriadi yang juga Pakar lingkungan Provinsi Riau itu juga menyampaikan pentingnya memahami peringatan Isra Mi'raj sebagai tanda tanda kebesaran Allah kepada hambanya.
Sepanjang Isra Mi'raj atau di dalam perjalanannya Nabi Muhammad harus menyampaikan dakwah untuk menyelamatkan umatnya dan malaikat memperlihatkan berbagai hukuman terhadap hamba-hambanya yang melakukan perbuatan dan dosa-dosa selama didunia.
Bahkan Ustadz Elviriadi pada kesempatan tersebut memberikan berbagai contoh tentang orang yang sabar dan bertawakkal tentang berbagai Cobaan.
Untuk itu, dia menghimbau seluruh Umat Muslim agar selalu mengambil hikmah peringatan Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari. (yus)
Berita Terkait :
- Proyek Tambal Sulam Jalan Provinsi di Rohul Menelan Korban0
- Koptan Sialang Sakti Desa Batas Bantu Masdjid Al-Jihat Rp150 Juta0
- Polres Rohul temukan 9,58 gram shabu dan 7,32 gram ganja kering di rumah warga0
- Polres Rohul tangkap Pelaku TP Narkotika jenis Shabu berat kotor 13,65 gram0
- Tim Asistensi Polda Riau Tinjau Vaksinasi di Puskesmas Tambusai Utara I0
_Black11.png)









