- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
Wakil Bupati Sampaikan Permasalahan Abrasi di Kabupaten Bengkalis

Bengkalis, VokalOnline.Com - Sempena Kunjungan Kerja (Kunker) Wakil Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Alue Dohong di Kecamatan Bukit Batu, Wakil Bupati Bengkalis H Bagus Santoso sampaikan permasalahan abrasi di Kabupaten Bengkalis.
Dihadapan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Bagus Santoso mengatakan sebagian besar pantai di pulau Bengkalis maupun pantai Rupat, saat ini mengalami abrasi dengan tingkat yang bervariasi. Khusus pantai utara Bengkalis bagian barat merupakan pantai yang mengalami abrasi paling parah, sedangkan bagian selatannya mengalami sedimentasi.
"Pada kurun waktu 26 tahun terakhir, telah terjadi abrasi di pulau Bengkalis dengan laju abrasi rata-rata 59 Ha/tahun, dan laju sedimentasi 16.5 Ha/tahun. Hal ini menunjukkan bahwa, pulau Bengkalis mengalami pengurangan luas daratan yang cukup besar yaitu rata-rata 42.5 Ha/tahun. Sedangkan kedua pulau tersebut termasuk dalam kawasan perbatasan negara", ucap Bagus.
Lebih lanjut Wabup menambahkan, jika tidak ada intervensi dari negara, maka bisa saja batas negara akan berubah karena abrasi tersebut. Karena diperburuk dengan mundurnya garis pantai, sehingga mempengaruhi sumber daya alam pada zona ekonomi eksklusif, mata pencaharian masyarakat, infrastruktur jalan, rumah masyarakat, fasilitas umum dan fasilitas sosial, semuanya akan terancam rusak. "Tentunya hal itu menjadi ancaman bagi kedaulatan Indonesia", ujarnya.(der)
Berita Terkait :
- Wabub Bengkalis Hadiri Halal Bihalal Ditaja Boeloeh Perindoe Musik Shalawat0
- Bupati Bengkalis Evaluasi Realisasi Fisik dan Keuangan APBD 20220
- Pembekalan JCH Tahun 2022 Rayon Bengkalis Dibuka oleh Pemkab0
- Bupati Bengkalis Launching Aplikasi Bantuan Keuangan Khusus0
- Utamakan Usulan Gubernur Dalam Menentukan Pj Kepala Daerah0
_Black11.png)









