- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
Wakil Bupati Sampaikan Permasalahan Abrasi di Kabupaten Bengkalis

Bengkalis, VokalOnline.Com - Sempena Kunjungan Kerja (Kunker) Wakil Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Alue Dohong di Kecamatan Bukit Batu, Wakil Bupati Bengkalis H Bagus Santoso sampaikan permasalahan abrasi di Kabupaten Bengkalis.
Dihadapan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Bagus Santoso mengatakan sebagian besar pantai di pulau Bengkalis maupun pantai Rupat, saat ini mengalami abrasi dengan tingkat yang bervariasi. Khusus pantai utara Bengkalis bagian barat merupakan pantai yang mengalami abrasi paling parah, sedangkan bagian selatannya mengalami sedimentasi.
"Pada kurun waktu 26 tahun terakhir, telah terjadi abrasi di pulau Bengkalis dengan laju abrasi rata-rata 59 Ha/tahun, dan laju sedimentasi 16.5 Ha/tahun. Hal ini menunjukkan bahwa, pulau Bengkalis mengalami pengurangan luas daratan yang cukup besar yaitu rata-rata 42.5 Ha/tahun. Sedangkan kedua pulau tersebut termasuk dalam kawasan perbatasan negara", ucap Bagus.
Lebih lanjut Wabup menambahkan, jika tidak ada intervensi dari negara, maka bisa saja batas negara akan berubah karena abrasi tersebut. Karena diperburuk dengan mundurnya garis pantai, sehingga mempengaruhi sumber daya alam pada zona ekonomi eksklusif, mata pencaharian masyarakat, infrastruktur jalan, rumah masyarakat, fasilitas umum dan fasilitas sosial, semuanya akan terancam rusak. "Tentunya hal itu menjadi ancaman bagi kedaulatan Indonesia", ujarnya.(der)
Berita Terkait :
- Wabub Bengkalis Hadiri Halal Bihalal Ditaja Boeloeh Perindoe Musik Shalawat0
- Bupati Bengkalis Evaluasi Realisasi Fisik dan Keuangan APBD 20220
- Pembekalan JCH Tahun 2022 Rayon Bengkalis Dibuka oleh Pemkab0
- Bupati Bengkalis Launching Aplikasi Bantuan Keuangan Khusus0
- Utamakan Usulan Gubernur Dalam Menentukan Pj Kepala Daerah0
_Black11.png)









