- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Rakerda KORMI Dibuka Wako
- Dukung Generasi Bebas Stunting, Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Susu di Rohil
WHO: Indonesia Ditunjuk sebagai Penerima Transfer Teknologi Pembuatan Vaksin mRNA

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) : AP Photo
JAKARTA, VokalOnline.Com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, Indonesia ditunjuk sebagai negara penerima transfer teknologi untuk pembuatan vaksin mRNA. Ia mengatakan, selain Indonesia, tiga negara lainnya juga ikut menerima transfer teknologi vaksin mRNA yaitu Pakistan, Serbia dan Vietnam. "Dan kami sedang berdiskusi dengan negara lain.
Kami merasa terhormat hari ini bergabung dengan empat negara yang berpartisipasi dalam hub (pusat transfer teknologi) dan akan mulai menerima formulir pelatihan bulan depan," kata Tedros dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (23/2/2022).
Tedros mengatakan, tujuan dari program tersebut untuk memfasilitasi produsen vaksin dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dapat memproduksi vaksin tertentu dan memiliki lisensi.
"Kami (WHO) percaya transfer hub ini menjanjikan, tidak hanya untuk peningkatan vaksin covid-19, tetapi juga untuk penyakit lain termasuk malaria, TBC dan kanker," ujarnya. Dilansir dari halaman Kompas.com.
Lebih lanjut, Tedros mengatakan, pihaknya melalui WHO academy serta dibantu Pemerintah Korea Selatan yang menawarkan fasilitas dalam pelatihan biomanufaktur dan memperluas operasinya untuk mengakomodasi pelatihan dari negara lain. "Sementara itu, WHO academy akan mendukung upaya ini dengan membantu mengembangkan kurikulum yang komprehensif tentang bio manufaktur," ucap dia.**Vol
Berita Terkait :
- Google Blokir Media Rusia dari Penghasilan Iklan YouTube 0
- Presiden Ukraina Umumkan Bersedia Negosiasi Damai dengan Rusia0
- Wartawan Harus Tau, Doktoral Hukum Pers Riau: Rilis Berita Yang Isinya Mencacimaki Bukan Produk Pers0
- Bupati Bengkalis Dianugerahi Gelar Adat Kanjeng Mas Tumenggung 0
- Memaknai Serangan Umum 1 Maret melalui Seni 0
_Black11.png)









