- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
Google Blokir Media Rusia dari Penghasilan Iklan YouTube

Kantor Google
Jakarta, VokalOnline.Com - Google memblokir media milik negara Rusia, RT, supaya tidak bisa mendapatkan penghasilan dari iklan. Larangan dan pemblokiran ini berlaku untuk produk-produk Google lainnya, seperti YouTube.
Dikutip dari Reuters, Minggu (27/2), sejumlah akun YouTube di Rusia tidak bisa menerapkan monetisasi dari platform tersebut dengan alasan "kejadian luar biasa". Media Rusia lainnya yang mendapat sanksi, antara lain dari Uni Eropa, juga tidak bisa monetisasi konten mereka.
Google juga melarang media-media tersebut menggunakan teknologi mereka untuk menghasilkan uang dari situs dan aplikasi. Media Rusia tidak bisa membeli iklan lewat Google Tools dan memasang iklan di layanan Google, termasuk Search dan Gmail.
"Kami memantau secara aktif perkembangan terkini dan akan mengambil langkah lainnya jika perlu," kata juru bicara Google Michael Aciman. Dilansir dari halaman CNNIndonesia.com.
Juru bicara YouTube Farshad Shadloo mengatakan video dari media-media yang diblokir itu akan jarang muncul dari rekomendasi.
Konten dari RT dan media lainnya yang dilarang tidak bisa diakses dari Ukraina, berdasarkan permintaan pemerintah Ukraina.
Uni Eropa beberapa hari lalu mengenakan sanksi terhadap individu, yaitu pemimpin redaksi RT Margarita Simonyan, yang dijuluki tokoh penting dalam propaganda Rusia.
Situasi di Ukraina, Minggu (27/2), terus memanas di hari keempat sejak Rusia menginvasi negara itu sejak Kamis (24/2). Ledakan besar masih terdengar salah satunya di kota Vasylkiv hingga seorang bocah berusia 6 tahun tewas akibat pertempuran di Kiev.
Pemerintah Ukraina hingga saat ini belum memberikan perkembangan terbaru atas jumlah korban tewas warganya akibat serangan Rusia. Terakhir kali, pada Kamis (24/2), sudah ada 137 warga Ukraina meninggal dunia.**Vol
Berita Terkait :
- Presiden Ukraina Umumkan Bersedia Negosiasi Damai dengan Rusia0
- Masyarakat Pantacermin Turun Kuasai Tanah Adat Hak Turun-temurunnya0
- Memaknai Serangan Umum 1 Maret melalui Seni 0
- Kelurga Besar JMSI Lakukan Aksi Donasi Untuk Korban Gempa di Sumbar0
- Ada Gadis Asal Inhu Riau Terjebak di Perang Rusia Vs Ukraina0
_Black11.png)









