- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Rakerda KORMI Dibuka Wako
- Dukung Generasi Bebas Stunting, Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Susu di Rohil
Memaknai Serangan Umum 1 Maret melalui Seni
Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta 1 - 30 Maret 2022

Peringatan perang 6 jam di Ibukota RI, Yogyakarta ini diadakan sebagai bentuk rasa hormat kepada para pejuang revolusi kemerdekaan
VokalOnline.Com - Peringatan "Serangan Umum 1 Maret" setiap tahun selalu diadakan, terutama di Yogyakarta. Peringatan perang 6 jam di Ibukota RI, Yogyakarta ini diadakan sebagai bentuk rasa hormat kepada para pejuang revolusi kemerdekaan Indonesia di 1949. Peristiwa yang juga sedang digagas menjadi hari besar nasional ini meninggalkan sejumlah artefak yang kini tersimpan di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.
Sejumlah artefak peninggalan peristiwa tersebut oleh para perupa direspons menjadi narasi baru. Sumber narasi diambil dari Monumen Serangan Umum 1 Maret yang berdiri tegak di Kilometer 0 Yogyakarta. Monumen karya Pematung Saptoto dibuat tahun 1973 ini mempresentasikan 5 karakter utama: tentara, pelajar, petani, perempuan, dan pemuda. Dari sinilah para seniman (Dedy Sufriadi, Lutse Lambert, Riyan Kresnandi, Tempa, Broken Picth) mengelola narasi masa lalu menjadi nilai-nilai yang kontekstual, bagi generasi saat ini dan masa depan.
Narasi inilah yang menyatukan tujuan pameran tentang pentingnya memorabilia sebagai titik pemikiran. Konsepnya bersifat kultural, sosial, namun menjadi sarana rekreasi yang berkualitas. Melalui karya seni visual, penonton diajak menelusuri sejarah dan membingkainya menjadi ruang baru yang rileks, egaliter, namun tetap memberi ruang kritis. Kesimpulannya, terkuak bahwa keberhasilan Serangan Umum ini merupakan hasil ikhtiar bersama antar elemen dalam meraih kedaulatan bangsa.
Pameran ini diinisiasi oleh Kemendikbud-ristek RI, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, bermitra dengan Jurusan Tata Kelola Seni FSR ISI Yogyakarta dan Majalah Intisari. **vol
Berita Terkait :
- Lakukan 8 Cara Ini, Kamu Pasti Nikmati Hari Libur0
- Wanita Harus Tau, Ini 5 Sikap Unik Wanita Bikin Pria Jatuh Cinta0
- Berikut 5 Ciri-Ciri Omicron, Nomor 5 Waspada !0
- Kelurga Besar JMSI Lakukan Aksi Donasi Untuk Korban Gempa di Sumbar0
- Ada Gadis Asal Inhu Riau Terjebak di Perang Rusia Vs Ukraina0
_Black11.png)









