Ada Gadis Asal Inhu Riau Terjebak di Perang Rusia Vs Ukraina

Publisher Vol/Zul Internasional
26 Feb 2022, 01:20:18 WIB
Ada Gadis Asal Inhu Riau Terjebak di Perang Rusia Vs Ukraina

Arrahim, warga Riau asal Air Molek kini berada di kawasan Perang Rusia-Ukraina.


VokalOnline.Com - Arrahim, warga Riau asal Air Molek kini berada di kawasan Perang Rusia-Ukraina. Namun, kondisi gadis yang tengah menjalani studi di Kota Rostov on Don itu dalam keadaan baik-baik saja.

Kota Rostov on Don sendiri adalah sebuah kota yang berada di Rusia Selatan. Kota ini berada di perbatasan antara Rusia dan Ukraina.

Tepatnya, bersebelahan dengan kawasan Donbask yang menjadi basis kelompok separatis yang didukung Rusia. Kawasan Donbask sendiri adalah bagian dari Ukraina yang memiliki dua kota utama yakni Donestk dan Luhanks.

Artinya, dengan posisi geografisnya, Kota Rostov on Don yang menjadi tempat tinggal Arrahim merupakan area perang antara Rusia vs Ukraina.

Arrahim sendiri adalah mahasiswi asal Indonesia yang mengikuti beasiswa Pemerintah Rusia untuk program S2 dengan jurusan International Studies in The Context of Language and Culture. Ia sudah 3 tahun berada di Rusia.

Sebelumnya, Arrahim merupakan lulusan S1 jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Andalas, Sumatera Barat. Ia lulus tahun 2015. Arrahim menyebut jika kondisinya sejauh ini baik dan aman.

"Sampai saat ini dan tidak ada mendengarkan apa pun yg terkait diberitakan di daerah Rostov on Don. Letusan perang terjadi di Ukraina. Meski berada di kawasan perbatasan, namun Di Rusia, sejauh ini baik-baik saja," kata Arrahim seperti dilansir Tribun Pekanbaru, Rabu (25/2/2022) waktu Indonesia, dirinya kini masih tinggal di Kota Rostov On Don.

"Belum dapat arahan untuk dievakuasi karena situasi di Rostov masih aman terkendali. Aktivitas masih seperti biasa," sebut dia.

Gadis yang juga dikenal dengan nama Amoyviolentisca itu juga menyebutkan, perang yang terjadi saat ini, tentunya sudah dipertimbangkan oleh pihak Rusia untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan warga negaranya termasuk warga asing yang tinggal di sana. "Jadi potensi serangan balik dari Ukraina, saya rasa sudah dipertimbangkan dengan baik oleh Rusia," sebutnya.

Saat ditanyai apakah dia mengetahui kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) khususnya pelajar di Ukraina, Arrahim menyebutkan, ia pribadi tidak mengetahui berapa jumlah WNI di Ukraina.

"Akan tetapi berdasarkan berita yang saya baca, mereka sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman, menimbang memang tidak adanya PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di Ukraina untuk memastikan angka WNI di sana," ucapnya.

Sedikit digambarkan Arrahim, Rostov On Don, tempat dirinya tinggal saat ini, merupakan Kota Sejarah. "Untuk kegiatan masih berjalan seperti biasa dalam artian memang tidak ada aktivitas yang terganggu karena kondisi perang ini," imbuh Arrahim.

Kehidupan penduduknya aman, baik itu sebelum maupun sesudah pandemi covid-19. Kota ini berjarak sekitar 165 Kilometer dengan Ukraina.

Sebagaimana diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin, mendeklarasikan operasi militer khusus terhadap Ukraina. Sejumlah wilayah menjadi sasaran serangan Rusia. Rudal-rudal Rusia menghujani kota-kota Ukraina.

Vladimir Putin mengatakan, salah satu alasannya menyerang Ukraina adalah karena para pemimpin kelompok separatis di Ukraina timur meminta bantuan Rusia. **


Puan: Jamin Keselamatan WNI di Ukraina

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah jamin keselamatan dan keamanan Warna Negara Indonesia (WNI) yang masih berada di Ukraina. Hal ini disampaikan Puan Maharani melalui keterangan tertulis, Jumat (25/2/2022), menanggapi serangan Rusia ke Ukraina.

Puan mengatakan, pemerintah juga perlu menyiapkan skenario evakuasi WNI di Ukraina. "Jangan sampai ada satu pun warga Indonesia yang terluka dalam konflik di Ukraina. Keselamatan dan keamanan WNI harus menjadi prioritas," kata Puan.

Berdasarkan laporan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), tercatat ada 138 WNI yang berada di Ukraina. Puan menilai, evakuasi terhadap WNI di Ukraina untuk kembali ke Indonesia saat ini sudah perlu dipertimbangkan serius. 

"Sehingga pemerintah, KBRI dan semua stakeholder harus berkoordinasi dengan efektif jika perlu melakukan evakuasi dan membawa pulang seluruh WNI secepatnya dan seaman mungkin," imbuhnya.

Puan juga meminta Pemerintah untuk menyiapkan segala kebutuhan WNI jika proses evakuasi dilakukan. Mulai dari safe house, kebutuhan sehari-hari, sampai transportasi untuk kembali ke Tanah Air. Puan menegaskan evakuasi adalah salah satu bentuk perlindungan negara yang harus dilakukan terhadap semua warga negara Indonesia yang sedang berada di wilayah konflik di luar Tanah Air.

Terkait konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, Puan mengingatkan posisi Indonesia sebagai negara bebas aktif. Namun ia menyerukan agar perang dihentikan untuk menghindari kekerasan terhadap umat manusia.

"DPR meminta Pemerintah Indonesia dengan bebas-aktif mendorong terciptanya perdamaian dunia, lewat berbagai forum internasional, sebagaimana diamanatkan konstitusi. Hentikan perang. Perang hanya menyisakan arang juga abu bagi yang melakukannya, dan manusia yang menjadi korbannya," tambah Puan.

Puan pun menyatakan keprihatinannya terhadap eskalasi konflik di Ukraina yang menyebabkan jatuhnya korban sipil.

"Saat ini seharusnya dunia bersatu menghadapi pandemi Covid-19, dan bukannya melakukan  tindakan yang mengganggu stabilitas dunia," tutup Puan. **Tim

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment