- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
Rusia: Putin Lancarkan Invasi Demi Bebaskan Ukraina dari Penindasan

Presiden Putin disebut menginvasi Ukraina demi membebaskan bangsa bekas pecahan Uni Soviet itu dari penindasan. (Foto: AP/Alexander Zemlianichenko)
Jakarta, VokalOnline.Com - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, sekali lagi membela keputusan negaranya menginvasi Ukraina. Dalam jumpa pers di Moskow, Lavrov mengatakan Rusia ingin membebaskan Ukraina dari "penindasan".
"Presiden Rusia Vladimir Putin mengambil keputusan melakukan operasi militer khusus untuk demiliterisasi dan menjauhkan Ukraina dari pengaruh seperti zaman Nasi (de-nazifikasi), dibebaskan dari penindasan sehingga Ukraina dapat dengan bebas menentukan masa depan," kata Lavrov pada Jumat (25/2) seperti dikutip AFP.
Pernyataan Lavrov itu muncul ketika agresi Rusia di Ukraina kian meluas. Pasukan Rusia dilaporkan terus bergerak masuk hingga semakin mendekati Ibu Kota Kiev.
Militer Ukraina menuturkan manuver pasukan Rusia semakin mendekati Ibu Kota Kiev, terutama dari arah utara dan timur laut pada Jumat (25/2). Pergerakan militer Rusia yang kian mendekati Kiev ini dikhawatirkan memperbesar ancaman ibu kota jatuh ke tangan pasukan Presiden Vladimir Putin di hari kedua invasi.
Militer Ukrainajuga memaparkan pasukan Rusia terus berupaya memasuki Kiev dari Kota Konotopdi timur ibu kota. Kota Konotopkini telah diduduki pasukan Rusia.
Sebelumnya, pasukan Rusia sudah mulai bergerak menuju Ibu Kota Ukraina, Kiev, sejak Jumat pagi. Warga sekitar diminta melaporkan pergerakan Rusia dan melawan menggunakan molotov. Rentetan tembakan juga dilaporkan telah terdengar dekat distrik pemerintah di Ibu Kota Kiev.
"Kami mendesak warga untuk menginformasikan pergerakan pasukan, membuat bom molotov, dan melawan musuh," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Ukraina melalui Facebook.
Pada Kamis (24/2), Presiden Putin mengumumkan invasi pasukannya ke Ukraina. Dalam pidatonya, Putin mengklaim hanya melancarkan operas militer khusus ke wilauah Donbas yang selama ini dikuasai kelompok separatis pro-Rusia.
Namun, di lapangan, pergerakan agresi militer Rusia terus meluas ke berbagai wilayah di Ukraina. Rusia bahkan telah melumpuhkan lebih dari 80 fasilitas militer Ukraina.
"Republik Rakyat Donbas menyampaikan permintaan bantuan ke Rusia. Sehubungan dengan itu, saya membuat keputusan melancarkan operasi militer khusus," kata Putin dalam pidatonya yang disiarkan di televisi dikutip TASS, Kamis (24/2).
Putin berdalih "operasi militer khusus" secara terbatas di Donbas dikerahkan demi melindungi warga Donbas yang menurutnya telah menjadi sasaran "genosida" Ukraina.
"Tindakan kami adalah membela diri terhadap ancaman," kata Putin dalam pidatonya seraya mengklaim bahwa Moskow tidak punya rencana untuk menduduki Ukraina.**vol/jn
Berita Terkait :
- Rusia Klaim 150 Tentara Ukraina Menyerah usai Digempur0
- Pasukan Rusia Dekati Kiev dari 2 Sisi, Ibu Kota Ukraina Kian Terkepung0
- Prancis desak warganya segera tinggalkan Ukraina0
- Ribuan Mobil Harga Miliaran Terjebak di Kebakaran Kapal Kargo0
- Jokowi Dorong Sinergi dan Kolaborasi G20 Hadapi Ketidakpastian Global0
_Black11.png)









