- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
Diperiksa Polisi, Dokter Harun Tak Jelaskan Gas Air Mata Kanjuruhan

VokalOnline.Com-- Penyidik Polda Jawa Timur telah memintai keterangan dokter di RS Wava Husada Malang, dr Muhammad Harun Rosyid di Mapolres Malang, Selasa (15/11).
Dokter tersebut diperiksa terkait kematian para korban Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan setidaknya 135 orang pada awal Oktober lalu.
Sementara itu soal dampak gas air mata yang dipakai aparat di dalam Stadion Kanjuruhan terhadap korban, dokter Harun tidak berbicara terkait hal tersebut saat diminta keterangan penyidik Polda Jatim.
"Beliau hanya menjabarkan soal ilmu kedokteran. Makanya, kenapa tadi penyidik dari Polda menyampaikan bisa jadi apa yang disampaikan klien kami menjadi satu keterangan ahli. Sebagai bahan untuk teman-teman penyidik," ujar Kuasa Hukum dr Harun, Bakti Riza saat dikonfirmasi, Rabu (16/11).
Harun, kata Bakti, hanya menyampaikan beberapa hal berdasarkan keahliannya sebagai dokter. Bakti memaparkan beberapa yang disampaikan ke polisi contohnya proses kematian seseorang seperti apa, lalu bagaimana jika orang meninggal dalam kondisi tidak wajar, sesuai dengan pengalaman, dan keilmuannya sebagai dokter.
"Intinya untuk memperkaya informasi terkait Tragedi Kanjuruhan. Itu poin utama pemanggilan dan pemeriksaan dokter Harun tadi," kata Bakti, dikonfirmasi Rabu (16/11).
Riza mengatakan, keterangan Harun dibutuhkan untuk melengkapi konstruksi berkas dari kepolisian yang dikembalikan kejaksaan.
Bakti juga menyebut, Harun diminta menjelaskan soal proses penanganan pasien korban Tragedi Kanjuruhan pada awal Oktober lalu.
"Klien kami juga menjelaskan mengenai proses penanganan pada berapa korban yang dirawat baik mereka yang luka maupun meninggal dunia," kata Bakti.
Bakti mengatakan total ada 33 pertanyaan yang diajukan penyidik Polda Jatim ke dokter Harun.
Selain itu, berdasarkan informasi yang ia terima, sudah ada 12 dokter yang dimintai keterangan oleh Polda Jatim. Namun, Bakti menyebut keterangan yang diambil konstruksinya hanya untuk melengkapi berkas P19 yang sebelumnya telah dikembalikan kejaksaan ke kepolisian.
"Ini pemeriksaan pertama kali untuk klien kami. Semoga juga jadi yang terakhir agar prosesnya cepat," katanya.
Terpisah, Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana menyebut pemeriksaan Harun mestinya dilakukan di Mapolda Jatim. Tapi yang bersangkutan meminta pemeriksaan itu dilakukan di Polres Malang. Untuk itu, dirinya kemudian berupaya memfasilitasi agar proses pemeriksaan berjalan lancar.
"Kami mengakomodir dan mengabulkan permohonan dari yang bersangkutan. Jadi tim dari Polda Jatim datang ke Polres Malang. Kami hanya menyiapkan ruangan saja," ujarnya.**Syafira
Berita Terkait :
- Staf Ahli Bupati Buka kegiatan Pelatihan CTU0
- Eks Bupati Bener Meriah Aceh Segera Disidang Kasus Jual Kulit Harimau0
- LBH Medan Curiga dengan Tuntutan Kasus Kerangkeng Langkat0
- Biden Rapat di Bali: Rudal Hantam Polandia Mungkin Bukan dari Rusia0
- Murid SDN Pondok Cina 1 Depok Kembali Belajar Tanpa Guru0
_Black11.png)









