- Konflik Agraria Inhu, DPR RI Minta Penangguhan Penahanan Mantan Kades Sungai Raya
- Bripda Renhard Bawa Nama Polres Meranti di Riau Challenge 2026, Raih Medali Perak
- LAMR Kepulauan Meranti Siapkan Empat Agenda Besar, Digelar 19–20 September 2026
- Pemkab Meranti dan UIN Suska Riau Buka Peluang Kolaborasi Pengembangan Potensi Daerah
- Diduga Terlibat Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pria 64 Tahun di Inhu Masuk DPO Polisi
- Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja
- Puluhan Tahun Berpisah, Alumni SMAN 2 Pekanbaru Kembali Bertemu dalam Reuni
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla 13 Hektare di Bengkalis
- Perawatan Jalan Berkelanjutan, PT PAS Mitra Agrinas Pastikan Pengangkutan TBS Tetap Lancar
- Firmansyah Resmi Diumumkan Dalam Paripurna Jabat Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru
3 Nyawa Bocah Melayang, Komnas PA Pelalawan Minta APH Dalam Tragedi Sungai Segati

LANGGAM, VokalOnline.Com - Tragedi maut yang merenggut 3 nyawa bocah kecil tak berdosa penumpang Colt diesel dalam tujuan kebun akasia milik PT. Nusa Warna Raya (NWR) di Desa Segati Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, Sabtu (22/2/2025) mendapat sorotan dari Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Pelalawan.
Komnas PA Kabupaten Pelalawan melalui Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Reformasi Hukum Chandra Yoga Adiyanto SH, MH mempertanyakan standar kendaraan angkutan yang dipergunakan perusahaan untuk antar jemput karyawannya yang bekerja di kebun Akasia.
"Kendaraan yang ditumpangi itu tidak memenuhi standar keselamatan bagi pekerja, setahu saya tidak boleh ada kendaraan karyawan menggunakan bak terbuka, NWR itu sangat tidak memanusiakan karyawannya," ucap Wakil Ketua bidang Advokasi dan Reformasi Hukum Yoga Chandra Adiyanto SH MH dikantor Komnas PA Pelalawan di jalan lintas Timur Pangkalan Kerinci, Ahad (23/2/2025).
Yang menyesalkan bagi Komnas PA Pelalawan, yang menjadi korban maut di Sungai Segati itu adalah anak balita yang di bawa orang tua bekerja di kebun Akasia perusahaan penyuplai bahan baku Industri Pulp dan Paper RAPP.
"Korban meninggal itu adalah anak balita tiga orang, yang hilang 12 orang, enam diantaranya adalah anak anak, ini sangat tragis,"imbuhnya.
Mengingat ada anak anak juga dalam rombongan penumpang naas itu saat kejadian, Komnas PA Pelalawan akan melakukan investigasi di lapangan terkait keikut sertaan anak nak dalam perjalanan ke kebun Akasia.
"Kita juga mendalami, apakah anak anak itu diperkerjakan untuk pembibitan Akasia," ujar advokat muda ini juga mengapresiasi sikap tanggap DPRD Pelalawan yang sudah mengeluarkan pernyataannya akan menjadwalkan pemanggilan perusahaan dan Disnaker Pelalawan terkait tragedi Sungai Segati.
"Sangat mengapresiasi sikap pimpinan DPRD yang menjadwalkan pemanggilan perusahaan dan Disnaker Pelalawan," katanya Chandra juga menghimbau berbagai pihak terkait untuk melakukan peran aktif membuka tabir di balik tragedi Sungai Segati itu.
"Selain DPRD, Disnaker, kita harap pihak kepolisian mendalami kasus ini secara transparan, pun dengan organisasi Serikat pekerja, apakah ada potensi potensi pelanggaran lainnya dilakukan oleh anak perusahaan RAPP itu,"himbaunya.
Tragedi Sungai Segati yang memakan korban karyawan PT NWR itu sudah menjadi berita nasional, penanganannya mestinya harus ekstra oleh semua pemangku kepentingan.
"Penjelasan pihak perusahaan yang mengatakan truk itu milik perusahaan kontraktor tentu tidak bisa di telan bulat bukan. itu kan versi mereka, kebenarannya harus dilakukan penyelidikan oleh kepolisian nantinya, pun kalau benar milik perusahaan kontraktor. Kok bisa di menangkan kendaraan tak sesuai standar angkutan orang untuk membawa karyawan, ini harus di buka secara terang benderang,"tegasnya lagi.
Pernyataan pernyataan humas yang bertolak belakang dari fakta lapangan tentu harus menjadi rujukan bagi pihak pihak yang berkepentingan agar tragedi dibuka secara terang benderang, seperti alasan bahwa karyawan tidak dalam posisi bekerja dan lagi mengantar ke pasar belanja.
"Terkait alasan tidak bekerja terbantahkan dengan pernyataan Kabid Humas Polda Riau yang mengatakan bahwa truk pengangkut karyawan hendak menuju kebun penanaman Akasia, dan pernyataan membawa kepasar perlu didalami kebenarannyaa, karena pasar Segati itu hari Ahad,"beber Chandra.
Chandra Yoga Adiyanto SH, MH itu berharap pihak perusahaan dapat menyampaikan informasi yang benar sesuai fakta di lapangan.
"Ini tragedi kemanusiaan, ada anak anak tidak berdosa jadi korban. Kita minta PT NWR, terbuka jangan ada yang ditutupi,"pungkasnya.(**)
Berita Terkait :
_Black11.png)









