Puluhan Tahun Berpisah, Alumni SMAN 2 Pekanbaru Kembali Bertemu dalam Reuni

Publisher Vol/fit Daerah
02 Sep 2026, 14:00:02 WIB
Puluhan Tahun Berpisah, Alumni SMAN 2 Pekanbaru Kembali Bertemu dalam Reuni

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Waktu boleh memisahkan, usia boleh berubah, tetapi persahabatan masa sekolah ternyata tetap memiliki tempat tersendiri di hati. Suasana itulah yang terasa dalam reuni alumni SMAN 2 Pekanbaru di Hotel Pangeran, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Ahad (30/8).

Sekitar 30 alumni hadir dalam pertemuan yang mengusung tema “Rajut Silaturahim Tetap dalam Kebersamaan”. Mereka datang bukan sekadar menghadiri acara, tetapi juga membawa kembali kenangan masa sekolah yang telah berlangsung puluhan tahun silam.

Satu per satu alumni diperkenalkan oleh Ketua Panitia Reuni, Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS. Momen tersebut sederhana, tetapi terasa emosional. Sebagian peserta sudah lama tidak bertemu dan kini dipertemukan kembali dalam suasana yang penuh keakraban.

Bagi mereka, reuni menjadi kesempatan untuk mengetahui kembali kabar sahabat lama, mengenang masa muda dan menyadari betapa panjang perjalanan kehidupan yang telah dilalui bersama.
Nuansa nostalgia semakin terasa ketika Drs. H. Hasan Masri, mantan Kepala SMAN 2 Pekanbaru, mengisahkan perjalanan awal sekolah.

Masri  menceritakan bahwa pada masa awal perkembangannya, SMAN 2 Pekanbaru belum memiliki gedung sendiri. Proses belajar-mengajar masih menumpang di sekolah swasta Setia Dharma. Dengan perjuangan yang panjang, sekolah tersebut akhirnya memiliki bangunan sendiri di Jalan Nusa Indah Nomor 4 Pekanbaru.

Cerita itu seakan membuka kembali lembaran lama. Sekolah bukan lagi sekadar bangunan, melainkan tempat yang menyimpan cerita tentang persahabatan, guru, pelajaran, kenakalan masa remaja hingga cita-cita yang dahulu dibicarakan di bangku sekolah.

Hardinsyah dalam kesempatan tersebut mengajak para alumni untuk terus menjaga hubungan baik.
Menurut dia, silaturahim tidak harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Pertemuan sederhana, percakapan dan senyuman sudah cukup menjadi sarana menghadirkan kebahagiaan.

“Silaturahmi itu menggerakkan mulut dan bibir kita untuk bicara dan tersenyum,” ujarnya.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Dra. Sri Yanti sebagai MC, dilanjutkan Shalawat Jibril dan doa yang dipimpin H. Nasrul Agus.
Sebagai bentuk penghargaan, panitia menyerahkan cenderamata kepada Drs. H. Hasan Masri, Isnen Rais dan Miss Am. Cenderamata diserahkan oleh Dr. Nurmawati Syakroni, Apt., M.Sc., Ph.D.

Sementara pesan dan kesan disampaikan dr. T. Afrizal selaku penasihat alumni. Ia mengapresiasi kerja panitia dan seluruh peserta yang telah hadir sehingga reuni dapat berlangsung dengan baik.

Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah acara, tetapi menjadi momentum untuk terus menjaga silaturahim.

Suasana semakin cair ketika Roswita dan Anizar memandu berbagai permainan. Tebak judul lagu, menyambung lirik, pertanyaan tentang anggota grup, Maulid Nabi, hafalan Pancasila hingga pertanyaan unik lainnya membuat suasana dipenuhi tawa.

Sasmita, Ahmad Yantos Nahar, Sri Yanti, Marnis, Irwan Rizal, Nilawati dan Nurmawati menjadi peserta yang berhasil meraih kemenangan dalam berbagai permainan tersebut.
Kehangatan juga diberikan kepada alumni yang berdomisili di luar kota. Cenderamata diberikan kepada Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS, Ahmad Yantos Nahar dan Ir. Amnilis, M.Si. Penyerahan dilakukan oleh Dr. Hasnati, S.H., M.H.

Reuni pun ditutup dengan santap siang bersama. Namun, yang dibawa pulang para alumni bukan sekadar kenangan tentang hidangan atau rangkaian acara.
Mereka membawa kembali rasa persaudaraan yang pernah tumbuh di sekolah.

Puluhan tahun setelah meninggalkan bangku SMAN 2 Pekanbaru, para alumni membuktikan bahwa jarak dan waktu tidak selalu mampu menghapus persahabatan. Reuni menjadi cara sederhana untuk mengatakan bahwa kenangan masa sekolah masih hidup dan silaturahim masih layak terus dirajut.(**)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment