- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
Abainya Pemda Inhu Dengan Replika Istana Kerajaan Indragiri Dinilai Merugikan Daerah

Sarpius Said (baju putih) Peltu Purn TNI Arifin (baju coklat)
Inhu, VokalOnline.Com - "Berbunga berbunga tapi tak jadi putik" peribahasa ini ditujukan untuk adat dan kebudaya di Indragiri yang tidak terperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri hulu (Inhu)-Riau, salah satunya Replika istana Indragiri yang dibangun megah di lokasi objek Danau raja Rengat sekitar tahun 2004 silam.
Dari berbagai sumber menyebutkan, kerajaan Indragiri didirikan pada akhir abad ke-13, menjadi kerajaan bercorak Islam pada abad ke-15. Kerajaan Indragiri berumur 800 tahun, dan di Inhu dibangunlah Replika istana kerajaan Indragiri di lokasi objek wisata Danau raja.
"Replika istana Indragiri itu tombak wisata dan wajah adat Inhu, dengan tidak dilakukan perawatan oleh perintah Inhu Replika istana Indragiri menjadi bahan lelucon dan gunjingan," ujar pemerhati pemerintahan dan kebudayaan, Sarpius Said berbincang dengan wartawan Selasa (20/9/2022) di Rengat.
Wajah wisata Inhu itu adalah Replika istana Indragiri dialokasi objek wisata Danau raja, miris melihatnya, menurut pensiunan ASN yang pernah berdinas di Badan Pertanaha Nasional (BPN) ini, lihatlah sarana pendukung seperti MCK Replika istana, meja, taman, infrastruktur lainnya termasuk lampu taman tidak lagi menyala. "Patung singa saja hiasan di Replika istana Indragiri juga sudah pecah pecah," ujar Sarpius.
Masyarakat ujar Sarpius, meminta perhatian Pemda Inhu terkait dalam pengelolaan Replika istana yang terletak di objek wisata Danau Raja, jika Replika istana Indragiri menjadi objek wisata tentunya bisa berpotensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Senada juga disampaikan tokoh masyarakat Inhu, Peltu Purn TNI Arifin, menurutnya oleh salah satu daya tarik untuk mengunjungi Danau Raja adalah adanya objek lain sebagai pendukung seperti Replika istana Indragiri yang ada di sekitar Danau raja.
"Replika istana atau sering disebut rumah adat itu, sebaiknya di pelihara, dicat dengan ornamen asli dan menempatkan petugas pemeliharaan Replika jangan dianggap itu punya kerajaan itu Replika istana Indragiri miliki masyarakat Inhu yang perawatnya menjadi tanggung jawab pemerintah," jelasnya. **vol-01
Berita Terkait :
- Ini Nama Pemenang Mewarnai dan Comedy Stand Up Satlantas Polres Inhu0
- Program Jubah Emas, Polres Inhu Berikan Bantuan Pengasuh Yatim Piatu0
- Pengakuan Napi Rengat, Sidang Seperti Pura Purak Tapi Hukuman Benaran Berat0
- Secercah Asa Dari Polres Inhu Untuk Talang Mamak di Aliran Sungai Gansal0
- Pengusaha di Riau Ini Tidak Bayarkan Denda Pajak 77 Juta, Direktur PT UG Diproses Hukum 0
_Black11.png)









