- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Ahmadiyah Pekanbaru Dukung Pemerintah Sukseskan Vaksinasi
Berkomitmen Putus Penyebaran Virus Corona

Silaturahmi dan buka puasa bersama pengurus Ahmadiyah Pekanbaru dengan personel Dit Intelkam Polda Riau. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Kelompok Ahmadiyah Pekanbaru berkomitmen meminta jemaat menyukseskan vaksinasi yang gencar dilakukan pemerintah. Jemaat juga diminta mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Mubaligh Ahmadiyah di Pekanbaru, Muslim Permasi Barus juga meminta pengurus serta jemaat tidak menolak vaksin karena bertujuan mengakhiri pandemi Covid-19.
"Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang memenuhi syarat untuk divaksin tidak ragu dalam menerima vaksin ini," kata Muslim saat bersilaturahmi dengan personel Direktorat Intelijen Kemanan Polda Riau, baru-baru ini.
Sejumlah mubaligh dan jemaat terlihat hadir dalam kegiatan buka bersama ini. Sementara dari Direktorat Intelkam Polda Riau diwakili oleh Ps Panit III Subdit Politik Ipda Rony Carlos dan sejumlah anggotanya.
Muslim dan Jemaat Ahmadiyah Pekanbaru juga bersepakat menjaga kondusivitas serta krama serta ketertiban masyarakat di Kota Madani Bertuah.
"Kemudiam jemaat mematuhi protokol kesehatan 4 M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi keramaian," kata pria yang dimandatkan menggantikan mubaligh sebelumnya, Zulfikar Damanik.
Muslim mengatakan, pihaknya sejak pandemi Covid-19 menerima arahan dari pimpinan Ahmadiyah pusat untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Termasuk menerima vaksin Sinovac untuk meningkatkan imun dari Covid-19.
Selama pandemi, Ahmadiyah Pekanbaru juga membatasi pengajian rutin. Sudah beberapa bulan terakhir pihaknya tidak mendatangkan jemaat dari luar karena diminta beribadah di rumah masing-masing.
"Kemudian dalam silaturahmi tadi ada tiga poin yang disepakati, yaitu mengajak jemaat Ahmadiyah mematuhi protokol kesehatan dan sukseskan vaksinasi, kemudian mendukung Polda Riau menjaga Kamtibmas serta menyatakan NKRI harga mati," kata Muslim.
Dalam silaturahmi itu Jemaat Ahmadiyah menyatakan pandemi Covid-19 bukanlah konspirasi. Biasanya, pemahaman konspirasi terjadi karena masyarakat kurang menerima informasi komprehensif dari pihak berwenang.
"Sehingga masyarakat kurang mengetahui bahaya akan pandemi Covid-19 itu sendiri," jelas Muslim.
Di sisi lain, Polda Riau berterimakasih atas dukungan serta berharap Jemaat Ahmadiyah mendukung Polri Presisi. Terutama dalam informasi Covid-19 yang saat ini masyarakat masih beragam memahaminya. ***
Berita Terkait :
- Gubri Harap BEM Nusantara Cerdaskan Anak Bangsa0
- SRG Berpotensi Mendukung Stabilitas Harga Pangan0
- 220 Ribu Hektare Hutan Mangrove Riau Perlu Diselamatkan0
- 200 Imam Masjid Paripurna Pekanbaru Bakal Divaksin0
- Pemkab Rohil Berlakukan PPKM Mikro 0
_Black11.png)









