- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Pemkab Rohil Berlakukan PPKM Mikro

Jajaran Forkopimda Rohil mengikuti rapat percepatan penanganan Covid-19. IST
BAGANSIAPIAPI (VOKALONLINE.COM) - Upaya dalam menekan angka positif Covid-19 kini terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil). Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Rohil bahkan terus mengalakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro skala rumah tangga (RT) sesuai dengan arahan Gubernur Riau.
PPKM Mikro skala rumah tangga ini diterapkan untuk memetakan perkembangan kondisi kesehatan terkhusus terkait dengan kasus Covit 19 yang belakangan ini mulai kembali mencuat.
"Peran kita berkolaborasi dan Satgas Covit 19 akan terus turun kelapangan dan bila di dapati adanya kasus yang tinggi pada satu daerah maka akan di dirikan PPKM Mikro," kata Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kabupaten Rohil, Ahmad Yusuf usai menghadiri rapat evaluasi di Mess Pemda, Senin (19/4/2021)
Dijelaskan Ahmad Yusuf, PPKM Mikro ini adalah pembatasan kegiatan masyarakat skala RT.
"Tidak semua daerah dilakukan pembatasan, melainkan hanya daerah yang terdapat kasus saja," terangnya.
Hal ini dilakukan lanjut Plt Kadis Kesehatan Rohil ini untuk memperkecil kasus penukalaran Covit 19.
Kabupaten Rohil saat ini tergolong cukup tinggi kasus positif Covid 19. Namun, dalam dua hari terakhit penderita atau yang terjangkit Covid-19 positif terbilang menurun dan hanya ada 6 (enam) kasus saja yang tersebar di Kecamatan Bangko, Tanah Putih serta Kecamatan Bagan Sinembah.
"Seperti tahun sebelumnya, untuk penanganan di daerah kita masih memberdayakan Puskesmas yang ada di Kecamatan dan kita dari Satgas tetap terus melakukan komunikasi setiap harinya," terang Ahmad Yusuf.
Disingung apa penyebab sehingga belakangan ini kasus positif Covit 29 kembali meningkat, dirinya menerangkan hal ini di akibatkan oleh mulai kendornya kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan.
"Misal, biasanya masyarakat selalu mengunakan masker, belakangan sudah banyak yang tidak mengunakan, termasuk mencuci tangan dan menjaga jarak," sebutnya.
Perlu untuk di ketahui imbuhnya, dari kasus yang mencuat belakangan ini, bukan lagi akibat klastet dari luar melainkan akibat transisi lokal dan itu perlu untuk di ketahui dan di waspadai bersama. (rls)
Berita Terkait :
- Gawat, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Riau Tertinggi di Sumatra0
- HMMM.....Gubernur Riau Juga Larang Masyarakat Mudik Lokal0
- Belasan Orang Serang Petugas Bea Cukai di Jalan Juanda Pekanbaru0
- Syamsuar Sebut Lonjakan Covid-19 di Riau Karena Hal Ini0
- Ada Bagi-bagi Uang di Warung Kopi Sebelum Pencoblosan0
_Black11.png)









