- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Dukung Generasi Bebas Stunting, Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Susu di Rohil
- Stand Pendaftaran PRB 2027 Resmi Dibuka: Langkah Awal Menuju Ajang Kompetisi Sains
- Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Meranti Beri 135 Teguran
- Sekda Meranti Buka Semarak Bulan Bahasa Sempena Sumpah Pemuda Lestarikan Budaya Melayu
- Karmila Sari Terima Penghargaan Alumni di Peringatan Dies Natalis ke-67 Untar
- Bupati Siak Afni Sandingkan Ketokohan Chadijah Ali dengan Tengku Agung Syarifah Latifah
- Syahrul Aidi Maazat Dorong Hasil Riset Kampus Jadi Acuan Kebijakan Pemerintah
- Sumpah Pemuda 2026 di Tembilahan, Iwan Taruna: Sinergi Pemda dan Pemuda Kunci Inhil Maju
- Sebanyak 183 Surveyor Riau dan Kepri Ikuti Pembekalan
AHY soal Anies-Cak Imin: Lebih Baik Agree to Disagree daripada Dipaksa

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pihaknya lebih memilih sepakat untuk tidak sepakat daripada menerima keputusan sepihak.
Jakarta, VokalOnline.Com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pihaknya lebih memilih sepakat untuk tidak sepakat daripada menerima keputusan sepihak.
Hal itu disampaikan AHY seiring dengan dipilihnya Ketum PKB Muhaimin Iskandar sebagai bakal cawapres mendampingi Anies Baswedan. Demokrat merasa tidak dilibatkan dalam keputusan memilih Cak Imin itu.
"Bagi kami, lebih baik bersepakat untuk tidak sepakat, agree to disagree daripada dipaksa menerima keputusan yang kami tidak terlibat dalam prosesnya," kata AHY dalam konferensi pers di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Senin (4/9).
Ia mengatakan dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Demokrat sejak awal telah mengingatkan agar tidak ada pemaksaan terhadap keputusan yang diambil tanpa partisipasi.
"Demokrat telah mengingatkan untuk tidak sekali-kali melakukan fait accompli atau dalam tanda kutip memaksa Demokrat untuk menerima sebuah keputusan, keputusan sepihak tanpa melibatkan partisipasi dalam pengambilan keputusan tersebut," kata dia.
Sebelumnya, Anies dan Cak Imin resmi dideklarasikan sebagai pasangan capres-cawapres oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh di Hotel Majapahit, Surabaya, Sabtu (2/9).
Acara deklarasi hanya dihadiri pengurus NasDem dan PKB. Sementara Presiden PKS Ahmad Syaikhu tak bisa hadir dalam acara deklarasi tersebut.
Sedangkan Demokrat telah menarik dukungan dari Anies di Pilpres. Partai besutan SBY itu merasa dikhianati oleh Anies dan NasDem yang memilih Cak Imin menjadi cawapres.(fit)**
Berita Terkait :
- KPK Disebut Periksa Cak Imin Besok Jadi Saksi Kasus Kemnaker0
- BENARKAH ANIES PENGKHIANAT? (Hingga Darahnya Halal Ditumpahkan) 0
- DMDI Indonesia Akan Lahirkan 100 ribu Pengusaha Baru Presiden DMDI Kukuhkan Duet Said Al Indris dan 0
- Skripsi Tak Wajib, Kemendikbud Ingatkan Kampus Tak Jadi Pabrik Ijazah0
- Elite Gerindra Tiba di DPP Partai Garuda Bahas Deklarasi Prabowo0
_Black11.png)









