- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
- Kapolres Meranti Kenalkan Green Policing di SDN 02 Selatpanjang
Aktivitas PETI Bebas di Desa Kasang Limau Sundai Ada Apa

Kuansing, VokalOnline.Com - Ditengah gencar -gencarnya Kapolres Kuansing melakukan razia Penambangan Emas Tanpa Izin Dompeng (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi, namun aktivitas PETI diwilayah hukum Polsek Kuantan hilir ini terlihat seolah-olah kebal hukum dan kerusakan makin tak terkendali.
Terlihat pada hari Kamis 23 Juni 2022 dari kejauahan pinggir jalan yang tak jauh dari pemukiman masyarakat, tepatnya didesa Kasang Limau Sundai, kecamatan kuantan hilir seberang, kabupaten kuantan Singingi, sangat terlihat rakit yang sedang Beraktivitas melakukan kegiatan PETI memporak-porandakan lingkungan yaitu perut bumi.
Kondisi lahan yang berada didaerah ini terlihat cukup mengerikan rusak akibat dampak aktivitas PETI. Sejauh ini kegiatan ilegal tersebut kurang disorot oleh penegak hukum wilayah setempat yaitu Polsek Kuantan hilir, sehingga aktivitas berlangsung aman tak terkendali.
Dari keterangan salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya Kepada awak media ini, kegiatan PETI diwilayah tersebut sudah cukup lama dan sulit dihentikan. Kabarnya aktivitas tersebut dilakukan pemilik Dompeng yang memiliki usaha rakit dompeng. Anjloknya harga karet kabarnya yang membuat warga beralih profesi, namun melihat sekilas aktivitas ini seolah ada pengusaha yang ikut bermain memanfaatkan momen sulitnya kehidupan masyarakat sehingga beralih menjadi penambang emas.
Daerah yang dulunya masyarakat bisa memanfaatkan aliran sungai untuk mandi dan mencuci saat sungai yang dulu nya jernih dan habitat yang ada didalam sungai seperti ikan sangat tergantung akan pada ekosistem sungai tersebut namun saat ini hanyalah tinggal cerit,dan tak bisa lagi di manfaatkan oleh warga untuk mencuci maupun untuk mandi,kini air nya sudah berubah bercampur lumpur kekuningan yang sangat kental, akibat aktivitas Peti yang porak-poranda perut bumi. Sayang aktivitas didepan mata ini tak tersentuh hukum.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, meminta kepada bapak Kapolri, Kapolda Riau, Kapolres Kuansing untuk turun langsung ke lokasi aktivitas Dompeng (Peti) yang kian hari kian tak terbendung yang merusak ekosistem alam baik itu sungai maupun didarat.**(Rusman)
Berita Terkait :
- Kemarin, Deportasi Buronan Jepang Hingga Muhammad Lutfi Diperiksa0
- Kemarin, Deportasi Buronan Jepang Hingga Muhammad Lutfi Diperiksa0
- Hadiri Malam Kreasi, Kapolri Tegaskan Polri Terbuka Terima Kritik0
- Kejagung Belum Temukan Fakta Mantan Mendag Terima Suap0
- Rendah Realisasi Pencarian, Pemrov Riau Dorong SKPD Percepat Kegiatan APBD 20220
_Black11.png)









