- Syahrul Aidi Serukan Penghormatan HAM bagi Minoritas Muslim di Forum Parlemen Dunia
- Murid MAN 1 Pekanbaru Raih Bronze Medal di Olimpiade Astronomi Internasional IOAA Hanoi
- Jarak Pandang Hanya 3–4 Meter di Kelok 17, Pengendara Diminta Ekstra Waspada
- Talang Mamak Diduga Diintimidasi, Yusmilar dan Asmuri Disebut Kerahkan Preman Bayaran
- Dukung Ketahanan Pangan dan Cegah Karhutla, Polsek Kuala Cenaku Turun Dampingi Petani
- Polemik 469 Hektare Eks PT SAL, Talang Mamak Soroti Sanksi, Penguasaan Lahan dan TPPU
- Kapolres Inhu Ajak Wartawan Perkuat Kemitraan dan Komunikasi dalam Menjaga Kamtibmas
- Ketua FORKI Riau Parisman Ihwan Dijadwalkan Buka Karate Kid 3 Riau Open 2026
- Syahrul Aidi Sambut Menlu Baru, BKSAP DPR Siap Berkolaborasi Penguatan Diplomasi Bebas Aktif
- Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026 Resmi Dibuka, 728 Karateka Siap Bertanding
Rendah Realisasi Pencarian, Pemrov Riau Dorong SKPD Percepat Kegiatan APBD 2022

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Pemerintah Provinsi Riau terus mendorong satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mempercepat pelaksanaan kegiatan APBD Provinsi Riau 2022 karena per 20 Juni 2022 realisasinya baru 27-29 persen.
"Capaian realisasi anggaran yang masih rendah tersebut mulai dari realisasi SP2D sebesar Rp2,67 triliun atau 29,75 persen, realisasi SPJ sebesar Rp2,48 triliun (27,66 persen) dan realisasi pengerjaan kegiatan fisik baru tercapai sebesar 33,50 persen," kata Sekretaris Dearah Provinsi Riau SF Hariyanto di Pekanbaru, Selasa.
Ia mengatakan untuk target anggaran kas terealisasi Juni 2022 sebesar Rp4,96 triliun atau 55,25 persen dan target realisasi Rp2,67 triliun (29,75 persen).
Ia menyebutkan, pagu APBD Provinsi Riau 2022 sebesar Rp8,65 triliun dan anggaran murni Rp8,98 miliar dengan pergeseran II yang terdiri dari Rp5,52 triliun untuk belanja operasional, Rp1,55 triliun untuk belanja modal, Rp1,89 triliun belanja transfer dan Rp13 miliar untuk belanja tidak terduga.
"Karenanya, perlu dilakukan upaya strategis terkait dana alokasi khusus (DAK) fisik 2022 di antaranya mempercepat pelaksanaan lelang pengadaan barang dan jasa. Kedua, melakukan pemenuhan persyaratan penyaluran DAK fisik berupa tinjauan APIP atas pelaksanaan DAK fisik tahun anggaran 2021," katanya.
Selain itu perlu segera mengajukan permintaan penyaluran DAK fisik ke KPA penyaluran DAK fisik dan dana desa melalui aplikasi OMSPAN.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Riau, Indra menekankan kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) mengawasi anggotanya dan konsisten dalam menyusun laporan arus kas (LAK) sesuai dengan kebutuhan rill masing-masing OPD.
"Jangan sampai terjadi defisit anggaran. Saya berharap bulan depan kita sudah masuk 10 besar untuk merealisasi serapan keuangan," katanya. **Fira
Berita Terkait :
- Menempuh Jalan Estrim Menuju Daerah Terisolir, Pj Bupati Kampar Setir Mobil Sendiri 0
- Laba Bersih BTN Meningkat 49,19 Persen0
- Jerman Tolak Rencana UE Larang Mobil Berbahan Bakar Fosil Mulai 20350
- Polda Riau Gulung 17 Tersangka 48 KG Sabu0
- Wisuda Angkatan Ke - V Santri-Santriwati MDTA AL, Quds0
_Black11.png)








