- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Dukung Generasi Bebas Stunting, Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Susu di Rohil
- Stand Pendaftaran PRB 2027 Resmi Dibuka: Langkah Awal Menuju Ajang Kompetisi Sains
- Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Meranti Beri 135 Teguran
- Sekda Meranti Buka Semarak Bulan Bahasa Sempena Sumpah Pemuda Lestarikan Budaya Melayu
- Karmila Sari Terima Penghargaan Alumni di Peringatan Dies Natalis ke-67 Untar
- Bupati Siak Afni Sandingkan Ketokohan Chadijah Ali dengan Tengku Agung Syarifah Latifah
- Syahrul Aidi Maazat Dorong Hasil Riset Kampus Jadi Acuan Kebijakan Pemerintah
- Sumpah Pemuda 2026 di Tembilahan, Iwan Taruna: Sinergi Pemda dan Pemuda Kunci Inhil Maju
- Sebanyak 183 Surveyor Riau dan Kepri Ikuti Pembekalan
Amien Rais: Hentikan Proyek Rempang Eco City

BATAM, VokalOnline.Com - Tokoh reformasi Indonesia Prof Dr Amien Rais meminta pemerintah membatalkan proyek Rempak Eco City di Pulau Rempang, Batam, karena dinilai terlalu kontroversi.
"Saya minta pemerintah membatalkan proyek ini. Untuk apa proyek besar jika pada akhirnya menyengsarakan rakyat," katanya. Pernyataan itu disampai Amien Rais dalam pertemuan dialog dengan masyarakat Rempang di masjid Sembulang, Senin.(../9) sore kemarin.
Amien Rais sengaja mendatangi masyarakat Rempang untuk memberi semangat kepada mereka agar kuat dalam menghadapi perjuangan mempertahankan kampung halamannya.
Menurut Amien Rais, pembangunan harus untuk kemaslahatan masyarakat. Jika malah menyengsarakan masyarakat, sebaiknya dihentikan.
"Apa lagi kita tahu kampung-kampung tua di Rempang ini sudah dihuni sejak lama, berabad-abad silam. Tentu memiliki nilai sejarah dan peradaban yang panjang. Jangan begitu mudah menggusur," ujarnya.
Amien Rais juga mempertanyakan proyek seperti apa yang diberi laluan oleh rezim ini sehingga mampu menguasai satu pulau yang luasnya hampir 17 ribu hektare.
"Apa lagi saya mendapat informasi yang berubah-ubah dari pemerintah. Kabar terbaru menyebut tidak sekaligus penggusuran 16 kampung tua. Tahap pertama tiga kampung saja dulu, dan lahan yang diperlukan 2.000 hektare. Ini menunjukkan pemerintah tidak siap," tambahnya.
Karena itulah, kata Amien Rais, proyek ini dibatalkan saja dulu, ditata ulang, sehingga tidak merugikan masyarakat. Amien Rais juga memuji sikap masyarakat Rempang yang menyatakan tidak anti-investasi, tapi jangan menggusur pemukiman mereka.
Pada peetemuan itu beberapa warga Rempang menyampaikan keluh-kesah mereka kepada Amien Rais.
"Terima kasih Pak Amien karena mau menengok kami yang tengah dalam kesusahan. Selama ini kami hanya bisa melihat Bapak di televisi, sekarang kami dapat bertemu langsung. Tolong kami Pak Amien. Kami tidak mau direlokasi," kata seorang ibu menyampaikan keluh kesahnya.
Jangan Menekan Masyarakat, Pada kesempatan dialog itu Amien Rais juga meminta kepada pihak aparat keamanan agar jangan menekan masyarakat. "Biarlah masyarakat membuat pilihan mereka. Jangan dipaksa-paksa," kata Amien. Namun, di sisi lain, Amin Rais juga minta masyarakat tidak terlalu menyalahkan aparat di lapangan.
"Bapak ibu harus tahu, bapak-bapak aparat ini hanya menjalankan perintah dari atasannya. Atasannya pula mendapat perintah dari atasannya lagi. Begitu seterusnya. Jadi mereka hanya menjalankan perintah," ujar.mantan Ketua MPR RI dan Ketua PP Muhammadiyah ini.**
Berita Terkait :
- Rasio Asupan Protein Hewani Berperan Penting Cegah Stunting0
- Anies Baswedan Pamer Punya Tim Pemenangan 'Avengers' di Pilpres 20240
- PBNU soal Rempang: Pengambilalihan Tanah Haram Jika Sewenang-wenang0
- Polantas Viral Maki-Ancam Patahkan SIM Pemotor Diperintah Minta Maaf0
- PAN Sebut Satu Parpol yang Bakal Ikut Dukung Prabowo Ada di Parlemen0
_Black11.png)









