- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Dukung Generasi Bebas Stunting, Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Susu di Rohil
- Stand Pendaftaran PRB 2027 Resmi Dibuka: Langkah Awal Menuju Ajang Kompetisi Sains
- Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Meranti Beri 135 Teguran
- Sekda Meranti Buka Semarak Bulan Bahasa Sempena Sumpah Pemuda Lestarikan Budaya Melayu
- Karmila Sari Terima Penghargaan Alumni di Peringatan Dies Natalis ke-67 Untar
- Bupati Siak Afni Sandingkan Ketokohan Chadijah Ali dengan Tengku Agung Syarifah Latifah
- Syahrul Aidi Maazat Dorong Hasil Riset Kampus Jadi Acuan Kebijakan Pemerintah
- Sumpah Pemuda 2026 di Tembilahan, Iwan Taruna: Sinergi Pemda dan Pemuda Kunci Inhil Maju
- Sebanyak 183 Surveyor Riau dan Kepri Ikuti Pembekalan
Polantas Viral Maki-Ancam Patahkan SIM Pemotor Diperintah Minta Maaf

Indentitas Polantas yang viral karena memaki dan mengancam mematahkan SIM pemotor sudah diketahui dan diperintahkan meminta maaf.
Jakarta, VokalOnline.Com - Aksi polisi lalu lintas yang bertindak kasar ketika hendak menilang pengendara motor viral di media sosial. Polisi ini memaki dan mengancam akan mematahkan Surat Izin Mengemudi (SIM) pengendara yang diduga melakukan pelanggaran lalu lintas tersebut.
Peristiwa ini diunggah pada akun media sosial Tiktok bernama Fenderlita pada Kamis (14/9).
"SIM mu ada?" tanya petugas tersebut.
"Mana SIM-mu gue patahin ntar. M****t lu dari tadi lu," tambah petugas tersebut.
Akun ini turut membeberkan kronologi atas kejadian tersebut yang disebut menimpa suaminya.
"Mohon maaf sebelumnya saya tidak pernah benci polisi, (tapi) baru kali ini ketemu polisi model begini. 11 detik yang mewakili," tulis akun tersebut.
Ia mengaku kejadian ini menimpa suaminya saat dalam perjalanan bekerja. Sekitar pukul 07.45 WIB, sang suami diberhentikan petugas di sebuah lampu merah, namun ia tak mengurai lebih jelas di mana dan kapan peristiwa tersebut terjadi.
"Karena ngerasa tidak ada salah apa-apa akhirnya suami minggir. Pak pol tanya "sudah perpanjang stnk?" Suami jawab "sudah" (ternyata yagg baru diperpanjang adalah stnk mobil, yang motor belum). Pak pol minta suami saya serahkan SIM & STNK. Suami saya mengaku salah dan tidak melawan sedikit pun, nada bicaranya juga tidak meninggi," ucap akun tersebut.
Kemudian, ia mengatakan petugas ini mengarahkan motor suaminya agar naik ke trotoar.
"Namun karena suami saya harus segera antar jualan (roti) ke pelanggan, jadi suami saya minta izin untuk antar pesanannya sebentar dan nanti kembali lagi (karena sudah dekat dengan lokasi pengantaran). Pak pol tidak mengizinkan dengan terus mengeluarkan kata-kata kasar," kata dia.
"Entah dipikirnya suami saya mencari-cari alasan untuk kabur atau bagaimana. Namun pesanan roti memang harus sampai ke pelanggan jam 8 karena untuk acara di kantornya," sambung akun tersebut.
Diminta minta maaf
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman membenarkan peristiwa tersebut dan meminta maaf sebagai pimpinan. Dia membeberkan kejadian itu terjadi di Cikini, Jakarta Pusat pada Selasa (12/9) pukul 07.30 WIB dan melibatkan anggotanya, Aipda Abdullah.
"Saat itu kejadiannya ada pelanggar yang dikatakan sudah menerobos lampu merah, tapi belum sampai kayaknya, sudah melawati garis setop. Makanya dihentikan oleh Abdullah ini. Setelah dihentikan memang ada pelanggaran lain," ujar Latif di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (14/9).
Latif juga membenarkan terjadi perdebatan antara anggotanya dengan pelanggar lalu lintas. Dia mengakui anggotanya mengeluarkan kata-kata yang tak sepatutnya.
"Kami sebagai pimpinan Ditlantas Polda Metro Jaya, saya mohon maaf sekali terhadap pelanggar tersebut," ujarnya.
Latif menambahkan Abdullah, diminta mencari tahu identitas pelaku pelanggaran sehingga dapat meminta maaf secara langsung. Menurut Latif anggotanya juga menyesali perbuatannya.
"Kami masih terus mencari alamat pelanggar, kalau sore ini kami dapat kami akan mendatangi secara langsung. Secara pribadi, Abdullah tadi sudah menyampaikan permohonan maaf dan dia menyesali perbuatannya dan tentunya ini menjadi pembelajaran buat kami dan ini tidak lagi di lapangan," kata Latif.(fit)**
Berita Terkait :
- PAN Sebut Satu Parpol yang Bakal Ikut Dukung Prabowo Ada di Parlemen0
- Demokrat: SBY Sudah Mau Ketemu Megawati0
- 5 Sikap Fraksi PKS DPR RI Atas Bentrok di Pulau Rempang Kepri0
- Diserahkan Menhan Prabowo, Gubri Syamsuar Terima Penghargaan Olahraga0
- Ketua DPC Gerindra Semarang Dicopot Buntut Pemukulan Kader PDIP0
_Black11.png)









