- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
- Anugerah Voice of The Ummah, JMSI Riau Apresiasi Kiprah Dakwah UAS
- UAS Dorong Media Berintegritas untuk Berkontribusi bagi Perubahan Umat
- JMSI Riau Serahkan Anugerah Voice of The Ummah kepada UAS
- Safari Dakwah Bersama Koh Dennis Lim, Hadirkan Tiga Tema Penguatan Diri dan Peran Masjid
- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
Polantas Viral Maki-Ancam Patahkan SIM Pemotor Diperintah Minta Maaf

Indentitas Polantas yang viral karena memaki dan mengancam mematahkan SIM pemotor sudah diketahui dan diperintahkan meminta maaf.
Jakarta, VokalOnline.Com - Aksi polisi lalu lintas yang bertindak kasar ketika hendak menilang pengendara motor viral di media sosial. Polisi ini memaki dan mengancam akan mematahkan Surat Izin Mengemudi (SIM) pengendara yang diduga melakukan pelanggaran lalu lintas tersebut.
Peristiwa ini diunggah pada akun media sosial Tiktok bernama Fenderlita pada Kamis (14/9).
"SIM mu ada?" tanya petugas tersebut.
"Mana SIM-mu gue patahin ntar. M****t lu dari tadi lu," tambah petugas tersebut.
Akun ini turut membeberkan kronologi atas kejadian tersebut yang disebut menimpa suaminya.
"Mohon maaf sebelumnya saya tidak pernah benci polisi, (tapi) baru kali ini ketemu polisi model begini. 11 detik yang mewakili," tulis akun tersebut.
Ia mengaku kejadian ini menimpa suaminya saat dalam perjalanan bekerja. Sekitar pukul 07.45 WIB, sang suami diberhentikan petugas di sebuah lampu merah, namun ia tak mengurai lebih jelas di mana dan kapan peristiwa tersebut terjadi.
"Karena ngerasa tidak ada salah apa-apa akhirnya suami minggir. Pak pol tanya "sudah perpanjang stnk?" Suami jawab "sudah" (ternyata yagg baru diperpanjang adalah stnk mobil, yang motor belum). Pak pol minta suami saya serahkan SIM & STNK. Suami saya mengaku salah dan tidak melawan sedikit pun, nada bicaranya juga tidak meninggi," ucap akun tersebut.
Kemudian, ia mengatakan petugas ini mengarahkan motor suaminya agar naik ke trotoar.
"Namun karena suami saya harus segera antar jualan (roti) ke pelanggan, jadi suami saya minta izin untuk antar pesanannya sebentar dan nanti kembali lagi (karena sudah dekat dengan lokasi pengantaran). Pak pol tidak mengizinkan dengan terus mengeluarkan kata-kata kasar," kata dia.
"Entah dipikirnya suami saya mencari-cari alasan untuk kabur atau bagaimana. Namun pesanan roti memang harus sampai ke pelanggan jam 8 karena untuk acara di kantornya," sambung akun tersebut.
Diminta minta maaf
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman membenarkan peristiwa tersebut dan meminta maaf sebagai pimpinan. Dia membeberkan kejadian itu terjadi di Cikini, Jakarta Pusat pada Selasa (12/9) pukul 07.30 WIB dan melibatkan anggotanya, Aipda Abdullah.
"Saat itu kejadiannya ada pelanggar yang dikatakan sudah menerobos lampu merah, tapi belum sampai kayaknya, sudah melawati garis setop. Makanya dihentikan oleh Abdullah ini. Setelah dihentikan memang ada pelanggaran lain," ujar Latif di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (14/9).
Latif juga membenarkan terjadi perdebatan antara anggotanya dengan pelanggar lalu lintas. Dia mengakui anggotanya mengeluarkan kata-kata yang tak sepatutnya.
"Kami sebagai pimpinan Ditlantas Polda Metro Jaya, saya mohon maaf sekali terhadap pelanggar tersebut," ujarnya.
Latif menambahkan Abdullah, diminta mencari tahu identitas pelaku pelanggaran sehingga dapat meminta maaf secara langsung. Menurut Latif anggotanya juga menyesali perbuatannya.
"Kami masih terus mencari alamat pelanggar, kalau sore ini kami dapat kami akan mendatangi secara langsung. Secara pribadi, Abdullah tadi sudah menyampaikan permohonan maaf dan dia menyesali perbuatannya dan tentunya ini menjadi pembelajaran buat kami dan ini tidak lagi di lapangan," kata Latif.(fit)**
Berita Terkait :
- PAN Sebut Satu Parpol yang Bakal Ikut Dukung Prabowo Ada di Parlemen0
- Demokrat: SBY Sudah Mau Ketemu Megawati0
- 5 Sikap Fraksi PKS DPR RI Atas Bentrok di Pulau Rempang Kepri0
- Diserahkan Menhan Prabowo, Gubri Syamsuar Terima Penghargaan Olahraga0
- Ketua DPC Gerindra Semarang Dicopot Buntut Pemukulan Kader PDIP0
_Black11.png)









