- Bola Panas Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah, Kejari Inhu: Laporan Akan Ditindaklanjuti
- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
Anggota DPR Hendry Munief Minta Pemerintah Amankan Rantai Pasok dan Harga Bahan Baku Jelang Lebaran

Jakarta, VokalOnline.Com - Tingginya permintaan konsumsi pada bulan Ramadhan dan Momen Idul Fitri harus disiasati oleh pemerintah agar tidak jadi masalah. Salah satu yang harus dijaga ada rantai pasok dan harga bahan baku yang stabil.
Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi VII DPR RI fraksi PKS, Hendry Munief MBA saat dihubungi pada Kamis (19/2/2026). Hendry Munief menyampaikan tingginya permintaan bahan konsumsi harus diikuti oleh ketersediaan bahan baku konsumsi.
"Tingginya konsumsi masyarakat menyebabkan naiknya permintaan atas bahan baku seperti tepung, daging, susu, minyak goreng dan lain-lain. Para pelaku UMKM sangat berkepentingan atas hal ini. Maka kita harapkan pemerintah terus mengontrol, mengawasi dan mencarikan solusi atas potensi persoalan ketersedian bahan baku. Bahkan harganya," terang Hendry Munief.
Dia berharap, besarnya potensi konsumsi masyarakat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menggerek pertumbuhan ekonomi. Jangan sampai ketidaksiapan pemerintah nantinya akan mengganggu kestabilan ekonomi yang diharapkan.
"Jangan sampai inflasi dan deflasi terjadi. Masyarakat menahan untuk berbelanja karena harga kebutuhan yang melambung tinggi. Kenaikan sewajarnya dapat dimaklumi oleh konsumen karena memang momentum memaksa hal itu terjadi." terang Hendry Munief.(**)
Berita Terkait :
- Mabes Polri Diserang, Terdengar Beberapa Kali Tembakan0
- Transaksi di PayPal Bisa Bayar Pakai Uang Kripto0
- Khofifah Minta Warga Jatim Untuk Tidak Mudik0
- Rumah Mewah Kedoya Jadi Incaran Pencuri Karena Adanya Plang \'Dijual\'0
- Kubu AHY Yakin Kemenkumham Akan Objektif Jelang Penentuan Nasib0
_Black11.png)









