- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
- Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Rumah Mewah Kedoya Jadi Incaran Pencuri Karena Adanya Plang \'Dijual\'

Penampakan Rumah Mewah Kedoya/Tribunnews
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Otak pencurian rumah mewah di Kedoya, Jakarta Barat berinisial A menentukan sasaran target aksi pencurian karena melihat tulisan 'dijual' di depan bangunan tersebut.
Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Robinson Manurung mengatakan A juga telah memantau rumah itu selama dua hari. Tujuannya, untuk memastikan rumah benar-benar kosong.
"Dia lihat ada tulisan dari agen properti itu rumah dijual, biasanya kalau rumah dijual diintip sama dia kosong atau enggak," kata Robinson saat dikonfirmasi, Rabu (31/3).
Setelah dipastikan kosong, A untuk pertama kalinya memberanikan diri masuk ke rumah itu pada 20 Februari 2021. Saat itu, A menemukan kunci dan gembok di rumah tersebut, yang akhirnya ia ganti.
"Dia masuk nemu kunci dan gembok terus diganti sama dia. Barulah beberapa barang dibawa sama dia yang ringan," ucap Robinson.
Barang-barang hasil curian dari rumah itu, kemudian dijual oleh A kepada penadah. Dari hasil pencurian itu, A berhasil meraup keuntungan hingga jutaan rupiah.
"Dapat Rp9 juta dari pencurian itu," ujar Robinson.
Dalam kasus pencurian ini, polisi telah menetapkan A selaku otak aksi sebagai tersangka. Ia dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian.
Selain A, polisi juga menetapkan H selaku penadah sebagai tersangka. H dikenakan Pasal 480 KUHP tentang penadahan.
Kasus pencurian ini terbilang unik, sebab para pelaku diketahui tak hanya menyasar barang berharga. Para pelaku justru menyasar pelbagai material mulai dari kusen, ubin, keramik, hingga sanitary.
Pencurian ini mengakibatkan pemilik rumah mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp1 miliar.
(dis/gil)
Berita Terkait :
- Kubu AHY Yakin Kemenkumham Akan Objektif Jelang Penentuan Nasib0
- Gusti Hadiwinoto, Adik Sultan HB X Meninggal Dunia0
- Black Box CVR Sriwijaya SJ 182 Ditemukan0
- Beberapa Temuan Tim Ahli WHO soal Sumber Virus Corona di China0
- Nato Kerahkan 10 Kali Jet Tempur Untuk Cegat Masuk Bomber Rusia0
_Black11.png)








