- Aksi Penjarahan dan Kekerasan di Kebun Agrinas Rakit Kulim, Tokoh Adat Minta Pelaku Dihukum Berat
- Teror di Kebun Agrinas, Dua Pekerja Dikeroyok dan Diancam Dibunuh usai Rekam Aktivitas Penjarahan
- 27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
- Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
- Truk ODOL Diduga Jadi Penyebab Jalan Sungai Rawa Siak Kembali Rusak
- HUT Bhayangkara ke-80: Pemerintah Kecamatan Keritang Beri Surprise ke Polsek Keritang
- 47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Inhil Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pen
- Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Meranti, Bupati Asmar Tekankan Pentingnya Kolaborasi
- HMI Kepulauan Meranti Raih Penghargaan dari Polres pada HUT Bhayangkara ke-80
- Kejari Meranti Kembali Gelar Sidang Bersama Pengadilan Putuskan Perkara Narkotika
APH Dumai Diharap Bertindak Tegas Terkait Ilegal Logging di Sungai Sembilan
.jpg)
Dumai, VokalOnline.Com - Pantauan awak media dilapangan bebasnya Illegal logging Pembalakan liar seperti Kebal hukum. Aparat Penegak Hukum (APH) diharap tegas menindak pelaku Ilegal logging di kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.
Temuan awak media ini sudah di sampaikan ke pihak berwenang pada hari Jum,at 19 Mei 2023, dan pihak berwenang akan menidak tegas pelaku Illegal logging di kecamatan Sungai Sembilan.
Maraknya pembalak liar tanpa ada takutnya dan hambatan melintas di siang hari di jalan lintas kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai.
" Kita berharap kepada penegak hukum untuk bertindak secara tegas sesuai undang-undang yang berlaku di negara Republik Indonesia, " ujar salah seorang warga Sungai Sembilan yang enggan disebutkan namanya.
Terkait hal ini ditegaskan didalam Pasal 19 Huruf a dan atau b Jo. Pasal 94 Ayat 1 Huruf a dan atau Pasal 12 Huruf e Jo. Pasal 83 Ayat 1 Huruf b, Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara maksimum 15 tahun dan denda maksimum Rp100 miliar.
Namun bagi pembalak hutan tersebut dengan semena-mena melakukan kegiatan ilegal dan terkesan kebal hukum.
Ibarat bermain Kucing kucingan, para pemain kayu ilegal logging di kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai terus melakukan kegiatan penebangan hutan Senepis secara ilegal.
Kegiatan seperti ini jika dibiarkan terus menerus bisa mengakibatkan kerusakan alam yang tak tertolongkan. Hutan kita akan gundul dan serapan air dari hutan pun sudah tidak bisa lagi menyerap air, tentu saja itu bisa mengakibatkan banjir besar.
Ditambah lagi perubahan gelombang panas yang cukup tinggi tentu kita harus menjaga hutan agar tidak punah. Hutan juga sebagai kehidupan satwa liar.(cu)
Berita Terkait :
- Apical Bersama Tanoto Foundation Serahkan Bantuan Buku Untuk Pelajar di Kelurahan Lubuk Gaung0
- Terkait OTT Kadiskes Kampar, Ketua DPRD Ingatkan OPD 0
- Dojo PWI Riau Best Of The Best Kejurnas Shokaido0
- Partai Ummat Daftarkan 40 Caleg ke KPU, Hermansyah: 1 Dapil Satu Kursi di DPRD Inhu0
- PAN Daftarkan 40 Caleg ke KPU Inhu, Taufik Hendri: Target 6 Kursi di DPRD Inhu 0
_Black11.png)









