- Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja
- Puluhan Tahun Berpisah, Alumni SMAN 2 Pekanbaru Kembali Bertemu dalam Reuni
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla 13 Hektare di Bengkalis
- Perawatan Jalan Berkelanjutan, PT PAS Mitra Agrinas Pastikan Pengangkutan TBS Tetap Lancar
- Firmansyah Resmi Diumumkan Dalam Paripurna Jabat Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru
- Jalan Santai HUT RI ke-81 di Siak, Wabup Syamsurizal Ingatkan Warga Waspadai Karhutla
- Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU Ricuh, Ketentuan Iddah Politik Tak Berubah
- Legislator Dapil Riau Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
- Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis
- Vendor Security RS Awal Bros Dumai Diduga Tarik Uang Pelicin, Manajemen Sebut Sudah Berganti Vendor
Teror di Kebun Agrinas, Dua Pekerja Dikeroyok dan Diancam Dibunuh usai Rekam Aktivitas Penjarahan

Foto: Indra Jepza pekerja kebun Agrinas korban pengeroyokan terbaring lemah di saat menjalani perobatan di puskesmas Sekip Sipayung
Inhu, VokalOnline.Com - Situasi keamanan di areal kebun Agrinas Palma Nusantara eks PT Selantai Agro Lestari (SAL) yang dikelola PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri kembali memanas. Setelah hampir dua pekan gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi melakukan penjarahan tandan buah segar (TBS) dan mengintimidasi pekerja di lapangan, gerombolan Nasrun Sitepu kembali juga melakukan aksi kekerasan terhadap dua pekerja PT Pancawaskita.
Peristiwa pengeroyokan pekerja di Arel kebun Agrinas Rakit yang dilakukan gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi, terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 17.10 WIB di kawasan kebun Agrinas Pos 01 Security Rakit Kulim.
Korban diketahui bernama Indra Jepza pengawas kebun dan Maryandi security, yang merupakan pekerja PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri selaku mitra Agrinas Palma Nusantara. Keduanya diduga menjadi sasaran penganiayaan oleh lebih dari 20 orang yang disebut berasal dari gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, sebelum insiden terjadi, kelompok tersebut baru saja melakukan panen ilegal TBS di areal blok B3 dan B4 serta menjarah hasil panen pekerja. Setelah beberapa kali lalu lalang gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi melintas di Pos 01 Security sambil membawa hasil panen penjarahan TBS yang diduga berasal dari kawasan kebun tersebut, situasi berubah menjadi tegang.
Keributan bermula ketika gerombolan Nasrun Sitepu meminta agar rekaman video yang merekam aktivitas penjarahan dan intimidasi untuk dihapus. Mereka juga meminta portal pos keamanan dibuka. Dalam situasi yang memanas, salah seorang yang disebut bernama Lutfi alias Lupi diduga lebih dahulu melakukan pemukulan terhadap Indra Jepza yang bertugas sebagai pengawas lapangan.
Seperti yang di ceritakan korban Indra Jepsa Kamis (2/7/2026) malam, saat terbaring di rumah sakit, suasana mencekam, Lutfi, Nasrun Sitepu, Abdi dan Giat bersama sama memukulbya dan ada yang mengacungkan senjata tajam, beruntung rekanya securty Mariandi menahan, namun Maryandi babak menjadi bulan-bulanan gerombolan Nasrun Sitepu.
"Saya dan Maryandi dikepung lebih dari 20 orang, saya hanya tau dengan Nasrun Sitepu, Geliat, Imis, Lutfi puluhan orang lain saya tidak kenal," kata Indra Jepza saat terbaring di Puskesmas Skip Sipayung menjalani perawatan.
Indra Jepza yang terlihat lemas mengalami luka pada bagian samping pelipis, pecah bagian bibir, lebam pagian punggung dan dada yang menjalani perawatan, sedangkan Maryandi mejalani pengobatan tradisional di Rakit Kulim dengan cara di urut.
Selain pelaku mengeluarkan senjata api dan senjata tajam, meludahi wajah korban, serta melontarkan ancaman pembunuhan terhadap Indra Jepza. Aksi tersebut membuat pekerja di sekitar lokasi ketakutan dan situasi keamanan kebun semakin tidak kondusif.
Informasi yang dilapangan, aksi penjarahan masih dilakukan gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi Jumat (3/7/2026) di areal kebun Agrinas Rakit Kulim, gerombolan Nasrun Sitepu dan Lutfi telah berlangsung sekitar dua pekan terakhir di areal kebun yang dikelola PT Pancawaskita Bumi Riau Mandiri sebagai mitra Agrinas Palma Nusantara. Selama periode itu, kelompok tersebut disebut berulang kali melakukan intimidasi terhadap pekerja hingga menghambat operasional perusahaan.
Kasus penjarahan TBS kebun Agrinas yang masih dikelola PT Pancawaskita oleh gerombolan Nasrun Sitepu hingga pengeroyokan dan pengancaman tersebut secara resmi sudah dilaporkan ke Polres Inhu. Peristiwa ini mengganggu keamanan dan keberlangsungan operasional pengelolaan aset perkebunan negara oleh PT Pancawaskita yang berada di bawah Agrinas Palma Nusantara. **Vol/Tim
Berita Terkait :
- Polda Riau Bongkar Penambangan Ilegal di Hutan Produksi Rokan Hilir0
- Pemko Dumai Gratiskan Administrasi Bagi Pasien Rujukan0
- Polisi Tangkap Penjual Ikan Cupang Bodong di Instagram0
- 5.000 Warga Pekanbaru Antusias Ikuti Vaksin Massal0
- Video Perwira Polda Riau Pakai Sabu di Jalan Beredar di Masyarakat0
_Black11.png)









