- Teror di Kebun Agrinas, Dua Pekerja Dikeroyok dan Diancam Dibunuh usai Rekam Aktivitas Penjarahan
- 27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
- Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
- Truk ODOL Diduga Jadi Penyebab Jalan Sungai Rawa Siak Kembali Rusak
- HUT Bhayangkara ke-80: Pemerintah Kecamatan Keritang Beri Surprise ke Polsek Keritang
- 47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Inhil Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pen
- Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Meranti, Bupati Asmar Tekankan Pentingnya Kolaborasi
- HMI Kepulauan Meranti Raih Penghargaan dari Polres pada HUT Bhayangkara ke-80
- Kejari Meranti Kembali Gelar Sidang Bersama Pengadilan Putuskan Perkara Narkotika
- Rapat Pansus Daerah Kepulauan, Hendry Munief Soroti Pesisir Riau dan Dorong Anggaran Afirmatif
Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian

MERANTI, VokalOnline.Com - Kepolisian Resor (Polres) Meranti mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Kapolres maupun Pejabat Utama (PJU) Polres Meranti, terutama menjelang proses serah terima jabatan.
Kapolres Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH, mengatakan pelaku penipuan kerap memanfaatkan momentum pergantian pejabat untuk melancarkan aksinya dengan mencatut nama dan foto pejabat kepolisian.
"Biasanya menjelang serah terima jabatan ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk melakukan penipuan. Hal ini harus diantisipasi sejak dini. Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat dapat segera menghubungi layanan Kepolisian di nomor 110 atau mendatangi Polsek terdekat," ujar AKBP Aldi saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, modus yang paling sering ditemukan adalah penggunaan identitas palsu berupa nama dan foto Kapolres maupun pejabat kepolisian lainnya melalui nomor WhatsApp yang tidak dikenal. Pelaku kemudian menghubungi calon korban dengan berbagai alasan untuk meminta transfer uang, sumbangan, maupun bantuan lainnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai berbagai bentuk penipuan digital lainnya, seperti penipuan berkedok asmara (love scam), penipuan melalui transaksi e-commerce, hingga modus giveaway palsu yang marak beredar di media sosial.
Kapolres mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi atau permintaan yang mengatasnamakan pejabat kepolisian tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kerahasiaan data pribadi, termasuk tidak memberikan kode OTP, PIN, maupun kata sandi layanan perbankan kepada siapa pun.
"Apabila menerima pesan atau telepon yang mencurigakan, segera lakukan verifikasi dan laporkan melalui layanan Kepolisian 110 atau datang langsung ke Polsek terdekat agar upaya penipuan dapat segera ditindaklanjuti," katanya.
AKBP Aldi menambahkan, masyarakat juga dapat menyampaikan laporan maupun pengaduan secara langsung ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Meranti yang siap memberikan pelayanan selama 24 jam. (Bom)
Berita Terkait :
- Polda Riau Bongkar Penambangan Ilegal di Hutan Produksi Rokan Hilir0
- Pemko Dumai Gratiskan Administrasi Bagi Pasien Rujukan0
- Polisi Tangkap Penjual Ikan Cupang Bodong di Instagram0
- 5.000 Warga Pekanbaru Antusias Ikuti Vaksin Massal0
- Video Perwira Polda Riau Pakai Sabu di Jalan Beredar di Masyarakat0
_Black11.png)









