- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Aturan Komsumsi Kopi untuk Diet

Ilustrasi. Kopi (foto; Alodokter)
Vokalonline.com- Dilansir dari CNN Indonesia -- Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia. Banyak ahli kesehatan yang mengklaim bahwa kopi merupakan minuman yang sehat dan cocok untuk diet. Kopi tidak memicu penambahan berat badan. Justru kopi membantu meningkatkan metabolisme dan membantu mengendalikan nafsu makan.Namun, cara mengonsumsinya pun tak sembarangan agar manfaat kopi itu sendiri tak hilang.Lantas bagaimana aturan mengonsumsi kopi untuk diet? Berikut 8 cara mengonsumsi kopi agar lebih sehat sekaligus membantu menurunkan berat badan.
1. Kurangi minum kopi di sore hari
Kopi mengandung kaya kafein. Kafein sendiri adalah stimulan yang dapat memberikan sentakan energi sehingga meningkatkan kewaspadaan dan membuat tetap terjaga saat tubuh merasa lelah. Untuk menghindari insomnia dan membuat tidur tak nyenyak, hindari meminum kopi di sore hari. Apabila Anda ingin sekali minum kopi pada sore hari, pilih kopi tanpa kandungan kafein. Disarankan pula untuk tidak meminum kopi setelah pukul dua siang.
2. Dilarang menambahkan gula
Anda tidak akan mendapatkan manfaat kopi jika mencampurkannya dengan tambahan gula atau krimer pemanis yang tinggi kalori. Sebab, jumlah fruktosa dalam gula sangat tinggi dan sering dikaitkan dengan beberapa penyakit serius seperti obesitas serta diabetes. Jika Anda tetap ingin menambahkan gula ke dalam kopi Anda, sebaiknya gunakan pemanis alami seperti gula stevia yang relatif lebih aman.
3. Pilih merek kopi yang berkualitas
Kualitas kopi bisa sangat bervariasi tergantung pada metode pengolahan dan cara penanaman biji kopi. Seringkali dalam pembudidayaannya, biji kopi disemprot dengan pestisida sintetis dan bahan kimia lain yang tidak pernah dimaksudkan untuk dikonsumsi manusia, merujuk Healthline. Untuk itu, disarankan Anda membeli merek kopi organik yang mengandung pestisida sintetis dalam jumlah yang jauh lebih rendah.
4. Jangan terlalu banyak minum kopi
Meski asupan kopi dalam jumlah sedang itu sehat, namun minum kopi terlalu banyak dapat mengurangi manfaat kopi untuk diet. Asupan kafein yang berlebihan banyak memiliki efek samping. Healthline merekomendasikan untuk tidak meminum kopi lebih dari 2,5 mg per kilogram per hari. Sebab, secangkir kopi rata-rata mengandung sekitar 95 mg kafein yaitu setara dengan dua cangkir kopi.
5. Menambahkan kayu manis
Kayu manis adalah salah satu rempah yang ditambahkan pada makanan ataupun minuman untuk menambah citarasa dan wangi yang manis dan sedap. Rempah dari pohon cinnamomum ini juga cocok dicampurkan ke dalam secangkir kopi.
Ada sebuah studi yang menunjukkan bahwa kayu manis dapat menurunkan glukosa darah, kolesterol dan trigliserida pada penderita diabetes, serta mengatasi perut kembung. Untuk menurunkan risiko efek samping, pilihlah kayu manis jenis Ceylon daripada kayu manis jenis Cassia.
6. Hindari krimer
Krimer instan dengan label rendah lemak maupun buatan cenderung diproses dengan tinggi ini tidak baik untuk tubuh lantaran bisa meningkatkan kolesterol jahat yang memicu penyakit jantung. Alih-alih krimer nonsusu, pertimbangkan untuk menambahkan produk susu sapi organik yang tinggi kalsium dan vitamin K.
7. Tambahkan bubuk kakao
Menambahkan bubuk kakao akan memberi rasa yang berbeda pada secangkir kopi Anda, yakni caffe mocha tanpa gula. Bubuk kakao sarat dengan antioksidan dan dikatikan dengan beragam macam manfaat kesehatan termasuk menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu, kakao dikemas dengan flavonod yang bermanfaat untuk mencegah diabetes.
(din/fef)
Berita Terkait :
- Rekomendasi Teh untuk Turunkan Berat Badan0
- 5.000 Warga Pekanbaru Antusias Ikuti Vaksin Massal0
- Penyebab Bau Mulut di Pagi Hari 0
- Perbedaan Gejala GERD dan Serangan Jantung 0
- Manfaat Wortel Bagi Kulit 0
_Black11.png)









