- Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Minta Dibebaskan, Nama Baik Dipulihkan
- Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Bersama Masyarakat Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara
- Prof Abdul Mu'ti Lepas Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Menuju Olimpiade Sains Internasional
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Siap Dukung Renovasi Kantor DPD LVRI Riau
- Kolaborasi Dinkes dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- TIMNAS Spanyol juara Piala Dunia 2026
- Welah Hatta, Srikandi Indonesia di Balik Suksesnya Pesta Piala Dunia 2026
- Diduga Kebakaran di SPBU Harapan Jaya Pekanbaru Jadi Sorotan, Penyebab Masih Diselidiki
- PLN UID Riau dan Kepulauan Riau Sukses Amankan Keandalan Listrik Riau Bhayangkara Run 2026
- Bhabinkamtibmas Pengalihan Ajak Warga Kembangkan Budidaya Ikan Untuk Ekonomi Keluarga
Ayah Sandera Anak Depok Pakai Pisau, 6 Jam Negosiasi Berpotensi Fatal

Ilustrasi ayah sandera anak pakai pisau.
Jakarta, VokalOnline.Com -- Polisi memastikan anak perempuan berusia tiga tahun yang disandera oleh ayahnya di Depok menggunakan pisau atau sangkur tidak mengalami luka.Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan bahwa sangkur itu ditodongkan oleh pelaku ke leher korban, namun tidak sampai terkena."Iya ditodong menusukkan sangkurnya ke leher anaknya tapi tidak terluka ya, cuma ditempelkan," kata Hengki kepada wartawan, Rabu (11/1).Hengki menyampaikan bahwa pihaknya sangat berhati-hati dalam proses negosiasi dengan pelaku. Kata dia, hal ini perlu dilakukan guna memastikan keselamatan si anak."Apabila pada saat itu kita salah dalam bernegosiasi, mungkin akan berakibat fatal terhadap putrinya. Oleh karena itu kita menunggu selama enam jam negosiasi, dan pada saat yang bersangkutan lemah baru kita amankan," tuturnya.Usai berhasil diselamatkan, korban langsung dibawa ke Polres Metro Depok untuk ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).Untuk pelaku, kata Hengki, juga dibawa ke Polres Metro Depok untuk menjalani proses pemeriksaan atas aksinya penyanderaan yang dilakukannya.Sebelumnya, aksi penyanderaan ini bermula saat pelaku YB terlibat keributan dengan tetangganya, Zul pada Selasa (10/1) di Cilodong, Depok.Saat itu YB bahkan sempat senapan angin, alhasil Zul pun kabur ke rumah untuk menyelamatkan diri. Namun, YB masih terus menantang Zul untuk berkelahi.Warga kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Sukmajaya. Lalu, saat polisi datang YB justru melakukan perlawanan dengan mengambil sangkur dan mengancam anggota.Setelahnya, YB kemudian masuk ke dalam kamarnya dan justru menyandera anaknya yang masih berusia tiga tahun. YB mengancam akan melukai ananya jika dirinya ditangkap.Polisi bahkan menerjunkan tim penembak jitu atau sniper ke lokasi untuk membantu proses negosiasi. Hingga akhirnya pelaku luluh setelah dirayu oleh adiknya."Setelah 6 jam kurang lebih akhirnya bisa kita selamatkan tanpa kekerasan. Korban selamat, pelaku juga tidak terluka," ucap Hengki. **Syafira
Berita Terkait :
- PC Pernah Jadi Dokter, Hakim Heran Kenapa Tak Visum Pelecehan Seksual 0
- Panen Raya, Gubri Ajak Petani Tidak Tinggalkan Padi0
- Gempa Maluku Tenggara Barat Magnitudo 7,5 Dirasakan hingga Australia 0
- Peru Rusuh, 12 Orang Tewas saat Demonstran Coba Serbu Bandara 0
- Ukraina Gempur Balik Rusia: Mereka Langkahi Jasad Teman Sendiri0
_Black11.png)









