- Pemkab Siak Soroti Truk ODOL yang Melintas di Jalan Sungai Rawa, Perusahaan Diajak Terlibat
- Bengkalis Kembali Raih Opini WTP, Torehkan Prestasi 13
- Diskominfotik Kabupaten Bengkalis Melaksanakan Program DSS
- Kejari Meranti Kembali Terima Limpahan Kasus Datangnya dari Polda Riau
- Kapolsek Batang Cenaku Dorong Pengembangan Budidaya Ikan Nila untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Camat Enok dan Kapolsek Enok Turun ke Lahan, Warga Suhada Tanam Jagung Kuartal 2
- Rektor UMRI Saidul Amin Terima JMSI Award 2026 Kategori Educational Leadership
- DPRD Inhil Gelar Sidang Paripurna Milad ke 61 Kabupaten Inhil Tahun 2026
- Bupati Bengkalis Menyambut Kedatangan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Pekanbaru
- Dr. Maxaxai Indra Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin APHTN-HAN Riau Periode 2026–2031
Bandara Kualanamu Layak Jadi Penghubung Di Indonesia Wilayah Barat

Salah satu sudut lokasi di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Kualanamu terus dikembangkan menjadi bandara penghubung ke sejumlah wilayah di Indonesia dan internasional.
Medan, VokalOnline.Com - Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara layak menjadi penghubung untuk lokasi penerbangan ke berbagai wilayah Nusantara juga internasional seperti ke sejumlah negara Asia Selatan seperti India, Pakistan, dan Bangladesh.
"Dilihat dari letak geografis yang berada di ujung barat wilayah Indonesia maka Kualanamu layak menjadi penghubung untuk penerbangan domestik dan internasional," kata Presiden Direktur Angkasa Pura Aviasi Ahmad Rifai di Medan, Sumatera Utara, Selasa.
Hal tersebut disampaikan saat berbicara dalam Seminar Nasional mengenai Kualanamu sebagai Penghubung Internasional di ASEAN: Tantangan dan Realisasi.
Rifai mengatakan, Medan sebagai kota terbesar keempat di Indonesia, dan Sumatera Utara saat ini menjadi daerah yang sangat berkembang perekonomiannya serta memiliki potensi pariwisata, perkebunan, industri, dan investasi yang sangat potensial sehingga keberadaan Kualanamu menjadi bandara yang strategis dan penting untuk angkutan penumpang, jasa, dan barang.
Sementara dilihat dari sisi internasional, Bandara Kualanamu letaknya juga strategis sebagai penghubung untuk penerbangan ke sejumlah negara Asia seperti India, Pakistan, dan Bangladesh. "Kualanamu bisa menjadi bandara penghubung untuk negara-negara tersebut dan secara historis memang ada," katanya.
Dia mentargetkan jumlah penumpang di Bandara Kualanamu tahun 2023 mencapai 9,1 juta penumpang yang terdiri 82 persen penumpang domestik dan 18 persen penumpang internasional, tahun 2024 meningkat menjadi 12,3 juta penumpang terdiri dari 77 persen penumpang domestik dan 23 persen penumpang internasional, dan tahun 2030 ditargetkan naik menjadi 20,2 juta penumpang terdiri dari 68 persen penumpang domestik dan 32 persen penumpang internasional.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Henky Manurung mengatakan pemerintah sangat mendukung Bandara Internasional Kualanamu sebagai bandara penghubung untuk penerbangan domestik dan internasional.
Menurutnya, Bandara Kualanamu memang memiliki posisi strategis dalam mendukung sektor pariwisata di Sumatera Utara, seperti Danau Toba yang telah ditetapkan sebagai salah satu dari destinasi wisata prioritas Indonesia.
"Kawasan Danau Toba dalam PP No.50/2011 telah ditetapkan sebagai kawasan pintu masuk destinasi super prioritas dan untuk mencapai lokasi itu dibutuhkan bandara yang strategis," katanya.
Apalagi dalam masa usai pandemi seperti sekarang ini, katanya, pemerintah akan terus memperbaiki kondisi pariwisata nasional dalam upaya memperoleh devisa bagi perekonomian nasional.
Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara Supryanto mengatakan Bandara Kualanamu memiliki lokasi strategis bagi mobilitas manusia dan jasa dalam upaya memperkuat transportasi nasional sekaligus gerbang wilayah bagian barat Indonesia.
"Kami optimistis dengan kualitas Kualanamu yang sekarang ini dimiliki maka mampu menandingi keberadaan Bandara Changi di Singapura dan Bandara Kualaumpur di Malaysia," katanya. **Fira
Berita Terkait :
- Bantul Tanam Tembakau Seluas 40 Hektare Untuk Bahan Baku Cerutu0
- GIMNI: Pengembangan Riset Dan Inovasi Produk Hilir Terbuka Lebar0
- Pemerintah Gelontorkan Rp214 Miliar Untuk BLT BBM Di Papua Barat0
- Pemkab Cilacap Tunggu juklak Penggunaan Kendaraan Dinas listrik0
- Jajaran Polres Kuansing Kembali Bagikan Bansos, Sebanyak 610 paket Sembako0
_Black11.png)









