- Panitia Matangkan Persiapan Sirkuit FORKI Riau Open Karate Kid Serie 3
- Teguh Santosa: JMSI Dukung Penuh HPN 2027
- Komisi VII DPR RI Soroti Efisiensi dan Dampak Ekonomi Kawasan Industri
- Hanya Pakai BPJS RS Zainab Selamatkan Nyawa Keluarga Besar JMSI Riau
- Air Mata Haru di Tanah Suci, Perhatian dari Pemko Pekanbaru untuk Jemaah Haji
- Pemko Pekanbaru Pastikan Penanganan Banjir Terus Dilakukan
- Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Program Revitalisasi
- Pemko Pekanbaru Siapkan 23 Ekor Sapi Kurban untuk Iduladha
- Malam Ini, Pemko Pekanbaru Gelar Pawai Takbir Iduladha 1447 H
- Kejutan Salat Id, Rahmad dan Safrika Raih Tiket Umrah dari Pemko Pekanbaru
GIMNI: Pengembangan Riset Dan Inovasi Produk Hilir Terbuka Lebar

Dua truk pengangkut sawit melintas di salah satu kawasan perkebunan sawit di Kalimantan Tengah.
Jakarta, VokalOnline.Com - Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) menilai peluang pengembangan riset dan inovasi produk hilir kelapa sawit masih terbuka di Tanah Air.
Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga dalam keterangannya di Jakarta, Senin memaparkan berdasarkan proyeksi volume ekspor pada 2022, produk hilir mencapai 27 juta ton dan produk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berjumlah 1,6 juta ton.
Sedangkan, pasar sawit di dalam negeri atau konsumsi domestik mencapai 20,45 juta ton terdiri atas penggunaan untuk industri makanan/minyak goreng 9,48 juta ton serta pemakaian segmen nonmakanan (oleokimia dan gliserin) dan energi masing-masing 2,1 juta ton dan 8,8 juta ton.
"Agar Indonesia dapat menjadi pemimpin sawit dunia dan menjadi price setter, pengembangan teknologi baru sangat dibutuhkan untuk dapat menciptakan nilai tambah tinggi bagi produk sawit di Indonesia," katanya.
Dengan demikian, lanjutnya, investor akan bermunculan, sehingga sekitar 65 persen produk industri kelapa sawit dapat dikonsumsi di dalam negeri dan sisanya 35 persen diekspor.
Atau, berbalik dari sekarang ini, yaitu 41 persen untuk domestik dan sisanya 59 persen untuk ekspor.
Sahat mengatakan pengembangan sawit ini harus berbasis definisi sawit yang benar, yaitu untuk bahan pangan, maka minyak sawit didefinisikan sebagai bahan makanan (trigliserida) yang bernutrisi alami tinggi dan dikembangkan ke arah functional products kepada komponen nutrisi dari sawit.
"Jangan lagi mempertahankan konsep lama yang sudah 100 tahun berlangsung, yaitu terfokus kepada trigliserida, sebagai sumber energi saja," katanya.
Ia juga menjelaskan pengembangan inovasi produk lebih ke hilir akan mendapatkan nilai tambah sebanyak enam kali lipat. "Semakin ke hilir, maka semakin tinggi nilainya," ujarnya.
Sebagai contoh, produk derivatif surfaktan nilai tambah sebesar 300 persen. Selanjutnya, produk specialties antara lain kosmetika, parfum, detergen, dan cat mempunyai nilai tambah mencapai 600 persen.
Menurut dia, pengembangan riset produk hilir dan turunan kelapa sawit belum banyak dilakukan di perguruan tinggi, padahal semakin hilir produk sawit, maka nilai tambah dan profit yang dihasilkan akan semakin tinggi.
Dikatakan Sahat, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia dapat berkontribusi lebih besar dalam dan inovasi untuk meningkatkan nilai tambah sawit, baik melalui minyaknya dan demikian pula halnya dengan hasil samping biomassa sawit yang berlimpah.
"Pusat riset produk hilir sawit dapat dibangun di sini," ujarnya dalam MIPAtalks Series 9 bertemakan "Inovation in Palm Oil Industry Makes Indonesia Leads in Fulfilling the Worlds Energy Crisis", Kamis (15/9/2022).
Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) Dede Djuhana menyambut baik usulan GIMNI dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional melalui sawit, sebab ketahanan pangan menjadi prioritas riset nasional.
Berkaitan pengembangan riset produk sawit lebih ke hilir, FMIPA UI berencana mendirikan Pusat Riset & Inovasi Industri Sawit Nasional untuk mengembangkan riset produk turunan sawit bernilai tambah tinggi yang dapat diaplikasikan bagi masyarakat dan dunia industri. **Fira
Berita Terkait :
- Pemerintah Gelontorkan Rp214 Miliar Untuk BLT BBM Di Papua Barat0
- Pemkab Cilacap Tunggu juklak Penggunaan Kendaraan Dinas listrik0
- Jajaran Polres Kuansing Kembali Bagikan Bansos, Sebanyak 610 paket Sembako0
- Masih Ada Tumpang Pilih, Warga Miskin di Desa Sungai Paku Kec, Sengingi Hilir0
- Jokowi soal Harga Telur Ayam: 2 Minggu Lagi Akan Turun0
_Black11.png)









