- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Rakerda KORMI Dibuka Wako
BMKG Pekanbaru Jelaskan Terjadinya Fenomena Hujan Es di Kuansing

Kuansing, VokalOnline.Com - Masyarakat di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), heboh ketika hujan es pada Rabu petang, 22 Maret 2022. Fenomena ini terakhir kali di Riau pada 2019 lalu.
Sebelum hujan es turun, cuaca di desa Kabupaten Kuansing itu cukup terik. Seketika langit mendung dan kemudian terjadi angin kencang.
Tak lama setelah itu, hujan turun. Warga kebingungan karena yang turun bukan hanya air seperti biasa melainkan juga butiran es dari langit.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun di Pekanbaru, Ramlan, membenarkan fenomena hujan es. Dia menyebut butiran seperti es turun pada pukul 16.59 WIB.
"Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa hujan lebat disertai angin kencang dan hujan es yang terjadi di Kabupaten Kuansing disebabkan oleh awan-awan konvektif (awan badai) atau yang sering disebut dengan awan cumulonimbus," kata Ramlan, Rabu siang, 23 Maret 2022
Berdasarkan data citra radar dan reflektivitas citra radar cuaca Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II, tambah Ramlan, hujan bercampur butiran es itu berlangsung lebih kurang 15 menit.
"Hujan berlangsung dari pukul 16.59 WIB sampai pukul 17.17 WIB," kata Ramlan.
Ramlan menjelaskan, pada pukul 16.30 WIB di Desa Jake, Kabupaten Kuansing, awan cumulonimbus terdeteksi citra radar dan satelit. Selanjutnya pada pukul 16.59 WIB sampai 17.17 WIB keberadaan awan tersebut terpantau cukup tinggi sekitar 10 kilometer dengan suhu puncak mencapai -80°C.
"Untuk nilai reflektivitas awan pada citra radar juga relatif tinggi sekitar 50-60dbZ (hujan lebat dan angin kencang)," jelas Ramlan.
Ramlan melanjutkan, ketika downdraft atau aliran udara ke bawah yang keluar dari awan cumulonimbus cukup kuat dan didukung dengan kelembapan udara di lingkungan tersebut cukup tinggi, mengakibatkan es yang seharusnya mencair menjadi air hujan tetap menjadi butiran es ketika turun ke permukaan tanah.
Sebagai informasi, fenomena hujan es sudah lama tak terjadi di Riau. Terakhir berlangsung pada 23 September 2019 di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. (syu)
Berita Terkait :
- Pemasang Spanduk Tuding Kejati Riau Main Proyek Minta Maaf0
- Empat Remaja Putri di Pekanbaru Kabur Dari Rumah ke Hotel0
- Pengadilan Vonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara Terdakwa Penggelapan Pajak Rp14 M0
- Mahsiswa Unri Kecewa Dekan Terdakwa Pencabulan Dituntut Hukuman Rendah0
- Dekan Unri Cabul Tidak Hanya Dituntut Penjara, Tapi Juga Bayar ini ke Korban0
_Black11.png)









