- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
- Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Yaramis, MM
- Pawai Perahu Bagandung Ikut Semarakkan Pelaksanaan Pembukaan MTQ Provinsi Riau ke 44
- Kabupaten/Kota Mulai Bangun Stand di Lokasi Astaqa MTQ Riau
- Sambut MTQ Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Gelar Gotong Royong Serentak
- Polres Kuansing Gelar Rakor, Matangkan Persiapan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
BMKG Pekanbaru Jelaskan Terjadinya Fenomena Hujan Es di Kuansing

Kuansing, VokalOnline.Com - Masyarakat di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), heboh ketika hujan es pada Rabu petang, 22 Maret 2022. Fenomena ini terakhir kali di Riau pada 2019 lalu.
Sebelum hujan es turun, cuaca di desa Kabupaten Kuansing itu cukup terik. Seketika langit mendung dan kemudian terjadi angin kencang.
Tak lama setelah itu, hujan turun. Warga kebingungan karena yang turun bukan hanya air seperti biasa melainkan juga butiran es dari langit.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun di Pekanbaru, Ramlan, membenarkan fenomena hujan es. Dia menyebut butiran seperti es turun pada pukul 16.59 WIB.
"Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa hujan lebat disertai angin kencang dan hujan es yang terjadi di Kabupaten Kuansing disebabkan oleh awan-awan konvektif (awan badai) atau yang sering disebut dengan awan cumulonimbus," kata Ramlan, Rabu siang, 23 Maret 2022
Berdasarkan data citra radar dan reflektivitas citra radar cuaca Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II, tambah Ramlan, hujan bercampur butiran es itu berlangsung lebih kurang 15 menit.
"Hujan berlangsung dari pukul 16.59 WIB sampai pukul 17.17 WIB," kata Ramlan.
Ramlan menjelaskan, pada pukul 16.30 WIB di Desa Jake, Kabupaten Kuansing, awan cumulonimbus terdeteksi citra radar dan satelit. Selanjutnya pada pukul 16.59 WIB sampai 17.17 WIB keberadaan awan tersebut terpantau cukup tinggi sekitar 10 kilometer dengan suhu puncak mencapai -80°C.
"Untuk nilai reflektivitas awan pada citra radar juga relatif tinggi sekitar 50-60dbZ (hujan lebat dan angin kencang)," jelas Ramlan.
Ramlan melanjutkan, ketika downdraft atau aliran udara ke bawah yang keluar dari awan cumulonimbus cukup kuat dan didukung dengan kelembapan udara di lingkungan tersebut cukup tinggi, mengakibatkan es yang seharusnya mencair menjadi air hujan tetap menjadi butiran es ketika turun ke permukaan tanah.
Sebagai informasi, fenomena hujan es sudah lama tak terjadi di Riau. Terakhir berlangsung pada 23 September 2019 di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. (syu)
Berita Terkait :
- Pemasang Spanduk Tuding Kejati Riau Main Proyek Minta Maaf0
- Empat Remaja Putri di Pekanbaru Kabur Dari Rumah ke Hotel0
- Pengadilan Vonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara Terdakwa Penggelapan Pajak Rp14 M0
- Mahsiswa Unri Kecewa Dekan Terdakwa Pencabulan Dituntut Hukuman Rendah0
- Dekan Unri Cabul Tidak Hanya Dituntut Penjara, Tapi Juga Bayar ini ke Korban0
_Black11.png)









