- Spanduk Bilo Ngonten Viral, Warga Minta Pemkab Siak dan PT EPE Bertanggung Jawab atas Jalan Rusak
- Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau
- INKANAS Polda Riau Borong 37 Medali, Sabet Juara Umum II di Bukittinggi
- Kodam XIX Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran Tahun 2026
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Percepat Pembangunan Jembatan Garuda Armco di Pekanbaru
- Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis dalam Pelatihan Digital Marketing BMIWI Riau
- Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., Tekankan Disiplin, dan Pelayanan 110
- Tanaman Jagung di Dusun Pelangi Tumbuh Tak Merata, Polsek Keritang Siap Dampingi Petani
- Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis dalam Pelatihan Digital Marketing BMIWI Riau
- Syahrul Aidi Apresiasi Putusan MK Soal Kuota Internet, Tegaskan Hak Konsumen Harus Dilindungi
Bocah di Inhil Tewas Diterkam Buaya Saat Mandi
.jpg)
Buaya yang pernah dievakuasi warga karena mendekati pemukiman. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Seorang bocah di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, meninggal dunia diterkam buaya. Saat kejadian, korban tengah mandi pada Selasa siang, 14 Desember 2021.
Kejadian buaya menerkam manusia ini dibenarkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Petugas sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan setempat.
"Petugas sudah menghimbau agar masyarakat tidak mandi ataupun berenang pada jam tertentu, apalagi saat air sedang pasang," kata Kabid Wilayah I BBKSDA Riau Andri Hansen Siregar, Rabu petang, 15 Desember 2021.
Andri menjelaskan, sungai di lokasi saat ini sedang mengalami pasang besar. Hal ini membuat buaya keluar dari sarangnya, apalagi daerah itu memang habitatnya.
"Daerah itu merupakan habitat buaya muara," kata Andri.
Andri menyebut buaya menyerang manusia di Kabupaten Indragiri Hilir sudah dua kali dalam beberapa pekan terakhir. Pihaknya bersama dinas pemadam juga pernah mengevakuasi buaya yang menyerang warga saat buang air.
Berdasarkan informasi dari kepolisian yang diterima BBKSDA, korban bernama M Rafi. Lokasinya di Sungai Kateman, persisnya di belakang rumah warga bernama Bambang Herianto.
Saat itu, korban ingin mandi bersama dua temannya, Zulpandi dan M Ikhsan. Sebelum mandi bersama, korban lebih duluan terjun ke sungai sedangkan dua temannya itu masih berada di daratan.
Tidak lama setelah terjun, korban berteriak minta tolong. Dua temannya tadi melihat tubuh diseret ke tengah sungai oleh buaya. Tidak lama kemudian, dua teman korban mencari bantuan warga.
Setelah itu warga datang membantu korban menggunakan perahu mesin. Warga mendekati tubuh korban yang tengah berada di mulut buaya.
Seorang warga sempat menghujamkan alat pengangkut buah sawit kepada tubuh buaya agar tubuh korban dilepaskan. Buaya melepaskan gigitan dan tubuh korban sempat timbul serta tenggelam dua kali.
Satu jam pencarian barulah tubuh korban ditemukan lalu dievakuasi. Korban sempat dibawa ke klinik tapi kemudian dibawa keluarga ke rumah karena sudah meninggal dunia.
Berita Terkait :
- Seminar Ekonomi Nasional Harian Vokal dan KPA Gubernur Riau Berjalan Sukses0
- Bank BJB Raih Predikat Indonesia Trusted Company di Ajang CPGI Award0
- Anak Gajah yang Induknya Mati Dapatkan Induk Asuh Baru0
- Seperti Apa Wajah Perekonomian Riau Pasca-Pandemi, Besok Dibahas0
- Tragis, Gajah Menyusui Mati Tersengat Listrik di Kebun Sawit0
_Black11.png)









