- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
Bocah SD di Indragiri Hilir Dimutilasi Ayah Kandung

Pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap anak kandung di Kabupaten Indragiri Hilir.
Inhil, VokalOnline.Com - Suasana di RT 03/RW 02 Kelurahan Tembilahan Barat, Kecamatan Tembilahan Hulu, Indragiri Hilir, pada Senin pagi, 13 Juni 2022, terlihat biasa saja. Masyarakat beraktivitas seperti biasa tanpa ada pertanda kejadian memilukan dialami bocah inisial F di sebuah rumah semi permanen.
Tak ada yang menyangka ketika itu F telah ditebas oleh ayahnya sendiri berinisial A. Korban tak hanya diakhiri hidupnya tapi juga dimutilasi lalu potongan tubuhnya di buang ke semak-semak.
Sebelumnya, pelaku A beraktivitas seperti biasa. Tidak ada prasangka, dia akan berubah menjadi sadis terhadap darah dagingnya sendiri.
Pagi itu bersikap normal. Keliling kampung menjajakan ikan hasil tangkapannya tadi malam.
"Tidak ada yang mencurigakan dari pelaku pagi itu. Dia masih keliling menjual ikan hasil tangkapannya tadi malam," tutur Ketua RT 03 Hasby, Selasa (14/6/2022), sebagaimana dilansir Riauterkini.com.
Hasby merasa semua berjalan normal karena korban pembunuhan dan mutilasi oleh ayah kandungnya, merupakan teman sekelas anaknya. Kelas III di SD tak jauh dari rumah mereka.
Pagi itu, Fatimah bahkan datang ke rumahnya mengembalikan jilbal yang dipinjam ke anaknya. Fatimah malu ke sekolah tanpa jilbab karena rambutnya baru dipotong serabutan oleh ayahnya.
"Kasihan memang Fatimah itu. Selain dimarahi, kadang dipukul, rambutnya juga sering dipotong sembarangan sama bapaknya kalau lagi marah," tutur Hasby.
Saat pulang, lanjut cerita Hasby, Fatimah mengajak anaknya ke rumah untuk mengambil jambu air.
Menurut anaknya, ketika itu ia melihat Arha Robby sedang mengasah parang. Tapi bagi masyarakat sana hal itu bukan sesuatu yang ganjil. Lumrah karena parang sering dipakai untuk kegiatan sehari-hari.
"Kita tak menyangka kalau parang yang dilihat anak saya diasah pelaku kemudian digunakan untuk membunuh Fatimah," tuturnya.
Bagi Hasby dan keluarganya, itulah kali terakhir mereka melihat Fatimah hidup. Setelah itu, mereka terpisah alam. Kehidupan gadis kecil itu direnggut dengan cara paling horor yang dilakukan seorang ayah kepada putri kandungnya sendiri.***
Berita Terkait :
- Ferryandi Tutup Open Turnamen Pemuda Cup Kecamatan Mandah0
- Kepala Kejari Inhil Resmikan Rumah Restorative Justice0
- Ungkap Mafia Tanah, LBHI Batas Indragiri Berikan Apresiasi ke Polsek Keritang 0
- Utamakan Usulan Gubernur Dalam Menentukan Pj Kepala Daerah0
- Harga Anjlok, Gubri Kumpulkan Asosiasi Pengusaha Sawit0
_Black11.png)









