Bocah SD di Indragiri Hilir Dimutilasi Ayah Kandung

Publisher Vol/Syu Daerah
15 Jun 2022, 11:35:48 WIB
Bocah SD di Indragiri Hilir Dimutilasi Ayah Kandung

Pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap anak kandung di Kabupaten Indragiri Hilir.


Inhil, VokalOnline.Com - Suasana di RT 03/RW 02 Kelurahan Tembilahan Barat, Kecamatan Tembilahan Hulu, Indragiri Hilir, pada Senin pagi, 13 Juni 2022, terlihat biasa saja. Masyarakat beraktivitas seperti biasa tanpa ada pertanda kejadian memilukan dialami bocah inisial F di sebuah rumah semi permanen. 

Tak ada yang menyangka ketika itu F telah ditebas oleh ayahnya sendiri berinisial A. Korban tak hanya diakhiri hidupnya tapi juga dimutilasi lalu potongan tubuhnya di buang ke semak-semak. 

Sebelumnya, pelaku A beraktivitas seperti biasa. Tidak ada prasangka, dia akan berubah menjadi sadis terhadap darah dagingnya sendiri. 

Pagi itu bersikap normal. Keliling kampung menjajakan ikan hasil tangkapannya tadi malam.

"Tidak ada yang mencurigakan dari pelaku pagi itu. Dia masih keliling menjual ikan hasil tangkapannya tadi malam," tutur Ketua RT 03 Hasby, Selasa (14/6/2022), sebagaimana dilansir Riauterkini.com.

Hasby merasa semua berjalan normal karena korban pembunuhan dan mutilasi oleh ayah kandungnya, merupakan teman sekelas anaknya. Kelas III di SD tak jauh dari rumah mereka.

Pagi itu, Fatimah bahkan datang ke rumahnya mengembalikan jilbal yang dipinjam ke anaknya. Fatimah malu ke sekolah tanpa jilbab karena rambutnya baru dipotong serabutan oleh ayahnya.

"Kasihan memang Fatimah itu. Selain dimarahi, kadang dipukul, rambutnya juga sering dipotong sembarangan sama bapaknya kalau lagi marah," tutur Hasby.

Saat pulang, lanjut cerita Hasby, Fatimah mengajak anaknya ke rumah untuk mengambil jambu air.

Menurut anaknya, ketika itu ia melihat Arha Robby sedang mengasah parang. Tapi bagi masyarakat sana hal itu bukan sesuatu yang ganjil. Lumrah karena parang sering dipakai untuk kegiatan sehari-hari.

"Kita tak menyangka kalau parang yang dilihat anak saya diasah pelaku kemudian digunakan untuk membunuh Fatimah," tuturnya.

Bagi Hasby dan keluarganya, itulah kali terakhir mereka melihat Fatimah hidup. Setelah itu, mereka terpisah alam. Kehidupan gadis kecil itu direnggut dengan cara paling horor yang dilakukan seorang ayah kepada putri kandungnya sendiri.***

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment