- Spanduk Bilo Ngonten Viral, Warga Minta Pemkab Siak dan PT EPE Bertanggung Jawab atas Jalan Rusak
- Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau
- INKANAS Polda Riau Borong 37 Medali, Sabet Juara Umum II di Bukittinggi
- Kodam XIX Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran Tahun 2026
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Percepat Pembangunan Jembatan Garuda Armco di Pekanbaru
- Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis dalam Pelatihan Digital Marketing BMIWI Riau
- Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., Tekankan Disiplin, dan Pelayanan 110
- Tanaman Jagung di Dusun Pelangi Tumbuh Tak Merata, Polsek Keritang Siap Dampingi Petani
- Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis dalam Pelatihan Digital Marketing BMIWI Riau
- Syahrul Aidi Apresiasi Putusan MK Soal Kuota Internet, Tegaskan Hak Konsumen Harus Dilindungi
Harga Anjlok, Gubri Kumpulkan Asosiasi Pengusaha Sawit

Gubri Drs H Syamsuar, Msi
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Menyikapi anjloknya harga sawit atau tandan buah segar (TBS) di tingkat petani, besok (Selasa, 17/05/2022) pagi Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi menggelar rapat dengan perwakilan pengusaha kelapa sawit, asosiasi petani sawit dan stake holder terkait.
"Besok pagi Pak Gubernur akan kumpulkan semua pihak terkait, untuk mendengar dan mencari solusi setelah harga sawit jatuh di tingkat petani," ucap Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Ir Zulfadli usai diterima Gubri, di Kediaman Gubernur, Senin (16/05/2022).
Seperti diketahui, harga sawit anjlok akibat larangan ekspor crude palm oil (CPO) oleh Pemerintah Pusat.
Akibatnya, banyak petani sawit di Riau yang menjerit. Apalagi harganya turun sangat drastis.
Selain perwakilan pengusaha sawit dan asosiasi petani sawit, Gubri juga mengundang pejabat Forkopimda dan bupati/walikota. "Semua stake holder terkait kita undang," sambung Zulfadli.
Sebelumnya, Pemprov Riau telah menerbitkan SE Gubri kepada seluruh bupati/walikota agar mengawal secara intensif proses penerapan harga pembelian TBS dan realisasi penerapan harga pembelian TBS di tingkat PKS.
Pemprov Riau bersama Pemkab/kota juga telah melakukan pengawasan dan pengawalan langsung ke lapangan dan menghimbau PKS untuk membeli TBS petani sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemprov Riau juga sejak lama telah mengeluarkan Pergubri No 77 Tahun 2020 yang mengatur tentang penentuan harga TBS.
Pergubri ini diharapkan dapat melindungi petani sawit dari permainan harga oleh perusahaan PKS.
Presiden Respon Soal Sawit
Mencermati banyaknya aspirasi dari daerah, termasuk Provinsi Riau, Presiden Jokowi dikabarkan juga akan menggelar rapat terkait masalah sawit besok.
Sesuai dengan undangan yang menyebar secara berantai di media sosial, bagian persidangan Setkab menyebut bahwa Presiden Jokowi akan membahas masalah kelanjutan evaluasi kebijakan larangan ekspor CPO dalam rangka ketersediaan dan keterjangkauan minyak goreng.
Presiden tidak saja akan didampingi oleh Wapres, tapi juga mengundang para menteri terkait dan sejumlah petinggi seperti Kapolri dan Kejagung. **Vol
Berita Terkait :
- Dodi Irawan: Jalinteng Peranap Kelayang Kritis dan Sekarat0
- Selamatkan Masjid Al-Amin di Rengat Dari Abrasi, Rumah Warga Banyak Masuk Sungai Indragiri0
- Diskominfotik Rohil Kejar PAD Sektor Telekomunikasi0
- Sikapi Penurunan Harga Sawit, Ini yang Akan Dilakukan Gubri0
- Dubes Arab Saudi Kirim Hadiah untuk Pemprov Riau0
_Black11.png)









