- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Oktober 2026, JMSI Riau Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
- Karmila Sari Dorong Sekolah Garuda Cetak Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas
- Cabor Karate Dumai Tegaskan Tidak Dukung Aci sebagai Calon Ketua KONI
- Kapolres Inhil: Penanganan Karhutla Harus Cepat dan Bersama-Sama
- Giat Dasawisma RT 03/08 Tobek Godang Sempena HUT RI ke-81
- Pelatihan Jurnalistik Digital, Koneksi Tingkatkan Kompetensi di Era Media Digital
Bocoran Deklarasi G20 Bali: Negara Kompak Kecam Putin Invasi Ukraina

VokalOnline.Com-- Dokumen diduga deklarasi para pemimpin G20 dalam KTT di Nusa Dua, Bali, kompak mengecam keras invasi Rusia di Ukraina.
Dalam dokumen 16 halaman yang beredar di kalangan wartawan, 20 negara anggota mengatakan operasi militer Presiden Vladimir Putin ke Ukraina menyebabkan penderitaan manusia yang sangat besar dan memperburuk kerapuhan ekonomi global.
Sementara itu, Rusia termasuk anggota G20 dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov hadir menggantikan Putin di KTT Nusa Dua.
"Tahun ini, kami menyaksikan perang di Ukraina berdampak lebih buruk terhadap ekonomi global," bunyi dokumen bertuliskan rahasia itu yang tersebar di kalangan wartawan peliput G20.
"Sebagian besar anggota (G20) mengecam keras perang di Ukraina dan menekankan (perang) menyebabkan penderitaan manusia yang luar biasa serta memperburuk ekonomi global, menghambat pertumbuhan, meningkatkan inflasi, mengganggu rantai pasokan pangan hingga energi dan stabilitas keuangan."
Rancangan resolusi itu juga mencatat ada pandangan lain yang menyebutkan G20 bukan forum untuk menyelesaikan masalah keamanan.
Namun, anggota G20 juga mengakui masalah keamanan berdampak bagi ekonomi global.
"Mengakui bahwa G20 bukanlah forum untuk menyelesaikan masalah keamanan, kami mengakui bahwa masalah keamanan dapat memiliki konsekuensi signifikan bagi ekonomi global," lanjut draf itu, seperti dikutip Reuters.
Namun, draf itu belum diresmikan anggota G20. forum bakal meresmikan draf saat penutupan KTT pada Rabu (16/11).
Draf tersebut juga memperingatkan era saat ini tidak boleh perang dan menolak penggunaan senjata nuklir.
Menyoal draf itu, seorang pejabat senior Amerika Serikat berharap para pemimpin negara mengecam perang Rusia di Ukraina saat akhir pertemuan G20 nanti.
Ia menggarisbawahi bahwa mayoritas para pemimpin G20 bertemu selama beberapa waktu terakhir untuk membahas masalah Ukraina. Mereka juga sepakat perang kedua negara harus dikecam.
Tercatat, sudah delapan bulan Rusia menginvasi Rusia Ukraina. Perang ini menyebabkan lonjakan harga pangan dan berdampak terhadap energi global.
Perang di Eropa Timur itu juga memicu jutaan orang lebih terjerumus dalam kemiskinan dan kelaparan bagi sebagian orang.**Syafira
Berita Terkait :
- Sindir Putin, Zelensky Sebut G19 Bukan G20 di Depan Jokowi-Biden0
- AS: Anggota KTT G20 Bakal Ramai-ramai Kecam Perang Rusia di Ukraina0
- Crazy Rich Mackenzie Scott Donasi Rp31 T dalam 7 Bulan Terakhir0
- Rusia Ogah Bahas Isu Keamanan di Bali: KTT G20 Itu Fokus soal Ekonomi0
- Xi Jinping Tiba di Bali Hari Ini, Bakal Ketemu Biden Jelang KTT G200
_Black11.png)









