- Jalan Sungai Rawa Hancur, Warga Jadi Korban Truk ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
- Bupati Bengkalis Menyambut 485 Mahasiswa Peserta Kukerta
- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
- Aspirasi Guru Inhu Terkait Libur Semester Direspons Baik Pemerintah Daerah
- Kisah Kasih Bhayangkara ke-80 di Aula Polres Inhil
- 200 Karateka Inkanas Pekanbaru Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kyu Semester I 2026
AS: Anggota KTT G20 Bakal Ramai-ramai Kecam Perang Rusia di Ukraina

VokalOnline.Com-- Amerika Serikat mengklaim bahwa banyak peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali akan ramai-ramai mengecam perang Rusia di Ukraina yang menimbulkan krisis global.
Seorang pejabat AS yang enggan diungkap identitasnya melontarkan klaim ini menjelang rangkaian KTT G20 di Bali pada hari ini, Selasa (15/11).
Dia menyebut para pemimpin negara sepakat bahwa perang Rusia merupakan akar dari penderitaan ekonomi yang dirasakan masyarakat global.
"Saya pikir Anda akan melihat sebagian besar anggota G20 menjelaskan bahwa mereka mengecam perang Rusia di Ukraina, bahwa mereka melihat perang Rusia di Ukraina sebagai akar sumber penderitaan ekonomi dan kemanusiaan yang sangat besar di dunia," katanya, seperti dikutip AFP.
Senada, Reuters melaporkan pejabat senior AS mengatakan bahwa Washington berharap anggota negara G20 mengecam invasi Rusia di Ukraina beserta dampaknya terhadap ekonomi global di akhir pertemuan nanti.
Ia melihat gelagat ini setelah sebagian besar negara kelompok tersebut berkumpul selama beberapa hari terakhir untuk membicarakan persoalan Ukraina.
Mereka pun sepakat bahwa perang kedua negara harus "dikecam dalam istilah sekuat mungkin." Meski begitu, dia tidak menjelaskan bentuk kecaman apa yang akan diberikan.
"Saya tidak akan mendahului negosiasi akhir, tapi G20 akan memperjelas bahwa perang Rusia mendatangkan malapetaka bagi orang di mana-mana dan bagi ekonomi global secara keseluruhan," kata pejabat itu.
Di sisi lain, dia juga berujar negara-negara G20 juga bakal membuat pengumuman mengenai inisiatif, termasuk terkait dana pandemi, reformasi bank pembangunan multilateral, serta ketahanan pangan dan energi.
Sejak awal, pengamat memang sudah memprediksi bahwa Rusia akan menjadi sorotan utama dalam KTT G20 kali ini.
Invasi Rusia di Ukraina dianggap membuat perekonomian global kian terpuruk pascapandemi Covid-19.
Para pakar memprediksi sorotan ini pula yang membuat Presiden Rusia, Vladimir Putin, tak hadir langsung dalam KTT G20. Ia hanya diwakili Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.**Syafira
Berita Terkait :
- Crazy Rich Mackenzie Scott Donasi Rp31 T dalam 7 Bulan Terakhir0
- Rusia Ogah Bahas Isu Keamanan di Bali: KTT G20 Itu Fokus soal Ekonomi0
- Xi Jinping Tiba di Bali Hari Ini, Bakal Ketemu Biden Jelang KTT G200
- Erdogan Murka Ledakan Tewaskan 6 Orang di Istanbul: Ada Bau Teror0
- Daftar 17 Kepala Negara yang Hadir KTT G20 di Bali0
_Black11.png)









