- Pesangon 10 Pekerja Tak Dibayar Usai PHK Sepihak, PT Awal Bros Bumi Pusaka Diduga Kebal Hukum
- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
- JMSI Riau Targetkan Seluruh Wartawan Anggota Bersertifikat UKW pada 2027
- Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Menyesuaikan Kebutuhan Daerah
- Antisipasi Dampak AI pada Industri Pers, Syahrul Aidi Minta DPR Siapkan RUU Regulasi Digital
- VokalOnline ikuti Webinar Merajut Nusantara
- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
Bos Pertamina Mandalika: Balap MotoGP Seperti Agama di Indonesia

MotoGP Mandalika menghadirkan gairah besar dari penggemar MotoGP di Indonesia.
Jakarta, VokalOnline.Com - Bos Pertamina Mandalika SAG Edu Perales punya perumpamaan untuk menggambarkan kehebohan penggemar MotoGP di Indonesia.
Perales mendapat pertanyaan tentang gambaran antusiasme penggemar MotoGP di Indonesia. Perales yang datang langsung ke MotoGP Mandalika pun antusias memberikan jawaban. dilansir dari cnn indonesia.
"Sungguh gila. Balap motor di Indonesia seperti agama. Mereka seperti layaknya sepak bola di Brasil.Semua orang di sana tahu soal balap motor."
"Ada 240 juta populasi di Indonesia dan ada 140 juta motor di jalanan. Semua orang bergerak dengan sepeda motor dan ada banyak bisnis yang berhubungan dengan sepeda motor," ucap Perales. Perales lalu menceritakan momen kerja sama antara dirinya dengan Pertamina Mandalika.
"Pada 2020, Pertamina meminta pada IRTA untuk punya dua slot di Kejuaraan Dunia. IRTA menyebut tidak ada pilihan selain menjalin kesepakatan dengan tim yang sudah ada di kejuaraan dunia."
"Mereka lalu berdiskusi dengan beberapa tim dan juga datang pada saya. Saat itu saya memiliki Onexox dan kami memutuskan mengambil langkah untuk pindah ke Indonesia," kata Perales.
Pada musim lalu, Bo Bendsneyder jadi pembalap Pertamina Mandalika dengan catatan finis terbaik. Bendsneyder finis di posisi ke-16 pada akhir musim dengan koleksi 46 poin. Di musim ini, Pertamina Mandalika diperkuat Bendsneyder dan Gabriel Rodrigo.**vol/jn
Berita Terkait :
- Karateka TAKO Indonesia Harus Mampu Harumkan Nama Daerah0
- Inkanas Pekanbaru Rebut Juara Umum Kejurkot 20220
- Langkah Tepat Menyambut Hari Ulang Tahun, RSUD Selasih Pelalawan Gelar Donor Darah0
- Kadispora Riau Buka Universitas Pahlawan Cup III di Bangkinang0
- Penonton MotoGP Mandalika Tak Wajib PCR atau Antigen0
_Black11.png)









