- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
- Kapolres Meranti Kenalkan Green Policing di SDN 02 Selatpanjang
- Kapolda Riau Kunjungi Concong, Tanam Mangrove hingga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Pesisir
Bos Pertamina Mandalika: Balap MotoGP Seperti Agama di Indonesia

MotoGP Mandalika menghadirkan gairah besar dari penggemar MotoGP di Indonesia.
Jakarta, VokalOnline.Com - Bos Pertamina Mandalika SAG Edu Perales punya perumpamaan untuk menggambarkan kehebohan penggemar MotoGP di Indonesia.
Perales mendapat pertanyaan tentang gambaran antusiasme penggemar MotoGP di Indonesia. Perales yang datang langsung ke MotoGP Mandalika pun antusias memberikan jawaban. dilansir dari cnn indonesia.
"Sungguh gila. Balap motor di Indonesia seperti agama. Mereka seperti layaknya sepak bola di Brasil.Semua orang di sana tahu soal balap motor."
"Ada 240 juta populasi di Indonesia dan ada 140 juta motor di jalanan. Semua orang bergerak dengan sepeda motor dan ada banyak bisnis yang berhubungan dengan sepeda motor," ucap Perales. Perales lalu menceritakan momen kerja sama antara dirinya dengan Pertamina Mandalika.
"Pada 2020, Pertamina meminta pada IRTA untuk punya dua slot di Kejuaraan Dunia. IRTA menyebut tidak ada pilihan selain menjalin kesepakatan dengan tim yang sudah ada di kejuaraan dunia."
"Mereka lalu berdiskusi dengan beberapa tim dan juga datang pada saya. Saat itu saya memiliki Onexox dan kami memutuskan mengambil langkah untuk pindah ke Indonesia," kata Perales.
Pada musim lalu, Bo Bendsneyder jadi pembalap Pertamina Mandalika dengan catatan finis terbaik. Bendsneyder finis di posisi ke-16 pada akhir musim dengan koleksi 46 poin. Di musim ini, Pertamina Mandalika diperkuat Bendsneyder dan Gabriel Rodrigo.**vol/jn
Berita Terkait :
- Karateka TAKO Indonesia Harus Mampu Harumkan Nama Daerah0
- Inkanas Pekanbaru Rebut Juara Umum Kejurkot 20220
- Langkah Tepat Menyambut Hari Ulang Tahun, RSUD Selasih Pelalawan Gelar Donor Darah0
- Kadispora Riau Buka Universitas Pahlawan Cup III di Bangkinang0
- Penonton MotoGP Mandalika Tak Wajib PCR atau Antigen0
_Black11.png)









