- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
Bos Pertamina Mandalika: Balap MotoGP Seperti Agama di Indonesia

MotoGP Mandalika menghadirkan gairah besar dari penggemar MotoGP di Indonesia.
Jakarta, VokalOnline.Com - Bos Pertamina Mandalika SAG Edu Perales punya perumpamaan untuk menggambarkan kehebohan penggemar MotoGP di Indonesia.
Perales mendapat pertanyaan tentang gambaran antusiasme penggemar MotoGP di Indonesia. Perales yang datang langsung ke MotoGP Mandalika pun antusias memberikan jawaban. dilansir dari cnn indonesia.
"Sungguh gila. Balap motor di Indonesia seperti agama. Mereka seperti layaknya sepak bola di Brasil.Semua orang di sana tahu soal balap motor."
"Ada 240 juta populasi di Indonesia dan ada 140 juta motor di jalanan. Semua orang bergerak dengan sepeda motor dan ada banyak bisnis yang berhubungan dengan sepeda motor," ucap Perales. Perales lalu menceritakan momen kerja sama antara dirinya dengan Pertamina Mandalika.
"Pada 2020, Pertamina meminta pada IRTA untuk punya dua slot di Kejuaraan Dunia. IRTA menyebut tidak ada pilihan selain menjalin kesepakatan dengan tim yang sudah ada di kejuaraan dunia."
"Mereka lalu berdiskusi dengan beberapa tim dan juga datang pada saya. Saat itu saya memiliki Onexox dan kami memutuskan mengambil langkah untuk pindah ke Indonesia," kata Perales.
Pada musim lalu, Bo Bendsneyder jadi pembalap Pertamina Mandalika dengan catatan finis terbaik. Bendsneyder finis di posisi ke-16 pada akhir musim dengan koleksi 46 poin. Di musim ini, Pertamina Mandalika diperkuat Bendsneyder dan Gabriel Rodrigo.**vol/jn
Berita Terkait :
- Karateka TAKO Indonesia Harus Mampu Harumkan Nama Daerah0
- Inkanas Pekanbaru Rebut Juara Umum Kejurkot 20220
- Langkah Tepat Menyambut Hari Ulang Tahun, RSUD Selasih Pelalawan Gelar Donor Darah0
- Kadispora Riau Buka Universitas Pahlawan Cup III di Bangkinang0
- Penonton MotoGP Mandalika Tak Wajib PCR atau Antigen0
_Black11.png)









