- Pernikahan Putri H Dheni Kurnia Berlangsung Khidmat, UAS Beri Nasihat kepada Kedua Mempelai
- Agrinas Palma Nusantara Bantu 110 Anak Stunting di Rokan Hulu, Salurkan Susu dan Vitamin
- Syahrul Aidi Serukan Penghormatan HAM bagi Minoritas Muslim di Forum Parlemen Dunia
- Murid MAN 1 Pekanbaru Raih Bronze Medal di Olimpiade Astronomi Internasional IOAA Hanoi
- Jarak Pandang Hanya 3–4 Meter di Kelok 17, Pengendara Diminta Ekstra Waspada
- Talang Mamak Diduga Diintimidasi, Yusmilar dan Asmuri Disebut Kerahkan Preman Bayaran
- Dukung Ketahanan Pangan dan Cegah Karhutla, Polsek Kuala Cenaku Turun Dampingi Petani
- Polemik 469 Hektare Eks PT SAL, Talang Mamak Soroti Sanksi, Penguasaan Lahan dan TPPU
- Kapolres Inhu Ajak Wartawan Perkuat Kemitraan dan Komunikasi dalam Menjaga Kamtibmas
- Ketua FORKI Riau Parisman Ihwan Dijadwalkan Buka Karate Kid 3 Riau Open 2026
BPH Migas Temukan Penimbunan dan Solar Oplosan

BPH Migas menemukan dugaan penimbunan dan solar oplosan di beberapa daerah karena harga solar nonsubsidi dengan subsidi terpaut kian jauh. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, VokalOnline.Com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menemukan dugaan penimbunan dan solar oplosan di berbagai daerah di Indonesia.
Kepala BPH Migas Erika Retnowati menyebut penimbunan dan solar oplas dikarenakan disparitas atau perbedaan harga solar non subidi dan yang subsidi kian terpaut jauh di tengah melonjaknya harga minyak mentah dunia. Dia menemukan penimbunan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, oleh oknum yang membeli solar dengan menggunakan jeriken. Kemudian, solar tersebut dibawa ke tempat penimbunan.
"Kami menemukan di Indramayu pembelian solar dengan jeriken yang dibawa ke suatu tempat penimbunan di Eretan," jelasnya pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (29/3). dilansir dari cnn indonesia.
Kemudian, juga ditemukan penimbunan di Sumedang, Jawa Barat, yang dibeli oleh mobil tangki dengan plat modifikasi. Hal tersebut ia telusuri lewat pemantauan CCTV. Cara serupa juga dilakukan oleh oknum penimbun di Purwakarta, Jawa Barat.
Selain penimbunan, juga ditemukan pengoplosan solar. Pada 11 Maret 2022 lalu, pihaknya telah menangkap pelaku solar oplosan di Muara Enim, Sulawesi Selatan, dengan barang bukti 108 ton yang tersimpan di gudang.
"Dengan barang bukti 108 ton yang berada di gudang yang siap didistribusikan, itu solar oplosan dari minyak sulingan dari Sekayu dengan biosolar," beber dia.
Kemudian, ia juga menemukan truk tambang dan perkebunan yang ikut mengantre solar subsidi di SPBU.
"Kebanyakan di daerah pertambangan antrean terbesar dari truk pertambangan dan perkebunan," pungkasnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Rupiah Keok Sendirian ke Rp14.370 Saat Mata Uang Asia Menguat0
- Daftar Harga Minyak Goreng Terbaru di Alfamart dan Indomaret0
- Kartu Prakerja Gelombang 25 Dibuka, Pendaftaran Mulai Hari Ini0
- Pemerintah Buka Suara Soal Opsi Patungan Warga untuk IKN0
- Suara Melenial Memandang Politik Kekinian0
_Black11.png)








