- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
Buaya Sungai Rokan, Sambar Tubuh Nelayan

Tim pencarian nelayan yang hilang karena ditetkam buaya di sungai Rokan
Bagansiapiapi, VokalOnline.Com - Maut dan ajal tidak dapat diketahui,inilah yang dialami oleh Ruslan alias Ilan (53) warga Batu 8,RT 02/RW 01 Kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir,Bagansiapiapi Rokan Hilir.
Saat beraktifitas menjala ikan di perairan sungai Rokan,Sabtu (27/7/2024),Jam 14.00 WIB kemaren tubuhnya disambar buaya.
Sejak saat itu Ruslan alias Ilan dinyatakan hilang dsn pencarinya dilakukan hingga,Ahad (28/7/2024) oleh nelayan,Satuan Polair Polres Rohil.
Naas ini dialami nelayan tradisionalnya diawali saat dia pergi menjaring ikan meninggalkan rumahnya,Sabtu (27/7/2024) Jam 11.00 WIB.
Seperti biasa Ruslan alias Ilan (53) pergi menangkap udang dan ikan di sungai Rokan mempergunakan sampan.
Ruslan pergi bersama rekanya Pendi (55) melakukan aktifitas rutinya menjaring udang.
Seperti biasa mereka menjaring udang di Kuala aliran sungai Rokan dekat pulau Pedamaran ,posisinya diseberang kantor Bupati Rohil di Batu Enam, Bagan Punak Meranti Kecamatan Bangko,Bagansiapiapi.
Naas,sekitar Jam 14.00 WIB tubuh Ruslan alias Ilan (53) yang sedang beraktifitas tiba-tiba disambar seekor buaya berukuran besar.
Sontak setelah dapat menerkan tubuh mangsanya tubuh nelayan ini dilarikan buaya ke tengah sungai Rokan.
Peristiwa naas ini disaksikan Pendi (55) temanya yang turun dari rumah bersama ke sungai Rokan.
Pendi (55) menginformasikan kejadian ini kepada Kantan toke yang sehari-harinya membeli dan menampung hasil udang dan ikan tangkapan nelayan tradisional ini.
Informasi adanya nelayan ditangkap buaya ini lalu menyebar luas di kalangan nelayan dan masyarakat setempat.
Pencarian oleh nelayan dan petugas dari Satuan Polisi Perairan Polres Rohil dilakukan .
Dengan mempergunakan boat atau kapall kecil MB menyisir pinggir-pinggir sungai di sekitar Batu Enam dan Pulau Pedamaran tempat kejadian tersebut.
Hari kedua,Ahad (28/7/2024) pencarian belum membuahkan hasil.
" Pencarian belum membuahkan hasil,kita berharap kitanya tubuh Ruslan ditemukan,inilah harapan keluarganya" Ucap Mujtar (60) warga Labuhan Tangga Hilir.
Diketahui sejak beberapa waktu lalu kondisi ungai Rokan saat ini dihuni hewan yang terkenal buas ini.
Bahkan sudah banyak nelayan yang menjadi korban ditangkap buaya.
Sehingga sungai Rokan sekitarnya sudah tidak aman lagi akibat habitat corocodil terkenal buas ini.
Kondisi ini ditemui adanya pamflet papan pengumuman mengimbau masyarakat berhati-hati saat beraktifitas di sungai.
Bahkan sangking berkembang biaknya habitat buaya ini sering terlihat sampai ke anak-anak sungai dan parit sekitar perumahan warga . (Hy)
Berita Terkait :
_Black11.png)









