- Sinergitas Kantor Pertanahan, Bapenda, dan IPPAT Kabupaten Rokan Hulu Perkuat Transformasi Layanan P
- Antisipasi Banjir, PT RSUP Dukung Penguatan Tanggul Sepanjang 579 Meter di Desa Pulau Burung
- Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Kondusif
- Bertahun-tahun Konflik Agraria Petani dengan PT SBP, Ini Kata Bupati Ade
- Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
- Peduli Kegiatan Keagamaan, PT PAS Mitra Agrinas Salurkan Dukungan untuk MTQ Danau Rambai
- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
- Jelang Pacu Jalur 2026, Pemkab Kuansing Desak Penertiban PETI di Hulu Sungai Kuantan
Cerita WNI Selamat dari Tragedi Halloween Itaewon Menyayat Hati

Jakarta, VokalOnline.Com - Salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Korea Selatan membeberkan pengalaman saat itu mengikuti festival Halloween di Itaewon yang berujung tragedi pada Sabtu (29/10).
Tragedi Halloween Itaewon menyebabkan korban meninggal dunia hingga 154 orang.
Beta Bayusantika kali pertama ingin merayakan Halloween di Itaewon. Namun, tragedi sempat menimpanya, dan ia selamat.
"Saya ke sana mungkin sekitar pukul 21.00 sampai 22.00 malam di Stasiun Itaewon. Ramai banget. Dari sudut gang, kami melihat banyak orang berusaha keluar [dari Hamilton Hotel]. Sungguh menyayat hati," kata Beta kepada Korea Times, Minggu (31/10),dilansir dari cnn indonesia.
Ia terus bercerita, "Saya mendengar orang berteriak 'Tolong! Tolong! Tolong! dalam bahasa Korea."
Petugas pemadam kebakaran dan polisi, lanjutnya, ada di lokasi dan mencoba mengevakuasi warga dari kerumunan. Kemudian banyak orang melakukan CPR, karena mereka mengalami sesak napas dan henti jantung.
Tragedi festival Halloween itu bermula saat semakin banyak orang memadati jalan yang menanjak. Kemudian ada orang yang jatuh dan menimpa massa di bawah.
Orang-orang kemudian panik dan para pengunjung saling injak. Imbas insiden itu sebanyak 154 orang tewas, termasuk warga negara asing (WNA).
Ratusan orang juga mengalami luka-luka termasuk dua warga negara Indonesia (WNI).
Pada Minggu, sehari usai tragedi, kawasan itu masih dipadati beberapa warga, pejalan kaki, dan korban yang sudah ada sejak malam sebelumnya.
Orang-orang yang kecewa berkumpul di belakang garis polisi di seberang jalan, menunggu informasi terbaru soal kerabatnya.
Menanggapi kejadian itu, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol memerintahkan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya. Ia juga mendeklarasikan masa berkabung selama sepekan.
Selain itu, Yoon menetapkan distrik Yongsan, tempat Itaewon berada, sebagai zona bencana khusus.**Syafira
Berita Terkait :
- Menteri Israel Diklaim Masuk Daftar Musuh Ukraina yang Patut Dibunuh 0
- Bisakah Kreator Konten Twitter Dapat Duit bak YouTuber?0
- Rusia Setop Mobilisasi Parsial Tentara ke Ukraina, Putin Menyerah?0
- Terlalu Banyak Varian Produk, Apple Kehilangan Jati Diri?0
- Netizen Saudi Ribut-ribut soal Halal vs Haram Perayaan Halloween0
_Black11.png)









