- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
Cerita WNI Selamat dari Tragedi Halloween Itaewon Menyayat Hati

Jakarta, VokalOnline.Com - Salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Korea Selatan membeberkan pengalaman saat itu mengikuti festival Halloween di Itaewon yang berujung tragedi pada Sabtu (29/10).
Tragedi Halloween Itaewon menyebabkan korban meninggal dunia hingga 154 orang.
Beta Bayusantika kali pertama ingin merayakan Halloween di Itaewon. Namun, tragedi sempat menimpanya, dan ia selamat.
"Saya ke sana mungkin sekitar pukul 21.00 sampai 22.00 malam di Stasiun Itaewon. Ramai banget. Dari sudut gang, kami melihat banyak orang berusaha keluar [dari Hamilton Hotel]. Sungguh menyayat hati," kata Beta kepada Korea Times, Minggu (31/10),dilansir dari cnn indonesia.
Ia terus bercerita, "Saya mendengar orang berteriak 'Tolong! Tolong! Tolong! dalam bahasa Korea."
Petugas pemadam kebakaran dan polisi, lanjutnya, ada di lokasi dan mencoba mengevakuasi warga dari kerumunan. Kemudian banyak orang melakukan CPR, karena mereka mengalami sesak napas dan henti jantung.
Tragedi festival Halloween itu bermula saat semakin banyak orang memadati jalan yang menanjak. Kemudian ada orang yang jatuh dan menimpa massa di bawah.
Orang-orang kemudian panik dan para pengunjung saling injak. Imbas insiden itu sebanyak 154 orang tewas, termasuk warga negara asing (WNA).
Ratusan orang juga mengalami luka-luka termasuk dua warga negara Indonesia (WNI).
Pada Minggu, sehari usai tragedi, kawasan itu masih dipadati beberapa warga, pejalan kaki, dan korban yang sudah ada sejak malam sebelumnya.
Orang-orang yang kecewa berkumpul di belakang garis polisi di seberang jalan, menunggu informasi terbaru soal kerabatnya.
Menanggapi kejadian itu, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol memerintahkan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya. Ia juga mendeklarasikan masa berkabung selama sepekan.
Selain itu, Yoon menetapkan distrik Yongsan, tempat Itaewon berada, sebagai zona bencana khusus.**Syafira
Berita Terkait :
- Menteri Israel Diklaim Masuk Daftar Musuh Ukraina yang Patut Dibunuh 0
- Bisakah Kreator Konten Twitter Dapat Duit bak YouTuber?0
- Rusia Setop Mobilisasi Parsial Tentara ke Ukraina, Putin Menyerah?0
- Terlalu Banyak Varian Produk, Apple Kehilangan Jati Diri?0
- Netizen Saudi Ribut-ribut soal Halal vs Haram Perayaan Halloween0
_Black11.png)









