- Sosialisasi Bahaya Narkoba untuk Remaja: Dampak Jangka Panjang pada Otak dan Kesehatan Mental
- ASITA Riau Harap PLT Gubernur Riau Bisa Realisasikan Bandara Udara Baru di Riau
- Business Matching: Rakerda ASITA Riau Hadirkan Pengusaha Wisata Malaysia 2026
- Amerika Bergolak dan Penuh Demonstran; Matinya Seorang Penyair Wanita, Dituduh Sebagai Teroris Domes
- Parisman Ihwan Resmi Buka Forki Riau Open Championship
- Peresmian Kantor SpektrumID.com: Langkah Baru PT Delif Mitra Sejahtera dalam Dunia Digital
- HUT ke-55 ASITA: Mewujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045
- Syahrul Aidi Tinjau Pembangunan Jalan Koto Damai-Suka Menanti yang Berasal dari Inpres 2025
- Bupati Asmar Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag, Tegaskan Kerukunan Sebagai Energi Pembangunan
- Polres Inhil Gelar Zoom Meeting dan Panen Raya Jagung Kuartal I 2026 Dukung Swasembada Pangan
Netizen Saudi Ribut-ribut soal Halal vs Haram Perayaan Halloween
.jpg)
Jakarta, VokalOnline.Com - Warganet Arab Saudi ramai memperdebatkan soal halal-haram perayaan Halloween yang digelar di Ibu Kota Riyadh pekan lalu. Padahal Saudi selama ini melarang perayaan semacam itu lantaran tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Banyak warga Saudi yang memperdebatkan status hukum dalam Islam terkait perayaan Halloween. Beberapa netizen menyinggung Arab Saudi sekarang lebih mengikuti tren masa kini,dilansir dari cnn indonesia.
"MbS dan Otoritas Hiburan Saudi merusak sejarah kita dan budaya negara kita, tanah tempat dua Masjid Suci, tempat kelahiran wahyu dan kiblat umat Islam! Ya Tuhan, ini adalah hal yang memalukan dan menyedihkan! Apakah merayakan Maulid Nabi adalah sebuah inovasi [yang berarti bid'ah di Saudi] dan merayakan Halloween adalah sunnah?," ujar seorang netizen Saudi di Twitter.
Komentar pemilik akun merujuk pada sindiran terhadap pemerintah Saudi yang sampai sekarang melarang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi kini mengizinkan acara festival seperti Halloween digelar.
Netizen lain juga menyerukan hal serupa. Raja Salman yang merupakan pelindung Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang menjadi dua situs paling suci umat Islam seharusnya tidak mengizinkan perayaan Halloween.
''Ya Tuhan, tanah penjaga Masjid Suci punya kesucian dan tempat dalam jiwa setiap Muslim yang menolak kejahatan. Dan keburukan ini memperingatkan; Dan generasi ini mengalami kemunduran, menakutkan," tulis pemilik akun lainnya.
"Tuhan menciptakan manusia dalam sosok terbaik, tetapi Anda memutuskan untuk menjadi iblis," tulis salah satu akun merespons warga yang mendatangi festival Halloween dengan kostum hantu.
Banyak netizen lainnya juga menganggap Saudi saat ini tengah mengalami kemunduran moralitas lantaran sejumlah kebijakannya dinilai semakin bertentangan dengan nilai Islam.
Sementara itu, beberapa pengunjung yang datang ke festival Scary Weekend tersebut mengaku hanya ingin menikmati hiburan tanpa memikirkan halal dan haramnya perayaan semacam itu.
"Ini adalah perayaan besar, jujur, dan ada semangat kegembiraan. Terkait halal atau haram saya tak tahu soal ini," kata salah satu pengunjung festival di Saudi itu seperti dikutip Arab News.
Ia kemudian berujar, "Kami merayakan ini untuk bersenang-senang dan tak ada yang lain. Kami tak percaya pada apa pun [terkait Halloween]."
Arab Saudi dilaporkan menggelar festival Halloween pada Kamis pekan lalu yang diberi nama "Scary Weekend" dan berlangsung pada Kamis dan Jumat pekan lalu di Boulevard Riyadh. Orang-orang mendatangi lokasi itu mengenakan kostum bertema hantu, beberapa mengenakan kostum mewah.
Scary Weekend merupakan acara bertema kostum kedua di Riyadh. Acara serupa, berlangsung pada awal tahun ini di Riyadh Boulevard city pada 17-18 Maret.
Festival Halloween ini merupakan rangkaian dari acara Riyadh Season yang berlangsung di ibu kota Saudi.
Sementara itu, New York Times menuliskan acara ini didanai pemerintah Saudi. Mereka sengaja menggelar festival tepat sebelum Halloween agar tak terlihat memperingati festival itu.
Sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) menjadi pemimpin Saudi, banyak gebrakan yang mengarah pada keterbukaan di negara itu.
Beberapa di antaranya mengizinkan pembukaan bioskop, festival musik, dan pelonggaran kebijakan terhadap perempuan.
Selain itu, Saudi juga mulai mengizinkan perayaan sejumlah budaya asing seperti Hari Valentine, Natal, Imlek hingga perayaan malam Tahun Baru Masehi.**Syafira
Berita Terkait :
- Menteri Timor Leste Minta Telkom Bantu Akses Komunikasi di Pedesaan0
- Korban Tewas Tragedi Halloween Itaewon Jadi 156, Banyak Usia 20 Tahun0
- Biden Naik Pitam Zelensky Minta AS Terus Pasok Senjata via Telepon0
- WNI Ditolak Masuk Australia Gegara Bawa Kiloan Rendang dan Bebek0
- Rupiah Menguat ke Rp15.563 usai Imbal Hasil Obligasi AS Turun0
_Black11.png)









