- Delapan Ranperda Kabupaten Kampar Disetujui Dibahas Lebih Lanjut
- Kebun Raya UP Diapresiasi Pakar Kebun Raya Internasional, Alamnya Indah dan Kaya Hayati
- UP Gelar Simposium Internasional, Dorong Kebun Raya Jadi Koridor Keanekaragaman Hayati
- Pernikahan Putri H Dheni Kurnia Berlangsung Khidmat, UAS Beri Nasihat kepada Kedua Mempelai
- Agrinas Palma Nusantara Bantu 110 Anak Stunting di Rokan Hulu, Salurkan Susu dan Vitamin
- Syahrul Aidi Serukan Penghormatan HAM bagi Minoritas Muslim di Forum Parlemen Dunia
- Murid MAN 1 Pekanbaru Raih Bronze Medal di Olimpiade Astronomi Internasional IOAA Hanoi
- Jarak Pandang Hanya 3–4 Meter di Kelok 17, Pengendara Diminta Ekstra Waspada
- Talang Mamak Diduga Diintimidasi, Yusmilar dan Asmuri Disebut Kerahkan Preman Bayaran
- Dukung Ketahanan Pangan dan Cegah Karhutla, Polsek Kuala Cenaku Turun Dampingi Petani
Rupiah Menguat ke Rp15.563 usai Imbal Hasil Obligasi AS Turun

Vokalonline.com -- Nilai tukar rupiah berada di level Rp15.563 per dolar AS pada Rabu (26/10) sore. Mata uang Garuda menguat 59 poin atau 0,38 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.596 per dolar AS
Mengikuti rupiah, mata uang di kawasan Asia lainnya juga kompak menguat. Yen Jepang menguat 0,61 persen, baht Thailand menguat 0,84 persen, peso Filipina menguat 0,59 persen, won Korea Selatan menguat 0,48 persen, dan yuan China menguat 1,31 persen.
Dolar Singapura juga menguat 0,72 persen dan dolar Hong Kong terpantau stagnan pada penutupan perdagangan sore ini.
Begitu juga dengan mata uang utama negara maju yang kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,69 persen, poundsterling Inggris menguat 1,06 persen, dan franc Swiss menguat 0,82 persen.
Lalu, dolar Australia menguat 1,49 persen, dan dolar Kanada menguat 0,62 persen
Analis DCFX Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah bersamaan dengan mata uang negara lain ditopang oleh penurunan imbal hasil obligasi AS yang cukup besar pada hari ini. Selain itu, kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed mulai berkurang.**Syafira
Berita Terkait :
- Quartararo Siap Jadi Orang Gila di MotoGP Valencia 0
- AS Ketar-ketir Putin Bersiap Uji Coba Rudal Nuklir Rusia0
- Benfica Pembunuh Raksasa: Barcelona dan Juventus Jadi Korban0
- Rishi Sunak, Anak Imigran Tajir yang Ingin Batasi Pendatang ke Inggris0
- Asrafaber: Penolakan Bank Syariah Karena Alasan Politis0
_Black11.png)








