- HUT JMSI ke-6 di Inhu, Sekda Zulfahmi: JMSI Mitra Strategis Pemerintah Daerah
- Puncak Musim Kemarau,Ketua forum komunikasi RT_RW kabupaten Meranti Masyarakat Waspadai Kebakaran
- Lima Oknum Personel Positif Narkoba AKBP Aldi : Saya Tegaskan Tak Toleransi Terhadap Lima Oknum
- Batam Harus Siap Jadi Alternatif Terbaik di Tengah Pelemahan Ekonomi Singapura
- Upacara Bulan K3 Nasional 2026, RAPP Perkuat Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
- Menghadapi Tekanan Eksternal: Bagaimana Industri Tekstil Indonesia Bisa Kembali Unggul
- Ketua APPSI Inhil Sampaikan Keluhan dan Pertanyaan Soal Kendala Perkebunan Sawit pada Diskusi Publik
- Hari Pers Nasional 2026, Pakar UPER Tekankan Pentingnya Profesionalisme dan Independensi Pers
- Anggota DPR RI Hendry Munief Silaturahmi dengan Ratusan Tokoh Siak: Bahas Berbagai Hal
- Siswa SMKN 1 Rengat Barat Kini Dapat Belajar Lebih Optimal dengan Ruang Praktik Baru
Rupiah Menguat ke Rp15.563 usai Imbal Hasil Obligasi AS Turun

Vokalonline.com -- Nilai tukar rupiah berada di level Rp15.563 per dolar AS pada Rabu (26/10) sore. Mata uang Garuda menguat 59 poin atau 0,38 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.596 per dolar AS
Mengikuti rupiah, mata uang di kawasan Asia lainnya juga kompak menguat. Yen Jepang menguat 0,61 persen, baht Thailand menguat 0,84 persen, peso Filipina menguat 0,59 persen, won Korea Selatan menguat 0,48 persen, dan yuan China menguat 1,31 persen.
Dolar Singapura juga menguat 0,72 persen dan dolar Hong Kong terpantau stagnan pada penutupan perdagangan sore ini.
Begitu juga dengan mata uang utama negara maju yang kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,69 persen, poundsterling Inggris menguat 1,06 persen, dan franc Swiss menguat 0,82 persen.
Lalu, dolar Australia menguat 1,49 persen, dan dolar Kanada menguat 0,62 persen
Analis DCFX Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah bersamaan dengan mata uang negara lain ditopang oleh penurunan imbal hasil obligasi AS yang cukup besar pada hari ini. Selain itu, kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed mulai berkurang.**Syafira
Berita Terkait :
- Quartararo Siap Jadi Orang Gila di MotoGP Valencia 0
- AS Ketar-ketir Putin Bersiap Uji Coba Rudal Nuklir Rusia0
- Benfica Pembunuh Raksasa: Barcelona dan Juventus Jadi Korban0
- Rishi Sunak, Anak Imigran Tajir yang Ingin Batasi Pendatang ke Inggris0
- Asrafaber: Penolakan Bank Syariah Karena Alasan Politis0
_Black11.png)









