- Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Kondusif
- Bertahun-tahun Konflik Agraria Petani dengan PT SBP, Ini Kata Bupati Ade
- Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
- Peduli Kegiatan Keagamaan, PT PAS Mitra Agrinas Salurkan Dukungan untuk MTQ Danau Rambai
- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
- Jelang Pacu Jalur 2026, Pemkab Kuansing Desak Penertiban PETI di Hulu Sungai Kuantan
- Plt Bupati Kuansing Tinjau Kesiapan Tepian Narosa Jelang Festival Pacu Jalur Nasional 2026
- Festival Pacu Jalur 2026 Siap Digelar, Plt Bupati Kuansing Ajak Masyarakat Sukseskan Pesta Rakyat
Rupiah Menguat ke Rp15.563 usai Imbal Hasil Obligasi AS Turun

Vokalonline.com -- Nilai tukar rupiah berada di level Rp15.563 per dolar AS pada Rabu (26/10) sore. Mata uang Garuda menguat 59 poin atau 0,38 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.596 per dolar AS
Mengikuti rupiah, mata uang di kawasan Asia lainnya juga kompak menguat. Yen Jepang menguat 0,61 persen, baht Thailand menguat 0,84 persen, peso Filipina menguat 0,59 persen, won Korea Selatan menguat 0,48 persen, dan yuan China menguat 1,31 persen.
Dolar Singapura juga menguat 0,72 persen dan dolar Hong Kong terpantau stagnan pada penutupan perdagangan sore ini.
Begitu juga dengan mata uang utama negara maju yang kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,69 persen, poundsterling Inggris menguat 1,06 persen, dan franc Swiss menguat 0,82 persen.
Lalu, dolar Australia menguat 1,49 persen, dan dolar Kanada menguat 0,62 persen
Analis DCFX Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah bersamaan dengan mata uang negara lain ditopang oleh penurunan imbal hasil obligasi AS yang cukup besar pada hari ini. Selain itu, kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed mulai berkurang.**Syafira
Berita Terkait :
- Quartararo Siap Jadi Orang Gila di MotoGP Valencia 0
- AS Ketar-ketir Putin Bersiap Uji Coba Rudal Nuklir Rusia0
- Benfica Pembunuh Raksasa: Barcelona dan Juventus Jadi Korban0
- Rishi Sunak, Anak Imigran Tajir yang Ingin Batasi Pendatang ke Inggris0
- Asrafaber: Penolakan Bank Syariah Karena Alasan Politis0
_Black11.png)









